
Saat perbincangan dilakukan oleh para 5 pemimpin di saat itu juga Kepala Desa Koturo mendapat surat. Setelah dibaca sendiri oleh pak Kades, ternyata itu adalah surat mengenai kematian sang komandan Masytar.
Pak Kades yang membacanya pun sedih bukan main apalagi, dihadapannya ialah orang kepercayaan komandan Masytar. Dimana 5 pemimpin ini belum mengetahui tentang berita itu.
"Kenapa kau menangis pak Kades?" Tanya pemimpin 1.
Pak Kades yang tak tahan pun segera meninggalkan para pemimpin, dan pergi ke kamar mandi. Dengan menangis yang tiada henti dan rasa yang amat sedih.
"Lah... Kenapa Pak Kades sedih banget ya, apakah kita harus menanyakan itu." Ucap pemimpin 1.
"Iya gih.. Sono samperin Pak Kades aja, biar jelas apa yang terjadi." Seru pemimpin 5.
Pemimpin 1 pun mendatangi pak Kades untuk sekedar bertanya.
"Permisi pak, kenapa anda sedih saat membaca surat itu?" Tanya pemimpin 1
Kemudian tanpa menjelaskan alasan yang jelas, pak Kades menyuruh pemimpin 1 sampai dengan pemimpin 5 untuk ke ruangannya.
Setelah semuanya berkumpul, kemudian pak Kades mulai membicarakan apa yang membuatnya sedih.
"Surat yang aku baca tadi adalah surat dari pasukan Sirai. Dan ini mengatasnamakan dari komandan Masytar." Ucap pak Kades.
5 Pemimpin itu terkejut dengan berita itu, mereka pun bertanya tanya tentang surat itu. Pak Kades langsung membuka dan membacakan surat itu dan isinya adalah...
...****************...
Untuk temanku
Hari ini mungkin hari terbaikmu, namun tidak dengan sahabatku yang merupakan sahabatmu juga.
Semua kita lewati saat berjuang menegakkan kebenaran, namun pada akhirnya kita juga akan kembali pada kebenaran akan kematian.
Surat ini bukanlah mengenai undangan resi sahabatku, melainkan tentang berita penting yang terjadi di markas pasukan Sirai.
Saat itu kita mengetahui jika komandan Masytar berada di markas pasukan Reibaras. Tapi kita telat untuk membantu komandan Masytar, dan pada akhirnya kami menemukan mayat komandan Masytar di pinggir jalan.
Untuk itu saya beritakan ini kepadamu jika komandan Masytar telah gugur dalam peperangan.
__ADS_1
Saya juga mengundang anda untuk ikut dalam doa bersama yang akan diadakan Minggu depan. Jadi saya mengharapkan anda selaku kepala Desa Koturo dan perwakilan untuk menghadirinya.
Terima kasih atas perhatian anda, jika ada kesalahan atas bahasa dan kepribadian komandan Masytar mohon dimaafkan.
Sahabatmu dr.pribadi komandan.
...****************...
Setelah dibacakan suratnya oleh kepala Desa Koturo, keadaan ruang pak Kades menjadi hening dan sedih. Semua merasa ini tidak adil jika komandan Masytar harus mati secepat itu.
"Kenapa beliau mati duluan daripada kita? huhuhu(nangis)" Ucap pemimpin 5
Mereka masi tidak menyangka atas kematian mengejutkan dari komandan Masytar. Namun mereka juga harus ingat jika masi ada tugas yang harus mereka selesaikan.
"Karena komandan Masytar telah tiada, mari kita lebih bersemangat lagi dalam mengejar jendral Sasado dan panglima Jesta. Mereka adalah biang kerok dari semua ini, kita harus menangkapnya!" Seru pemimpin 2.
"Eits bentar bentar, apakah kita akan memberitahukan ini ke seluruh warga?" Tanya pak Kades.
Dengan sedikit perundingan yang terjadi di antara mereka berlima, para pemimpin setuju untuk memberitakan informasi ini kepada warga Desa Koturo.
Di saat itu pula pemimpin 1 mengatakan bahwa mereka tidak boleh menunda perjalanan mereka, karena jika menunda maka jendral Sasado akan lebih jauh.
Terjadilah perbedaan pendapat diantara mereka berlima, Ada yang menginginkan untuk melanjutkan. Namun ada juga yang ingin menunggu, dan mungkin akan kembali.
"Oke.... karena kita terpecah menjadi dua, gimana jika kita bagi dua saja. Saya, pemimpin 3, dan 5 akan melanjutkan perjalanan."
"Sementara untuk pemimpin 2 dan pemimpin 4 akan mengawal Pak Kades untuk ke markas kita."
"Gimana apakah kalian setuju dengan ide saya?" Ucap pemimpin 1.
Ide yang diusulkan oleh pemimpin 1 pun disetujui oleh semua pihak. Mereka kemudian kembali pada tugasnya masing-masing.
"Baiklah kalo begitu, hati-hati di jalan kalian bertiga!" Ucap pemimpin 2.
"Terima kasih, kalian juga berhati-hati ya." Seru pemimpin 1.
Pemimpin 1, 3, dan 5 kembali melanjutkan perjalanan mereka mengejar jendral Sasado dan panglima Jesta.
__ADS_1
~~Sore hari pun tiba
Para warga Desa Koturo terlihat sudah memadati area balai desa. Mereka semua hadir untuk mengetahui, apa berita terbaru yang akan disampaikan pak Kades.
"Apa kau siap Pak Kades?" Tanya pemimpin 2.
Perasaan yang dirasakan Pak Kades sudah pasti gugup. Ini juga dikarenakan bahwa ia akan memberitakan kematian sahabatnya. Terlebih seluruh warga Desa Koturo akan mengetahuinya.
"Ayo kita tuntaskan hal ini!" Balas Pak Kades.
Pak Kades beserta pemimpin 2 dan 4 mulai keluar dari gedung balai desa. Perasaan Pak Kades yang sudah gugup sejak awal, bertambah lagi ketika melihat warga yang datang lebih banyak dari perkiraannya.
Acara lalu dimulai dengan sambutan dari kepala Desa Koturo.
"Halo.. selamat sore warga desa Koturo. Kalian saya kumpulkan di sini bukan tanpa alasan. Berkumpulnya kalian di sini karena ada informasi yang sangat penting untuk kalian ketahui."
"Saat desa kita diserang, kita hampir kalah dalam peperangan. Namun dengan bantuan pasukan Sirai dan komandan Masytar, kita semua dapat memenangkan itu."
"Tapi kesenangan itu harus terhenti sekarang, Karena komandan Masytar telah meninggal dunia." Ucap pak Kades.
Warga Desa Koturo yang mendengarnya pun terkejut, mereka tidak menyangka jika orang setangguh komandan Masytar akan mati secepat itu. Tiba-tiba ada seorang warga desa yang bertanya secara keras kepada pak Kades.
"Kenapa itu bisa terjadi pak, rasanya tidak mungkin bila komandan Masytar bisa mati secepat ini." Tanya seorang warga.
"Menurut surat yang kita terima, komandan Masytar meninggal karena kesalahan dirinya sendiri. Komandan Masytar mendatangi markas pasukan Reibaras sendirian."
"Namun sayangnya, saat itu tidak ada yang menyadari komandan Masytar keluar markas. Pasukan baru menyadari setelah beberapa jam komandan Masytar pergi."
"Pasukan kami sudah berusaha untuk menyelamatkan komandan Masytar. Namun kami terlambat, karena komandan Masytar telah ditemukan meninggal di pinggir jalan." Ucap pemimpin 2 dengan tegas.
"Karena apa yang disampaikan oleh pemimpin 2 sudah cukup jelas. Maka saya akhiri pengumuman informasi untuk saat ini." Ucap pak Kades.
Warga desa Koturo pun membubarkan diri dan kembali ke aktivitasnya masing-masing. Sama halnya dengan para warga pemimpin 2 dan 4, mereka bersiap untuk mencari penginapan.
"Pak Kades saya, dan teman saya ingin pergi untuk mencari penginapan dahulu. Mungkin kita akan ikut bersama bapak untuk ke markas pasukan Sirai." Ucap pemimpin 2.
Permintaan pemimpin 2 itu lantas disetujui oleh pak Kades. Dan mereka akan mulai berjalan untuk ke markas pasukan Sirai pada Minggu yang akan datang.
__ADS_1