
Perjalanan Hugo, Oliver, Billy, dan Isabella baru saja dimulai kembali. Di sepanjang perjalanan mereka memacu kudanya dengan begitu cepat.
Namun ada saatnya mereka untuk istirahat di tengah perjalanan. Istirahat itulah yang dijadikan momen bagi mereka untuk bisa lebih dekat satu sama lainnya.
Isabella menceritakan tentang kehidupannya yang cukup membingungkan bagi dirinya sendiri.
"Jika kalian ingin tahu. Aku adalah anak angkat dari Mr.Beja. Beliau menemukanku di sungai, dekat peternakan saat aku masih bayi lagi." Ucap Isabella.
"Lohhh lalu apakah kamu tau orang tua kandungmu Isabella?" Tanya Hugo kepada Isabella.
Sambil memakan santapan bekal. Isabella mengatakan bahwa ia sudah mencari orang tuanya itu sejak lama. Namun karena informasi yang ia dapat kurang jelas, itu membuat Isabella sulit untuk menemukan orang tua kandungnya.
"Inilah yang membuatku untuk ikut dengan kalian. Mungkin saat diperjalanan aku dapat menemukan orang tuaku di sana." Ucap Isabella.
"Dengan bukti apa kau dapat menemukan orang tuamu. Apa ada sesuatu yang dapat mengingatkan orang tua aslimu jika kau adalah anaknya?" Tanya Oliver kepada Isabella.
Saat hendak menjawab, Billy memotong pembicaraan mereka dengan dalih mereka harus segera berangkat. Billy beralasan jika waktu Istirahat mereka sudah hampir satu jam. Itu merupakan waktu yang sangat lama untuk satu istirahat.
"Kemasi barang kalian. Kita di sini sudah sangat lama. Jika tidak segera berangkat kita akan membuang-buang waktu kita hanya untuk istirahat!" Seru Billy.
Hugo, Oliver, dan Isabella menuruti kemauan Billy. Mereka segera bergegas untuk kembali berangkat melanjutkan perjalanan mereka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara itu Pasukan Reibaras hanya tinggal membutuhkan satu hari lagi untuk sampai ke Desa Koturo. Mereka kini semakin dekat dengan Desa tersebut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Saat menyebrangi area perbatasan. Pasukan Reibaras dilihat pergerakannya oleh seorang prajurit Sirai yang berpatroli di sana. Kabar itu pun langsung segera ia sampaikan kepada komandan pasukan Sirai.
Pasukan Sirai ini adalah pasukan perdamaian yang telah berdiri puluhan tahun lalu. Tugas mereka adalah mencegah perang terjadi ataupun membantu sebuah Desa jika Desa tersebut diserang.
...****************...
Untuk yang bertanya kenapa pasukan Sirai tidak membantu Desa asal Hugo. berikut adalah beberapa alasannya :
Peristiwa penyerangan Desa asal Hugo terjadi secara mendadak.
Jarak antara markas pasukan Sirai dengan Desa asal Hugo sangat Jauh.
__ADS_1
(Karena belum kepikiran) heehhe.
...****************...
Awalnya prajurit itu tidak cukup informasi untuk meyakinkan kepada komandan. Bahwa apa yang dilakukan pasukan Reibaras sulit untuk dijelaskan.
Tetapi karena terus menerus untuk membujuknya, akhirnya komandan pasukan Sirai ini menuliskan surat untuk Kepala Desa Koturo. Ini dilakukan agar mereka berjaga-jaga karena pasukan Reibaras akan menyerang mereka.
Begitu suratnya selesai dibuat. Komandan Sirai mengutus seekor burung elang untuk mengirimkannya dengan cepat. Agar pesan tersebut sampai lebih dahulu daripada pasukan Reibaras.
Komandan Sirai bernama Masytar, ia adalah anak dari komandan pasukan Sirai sebelumnya. Komandan Masytar merupakan adik daripada raja Ranstak. Raja Ranstak membelot kepada pasukan Reibaras karena dirinya merasa tidak diperlakukan sebagaimana yang seharusnya.
Setelah berguru dengan guru ilmu hitamnya selama di markas pasukan Sirai. Raja Ranstak melakukan penyerangan secara langsung kepada adiknya yaitu komandan Masytar.
Namun serangan itu berhasil dihalau oleh pasukan Sirai. Meraka pun langsung mengusir Ranstak dari markasnya saat itu juga. Pada saat itu Ranstak menemui markas Reibaras.
Tiba di markasnya Reibaras. Ranstak kaget ketika melihat raja dari pasukan Reibaras sedang sakit parah, dan meminta untuk mencari penggantinya dan dapat melanjutkan kejahatannya.
Ranstak yang saat itu tertarik, mencoba memperlihatkan kemampuan yang dimilikinya itu untuk menarik perhatian raja Reibaras yang sakit.
Raja Reibaras yang saat itu sakit parah, langsung tertarik pada Ranstak. Dan ingin menunjuknya sebagai pewarisnya.
Sejak saat itu Ranstak menjadi raja di Reibaras. Berita itu telah menyebar ke seluruh negri dan didengar oleh Komandan Masytar. Beliau merasa terpukul karena kakaknya telah pergi ke arah yang salah.
Mulai saat itu Komandan Masytar menyuruh agar pasukan Sirai berjaga-jaga dari bagian terluar markas Sirai, untuk serangan yang mungkin akan mereka hadapi.
Lalu kita beralih kembali ke masa sekarang.
Komandan Sirai menyiapkan pasukan berkuda nya untuk pergi ke Desa Koturo. Dirinya juga akan ikut dalam operasi tersebut.
Hanya sebagian pasukan saja yang menetap dan berjaga di markas Sirai. Mereka akan tiba di sana lebih lama dari pada pasukan Reibaras.
Tetapi karena surat yang dikirimkan oleh Komandan Masytar. maka itu akan memberikannya sedikit waktu untuk menolong Desa Koturo.
Cerita beralih kembali ke Hugo dan kawannya. Mereka kini beristirahat kembali untuk kedua kalinya.
Isabella pun tanpa basa-basi langsung mengungkapkan caranya agar dirinya dan orang tua aslinya bisa bertemu kembali.
"Jadi gini namaku Isabella, sebenarnya bukan pemberian dari Mr.Beja. Melainkan ini adalah nama pemberian yang orang tua kandungku yang memberikan kepadaku." Ucap Isabella.
__ADS_1
"Lohh Mr.Beja tau darimana jika nama Isabella adalah pemberian dari orang tua aslimu?" Tanya Hugo kepada Isabella dengan rasa penasaran.
Isabella lalu menunjukan kalung yang ada lehernya terdapat tulisan Isabella. Isabella juga menyebutkan bahwa itu adalah kalung pemberian langsung dari ibunya saat dirinya dihanyutkan ke sungai.
"Ternyata kisah hidupmu jauh lebih menyakitkan ya daripada diriku. Aku pikir dengan segala kesakitan yang aku rasakan itu adalah hal yang paling menyakitkan." Ucap Hugo dengan suara pelan.
"Makanya Hugo kau itu harus semangat dalam menjalani hidupmu. Jangan terlalu berlalu dalam kesedihan yang kau rasakan." Ucap Oliver untuk menyemangati Hugo.
Billy juga mengatakan kepada Hugo agar tidak selalu memikirkan masalahnya itu. Dan ia juga bilang bahwa jika selalu ada masalah bukan berarti kita hanya bisa merenungi masalah itu.
"Cobalah untuk tidak memikirkan masalahmu Hugo. Ada saatnya untuk kita merasakan hidup yang Tuhan berikan. Lihatlah Isabella meskipun dia memiliki masalah yang besar namun ia tidak pernah terlihat sedih didepan kita." Seru Billy kepada Hugo.
Isabella juga menambahkan jika mungkin masalah itu memang berat. Tetapi akan lebih berat jika kita memikirkannya.
Isabella pun memeluk Hugo dan diikuti oleh Oliver dan Billy untuk menguatkan satu sama lain.
Hugo, Oliver, Billy, dan Isabella melanjutkan kembali perjalanan mereka. Kini Hari sudah hampir gelap dan mereka belum menemukan tempat untuk mendirikan tenda.
Saat melewati pohon yang besar. Hugo berkata untuk berhenti. Dia mengatakan jika ini adalah tempat yang sempurna untuk mendirikan tenda.
"Kau bener juga Hugo. Hari juga akan gelap dan di sini sulit untuk menemukan pohon yang cocok untuk berteduh." Ucap Oliver.
Mereka pun menikmati malam dengan mendirikan tenda didekat pohon besar. Saat itu juga mereka manfaatkan untuk melihat arah jalan mereka. Apakah sesuai atau tidak.
"Jika kita melihat petanya. Kita akan sampai ke Desa selanjutnya dengan berkuda ke arah timur laut." Ucap Oliver.
"Oliver apa kamu tahu nama Desa itu?" Tanya Isabella kepada Oliver.
Oliver mengatakan bahwa ia tidak tau nama Desa tersebut. Karena dirinya belum pernah pergi sejauh ini. Isabella yang mendengar lalu mengatakan kepada mereka bahwa nama Desa itu adalah Desa Suporsas.
"Apa kamu pernah ke Desa itu sebelumnya Isabella?" Tanya Hugo kepada Isabella.
"Ohhh aku mah sering berkunjung ke Desa Suporsas. Dan aku tahu jalan tercepat menuju ke sana." Ucap Isabella kepada teman-temannya.
Isabella sering ke sana karena Kepala Desa Suporsas merupakan teman dari Mr.Beja. Ia selalu diajak Mr.Beja saat mereka ingin berkunjung ke Desa Suporsas.
"Lalu, lewat mana agar perjalanan kita sampai lebih cepat dari sebelumnya?" Tanya Billy kepada Isabella.
"Kalau itu kita memotong jalan melewati hutan dan perkebunan milik warga. Namun jalan itu sangat sulit untuk dilewati bersama. Karena medan jalan yang susah." Jawab Isabella.
Hugo dan Oliver menerima untuk melewati jalan tersebut. Karena mereka ingin cepat sampai ke Desa Suporsas.
__ADS_1
Hugo, Oliver, Billy, dan Isabella pergi untuk tidur dan akan melanjutkan perjalanannya esok pagi.