
Komandan Masytar memulai membentuk yang berisikan lima orang. Dan semuanya itu adalah lima orang pemimpin 1 sampai dengan 5.
Para pemimpin ini akan menghadapi misi untuk melacak dan mencari keberadaan jendral Sasado.
"Aku akan menyerahkan semua tanggung jawab misi ini kepada kalian berlima."
"Aku juga mengharapkan kalian bisa menyelesaikan misi ini dengan hasil yang terbaik." Ucap komandan Masytar.
"Baik komandan, kami akan melakukan yang terbaik." Ucap pemimpin 1.
Mereka berlima segera mempersiapkan perbekalan untuk perjalanan mereka. Maka perjalanan untuk misi mengejar jendral Sasado pun dimulai.
...****************...
Keadaan yang dialami di Markas pasukan Sirai dengan markas pasukan Reibaras jauh berbeda. Kegagalan saat menyerang Desa Koturo menyebabkan raja Ranstak banyak berdiam diri.
Namun berdiam diri yang dilakukan raja Ranstak bukanlah hal sepele. Raja Ranstak melakukan itu dengan ilmu khusus.
Yang pastinya dengan ilmu itu, raja Ranstak dapat menambah kekuatan yang ia miliki.
Tiba di suatu waktu, dimana raja Ranstak melakukan penglihatan sihirnya melalui bola ajaib. Raja Ranstak ingin melihat perkembangan pengejaran oleh panglima dan jenderalnya.
Raja Ranstak melihat bahwa panglima dan jendral sedang menuju gerbang Desa Koturo. Hanya melihat dalam beberapa detik, tiba-tiba raja Ranstak langsung menutup.
"Harusnya aku bisa hancurkan itu Desa!" Ucap raja Ranstak.
Kemudian panglima Jesta dengan jendral Sasado mulai memasuki daerah Desa Koturo. Tentunya mereka akan melakukan penyamaran sebagai pedagang yang ingin berjualan.
"Kita harus kemana dulu panglima. apakah kita akan menetap di sini sebentar atau langsung melanjutkan?"
"Desa ini masih terlihat hancur ya panglima." Ucap jendral Sasado.
Dengan menyamar sebagai pedagang, panglima dan jendral pasti akan berjualan. Di saat itulah mereka akan mengumpulkan informasi terkait Hugo dan kawannya.
"Kita akan menetap sebentar dan mencari informasi mengenai Hugo. Oke." Jawab panglima Jesta.
Mereka pun pergi ke pasar Desa Koturo, dan mulai melakukan penyamarannya. Selagi menyamar, mereka membagi dua tugas.
Tugas pertama akan diberikan kepada jendral Sasado, untuk menjaga barang dagangan dan berusaha melihat keadaan sekitar.
Tugas kedua diberikan kepada panglima Jesta, untuk berkeliling mencari informasi tentang Hugo dan kawannya.
Pergilah, panglima Jesta berkeliling Desa Koturo. Dilihat dari mata sang panglima bahwa desa Koturo ini belum sepenuhnya bangkit setelah penyerangan kemarin.
Sampai di suatu area, panglima Jesta mendengar sekelompok orang yang berbicara mengenai Hugo.
"Sepertinya mereka sedang membicarakan Hugo." Ucap panglima.
Lalu panglima mendekatkan dirinya ke sekumpulan orang dan menguping pembicaraan mereka.
"Apa mungkin serangan mereka itu gara-gara Hugo ya?" Ucap si A
"Siapa Hugo?" Ucap si B
__ADS_1
"Menurutku si iya. sebab setelah ia pergi, mendadak pasukan Reibaras menyerang kita." Ucap si C
"Memang mereka mau kemana si sebenarnya?" Tanya si A
"Kayaknya mereka akan ke Desa Suporsas deh. dan mereka juga membawa Isabella bersama." Ucap si C
Merasa informasi yang dibutuhkan panglima sudah cukup, ia pun bergegas untuk kembali ke jendral Sasado.
"Jendral, aku punya informasi bagus untukmu." Ucap panglima Jesta.
"Ohh, informasi apakah itu." Tanya jendral Sasado.
"Gini aku mendapat informasi jika Hugo dan kawannya pergi ke Desa Suporsas. Kita harus pergi sekarang juga, supaya tidak tertinggal jauh dari mereka!" Seru panglima Jesta.
Jendral Sasado bersama panglima Jesta kembali melanjutkan pengejaran kepada Hugo dan kawannya.
*******
Jika panglima Jesta dengan jendral Sasado mengejar Hugo. Maka mereka pula dikejar oleh pasukan Sirai yang diutus oleh komandan Masytar.
"Hhheeee... apa kalian ada yang tau, kemana kita harus mengejar jendral Sasado dan panglimanya?" Tanya pemimpin 2 dengan ragu.
"Pasti mereka akan menuju Desa Koturo, terlebih lagi mereka habis menyerang desa tersebut." Ucap pemimpin 1.
"Ohh iya, betul juga kata lu." Seru pemimpin 2.
Para pemimpin memulai perjalanan menuju arah Desa Koturo kembali. Dengan berharap bahwa perkiraan mereka benar jika jendral Sasado dan panglima Jesta berada di sana.
******
"Tolong berhenti!!" Ucap orang misterius.
Dalam hal ini, panglima Jesta dengan jendral Sasado sempat menahan diri. Disaat itulah mereka membuat keputusan.
"Aduhh.. kita harus bagaimana panglima, kita tetap pergi atau berbalik badan." Tanya jendral Sasado.
"Sebaiknya kita menjawab panggilan itu, supaya keberadaan kita tidak dicurigai di sini." Ucap panglima Jesta.
Mereka berdua pun berbalik badan dan menjawab panggilan orang misterius.
"Ya pak, kenapa." Jawab panglima Jesta.
Setelah di lihat ternyata yang memanggil mereka adalah Mr.Beja, yang tidak lain adalah ayah angkat dari Isabella. Hal ini tentu tidak diketahui oleh panglima Jesta dengan jendral Sasado.
"Saya tidak pernah melihat anda disekitar area ini. Apakah anda berdua pendatang baru dari desa sebrang?" Tanya Mr.Beja dengan rasa curiga.
Dengan berpikir bahwa, tidak mungkin ia berkata sejujurnya kepada Mr.Beja. Panglima Jesta pun berkata bohong untuk menipu Mr.Beja.
"Ohh... enggak, sebenarnya kami hanya datang untuk berdagang sebentar. Karena kami akan melakukan perjalanan jauh." Ucap panglima Jesta.
"Jadi kalian hanya mampir ke sini ya. Apakah kalian sudah memiliki izin untuk berjualan di sini?" Tanya Mr.Beja.
Panglima Jesta dengan jendral Sasado yang tidak mengetahui, bahwa daerah ini harus meminta izin pun khawatir.
__ADS_1
"Yaa kami sudah meminta izin kepada kepala Desa Koturo."
"Jadi kami sudah bebas untuk berjualan di sini." Ucap panglima Jesta.
"Ohh gitu ya, coba kulihat surat perizinannya?" Tanya Mr.Beja.
Dalam keadaan ini panglima dengan jendral Sasado tidak bisa berbuat apa-apa selain kabur, melarikan diri. Maka dari itu pangeran meminta waktu sebentar kepada Mr.Beja untuk mengambil.
"Bentar, saya ambil." Ucap panglima Jesta.
Mr.Beja pun membiarkan panglima Jesta untuk mengambil. Namun bukannya mengambil surat seperti yang diinginkan oleh Mr.Beja, mereka malah melarikan diri.
"Heeiiii.. berhenti kalian!!!" Teriak Mr.Beja.
Teriakan Mr.Beja itu membuat orang yang berada di sekitar menjadi ikut mengejar panglima Jesta dengan jendral Sasado.
"Cepattt panglima!!!!" Ucap jendral Sasado.
Dengan mengendarai kuda, mereka berkendara sangat cepat sehingga dapat meloloskan diri dari kejaran warga Desa Koturo.
"Ahh.. kita tak dapat mengejar mereka." Ucap salah seorang warga.
"Memangnya kenapa, Mr.Beja mengejar mereka? Apakah mereka pencuri atau bukan?" Tanya seorang anak kecil yang melihat.
"Gk kok, gk papa. Lebih baik kita beritahu kepala Desa." Ucap Mr.Beja.
Warga pun membubarkan diri ke aktivitasnya masing-masing. Tinggallah seorang Mr.Beja yang berjalan ke Balai Desa Koturo.
Setibanya di Balai Desa Koturo, Mr.Beja langsung masuk ke dalam kantor kepala Desa.
"Permisi pak." Ucap Mr.Beja.
"Ya silahkan masuk." Jawab Pak Kades.
Karena telah disuruh untuk masuk, maka Mr.Beja pun memasuki ruangan kantor kepala Desa.
"Ohh kamu Beja, ada apa?" Tanya Pak Kades.
Mr.Beja tidak pikir panjang untuk langsung menceritakan yang dia alami. Pastinya tentang panglima Jesta dengan jendral Sasado.
Segala keperluan yang diperlukan Pak Kades dipenuhi oleh Mr.Beja. Di antara lain seperti ciri-ciri orang tersebut, tingginya, penampilan, dan lain sebagainya.
Setelah diceritakan semuanya oleh Mr.Beja. Pak Kades pun hanya memberikan jawaban santai saja.
"Ohhh biarkan saja. Sepertinya orang itu hanya untuk numpang lewat di Desa kita."
"Dan sepertinya mereka hanya memanfaatkan keadaan untuk berjualan di sini." Ucap Pak Kades.
"Tapi pak itu bisa berbahaya untuk desa kita!" Seru Mr.Beja dengan khawatir.
"Udah jangan terlalu dipikirkan." Ucap Pak Kades.
"Ok lah pak." Seru Mr.Beja sambil berjalan ke arah luar.
__ADS_1
Mr.Beja pun pulang ke rumah dengan rasa tidak puas akan respon dari Kepala Desa.