
Episode ke empat belas ini, kita akan mengalihkan perhatian sedikit dari Hugo dan temannya. Untuk episode ini akan berfokus pada panglima Jesta.
...Berikut kisahnya!...
...----------------...
Panglima Jesta kini mendekati markas pasukan Sirai. Sebelum melancarkan aksinya, panglima Jesta beristirahat di pohon beringin yang rindang. Dalam istirahatnya, panglima Jesta sempat memakan perbekalannya seperti manusia biasa.
Merenungi kehidupan masa lalunya merupakan kegiatan yang ia lakukan selama istirahatnya itu. Kehidupan panglima Jesta saat kecil sangat penuh dengan derita.
Panglima Jesta dilahirkan dari keluarga paling miskin di Desa Parpay. Kehadirannya tersebut bukannya membuat hati keluarga bahagia, namun sebaliknya. Kehadiran Jesta tersebut membuat keluarga Jesta mendapat kesulitan.
Mulai dari hutang ayahnya yang belum terbayarkan, tanahnya yang sudah habis terjual, dan yang paling menyakitkan, ayahnya harus di kerja paksakan di sebuah pulau untuk membayar tagihannya.
Saat berusia tiga tahun ia selalu di aniaya oleh orang tua kandungnya. Karena sering menangis dan merepotkan orang tuanya. Pada akhirnya dirinya di buang saat berusia empat tahun ke hutan.
Kemampuan bertahan hidup Jesta sudah terasah saat itu juga. Naluri bertahan sudah ditemukan maka tidak heran jika Panglima Jesta bisa bertahan sampai sekarang.
Usia delapan tahun Jesta sudah berani untuk keluar dari hutan dan berkeliling untuk mencari tempat tinggal baru. Ia pun mencari jalan keluar dari tengah hutan. Jesta kerep kali menemui hewan liar nan buas di perjalanan menuju keluar hutan.
"Ahh, kenapa hidupku seperti ini!!" Seru Jesta sambil meratapi nasib.
Meskipun begitu, Jesta tetap pantang menyerah untuk menggapai tujuannya tersebut. Setelah lebih dari satu bulan mencari jalan keluar, Jesta berhasil mencapai ujung dari hutan.
Ia pun menelusuri jalan di sana untuk bisa sampai ke penduduk Desa. Berjam-jam ia berjalan tanpa makanan dan minuman. Namun di sinilah ia menemukan nasibnya itu. Raja Ranstak yang saat itu mengalami hal yang serupa yaitu terusir dari rumah, bertemu di jalan.
"Hei nak, mengapa kau bisa sampai berada di sini? Di mana orang tuamu?" Tanya Ranstak.
"Saya berada di sini karena orang tuaku yang membuangku ke sini. Ini semua bukan karena saya main terlalu jauh paman." Balas Jesta kepada Ranstak.
__ADS_1
Mengetahui bahwa anak itu sendirian, Ranstak memberitau jika dirinya dapat mengantarkan dia ke rumah orang tuanya lagi.
"Bagaimana jika paman mengantarkan kamu lagi ke rumah orang tuamu?" Tanya Ranstak kepada Jesta.
Jesta yang terbingung sempat tidak bisa berkata apapun di hadapan Ranstak. Karena Ranstak memiliki tubuh yang kekar dan muka yang seram. Namun ia berani mengatakan yang sebenarnya ke Ranstak setelah memikirkan resiko dari perbuatannya.
"Sebenarnya aku telah di buang sejak usiaku empat tahun paman. Jadi aku tidak dapat mengingat apapun tentang rumahku yang dulu." Ucap Jesta sambil gemetar.
Ranstak pun iba melihat apa yang telah diperlakukan oleh orang tua kandung dari Jesta. Ranstak memiliki ide untuk membawa anak ini ikut bersamanya ke markas Reibaras. Ranstak berharap dia mendapat kehidupan yang lebih layak.
"Omong-omong siapa namamu nak?" Tanya Ranstak.
"Nama saya Jesta paman, ini adalah nama yang sering dipanggil oleh ayahku dulu." Jawab Jesta.
Ranstak lalu menawarkan untuk bergabung dengannya ke markas Reibaras.
"Apa kau mau ikut denganku ke markas Reibaras?" Tanya kembali Ranstak kepada Jesta.
Jesta yang mengetahui bahwa Reibaras adalah pasukan yang berbahaya dan jahat, ia langsung menolak tawaran itu mentah-mentah.
Tetapi dia kembali berpikir bahwa jika ia tidak menerimanya maka ia akan hidup dalam hutan terus menerus.
"Saya berubah pikiran paman. Jika paman tidak keberatan, maka saya akan ikut dengan paman." Ucap Jesta.
"Baguslah, kamu memilih pilihan yang bagus. Sekarang kita akan berjalan ke arah timur untuk ke markas Reibaras." Ucap Ranstak.
Mereka pun kini berjalan ke arah timur untuk ke markas Reibaras. Sepanjang perjalanan mereka saling bertukar cerita. Ranstak pun membagikan ilmu hitamnya sedikit demi sedikit kepada Jesta.
Singkat cerita, mereka sampai di depan markas pasukan Reibaras. Sesampainya di sana, mereka mendengar seluruh prajurit berlarian ke dalam.
"Paman kenapa mereka pada berlarian ke dalam? Apakah mereka takut pada kita?" Tanya Jesta kepada Ranstak.
__ADS_1
"Ayo kita masuk ke dalam untuk mencari tau apa yang terjadi!" Seru Ranstak.
Ranstak serta Jesta berlari masuk untuk mengetahui apa yang terjadi saat mereka datang. Setelah masuk ternyata prajurit Reibaras sedang khawatir karena sang raja mereka sedang sekarat. Di saat itu juga raja Reibaras memberi ultimatum untuk siapa saja yang bisa menggantikannya.
"Wahai prajuritku, karena usia dan penyakitku ini, aku tidak memungkinkan bisa bersama kalian lebih lama lagi. Aku ingin mencari pengganti raja baru untuk Reibaras. Barang siapa yang menginginkan jabatan itu silakan maju ke hadapanku." Ucap raja Reibaras.
Kehadiran Ranstak dan Jesta merupakan saat yang tepat sekali. Ranstak ingin maju untuk membuktikan bahwa dirinya bisa menggantikan posisi raja. Tetapi keraguan datang dalam pikirannya untuk tidak maju.
"Paman kenapa kau tidak perlihatkan saja kekuatan ilmumu untuk menarik perhatian sang Raja. Saya yakin bahwa paman pasti terpilih." Seru Jesta dengan menyemangati Ranstak.
Dukungan yang diberikan oleh Jesta membuat rasa percaya diri Ranstak naik kembali.
"Rajaku izinkan saya untuk maju ke depan." Ucap Ranstak.
Dia pun berjalan sambil mengangkat tangannya ke arah sang raja Reibaras.
"Apa yang membuatmu begitu spesial dan ingin menjadi raja Reibaras? Dan siapa namamu wahai pemuda?" Tanya raja Reibaras kepada Ranstak.
"Saya adalah Ranstak tuanku. Saya ingin menjadi raja Reibaras karena ingin membalas dendam kepada saudara saya."
"Saya memiliki kemampuan ilmu hitam untuk bisa mengendalikan pikiran orang lain dan berbicara telepati." Ucap Ranstak.
Kemudian Ranstak membuktikan kemampuannya tersebut kepada salah satu prajurit. Karena ingin membuktikan bahwa dirinya benar menguasai ilmu hitam, Ranstak sampai membunuh prajurit Reibaras.
"Apaa. apa yang kau lakukan, itu luar biasa!" Seru raja Reibaras.
Hal tersebut membuat raja Reibaras senang dan membuat dirinya sudah menemukan penerus Reibaras.
"Kau membuktikan kepadaku bahwa kau pantas untuk menerima jabatan sebagai raja Reibaras yang baru. Pasukan Reibaras sambutlah raja baru kalian.! RAJAA RANSSTTAAKK!!" Teriak raja Ranstak kepada pasukannya.
Gemuruh pasukan Reibaras menyambut raja baru mereka. Namun kebahagian itu harus terhenti karena raja Reibaras mengalami jatuh secara tiba-tiba saat berdiri.
__ADS_1
Pasukan Reibaras yang menolongnya pun tidak bisa berbuat banyak, karena detak jantung raja Reibaras sudah terhenti.
Sorak Sorai gembira pasukan Reibaras seakan berubah menjadi rasa sedih. Kematian raja Reibaras itu menandakan berakhirnya sistem Reibaras dan akan di ganti dengan sistem raja Ranstak.