
Setelah penyerangan yang mengakibatkan hancurnya Desa asal Hugo dan Oliver. Mereka kini menetap di Desa asalnya Billy. Dua tahun sudah berlalu namun bagi Hugo kesakitan akan kehilangan orang tuanya masih terasa.
"Hey, Hugo ayolah, Jangan sedih begitu donk. Lupakan saja tentang semua kesakitan yang kau rasakan waktu dulu. Kini sudah saatnya untuk kita bangkit kembali." Ucap Oliver.
"Entah mengapa sebelum kita membalas dendam. Aku sulit untuk melupakan itu." Hugo membalas Oliver.
Disaat Hugo membahas tentang membalas dendam. Disaat itu pun Oliver teringat akan buku yang dipunyai oleh Hugo.
"Hugo tolong ambilkan buku tentang Reibaras. Aku akan melakukan sesuatu dengannya." Ucap Oliver.
Hugo lalu mengambilkan buku tersebut yang berada di bawah kasurnya. Ternyata buku itu sudah lama ditinggalkan Hugo karena ia merasa putus asa. Oliver lalu membukakan buku tersebut tepat di halaman yang bertuliskan.
"Jika kau ingin mencarinya maka kau tidak akan tahu keberadaannya, melainkan jika kau mendapat petunjuk melalui sebuah mimpi. itu berarti kau diperbolehkan untuk mencari Pedang Legenda."
Oliver lalu memanggil Billy untuk memperhatikannya. Ternyata Oliver ingin menunjukan kepada Hugo dan Billy tentang suatu kata yang ada di dalam buku tersebut.
"Kau tau Hugo, Mimpi adalah satu-satunya jalan dimana kau bisa mendapatkan Pedang Legenda." Ucap Oliver
Hugo kini merasakan apa yang diucapkan Oliver ada benarnya. Sebab sebelumnya ia tidak pernah mendapatkan mimpi tersebut. Ini berarti Hugo belum diperbolehkan untuk mencari Pedang Legenda.
"Lalu apa yang harus aku lakukan untuk mendapatkan mimpi tersebut?" Hugo bertanya.
"Menurutku kau harus tanamkan niat didalam hatimu untuk melihat keberadaan Pedang Legenda saat kau ingin tidur." Balas Oliver.
__ADS_1
Billy pun hanya memerhatikan Hugo dan Oliver berdiskusi. karena ia tahu ini bukanlah hal yang bisa ia lakukan.
Malam hari tiba, ini adalah watu yang pas untuk memulainya. Hugo pun melakukan apa yang Oliver suruh kepadanya yaitu dengan memanjatkan niat di dalam hatinya. Tidurlah ia dengan niat di dalam hatinya. Ternyata Hugo tidak memimpikan apapun tentang Pedang Legenda itu. Karena alasan itu dia bilang ke Oliver bahwa dia tidak memimpikan apa-apa.
"Oliver mengapa aku tidak memimpikannya, padahal aku sudah berniat di dalam hatiku." Ucap Hugo kepada Oliver.
Oliver pun ternyata bingung kenapa hal tersebut tidak terjadi. Ia meminta kepada Hugo untuk melakukanya terus menerus sebelum ia tidur di lain malam.
"Mungkin kau harus melakukannya lagi dan lagi, jangan berhenti sampai kau mendapat mimpi tersebut." Ucap Oliver.
Tiap malam Hugo selalu melakukannya. Dan tak terasa sudah 90 hari ia melakukanya berarti Sudah tiga bulan ia menantikan mimpi tersebut. Namun saat di malam 91 Hugo lupa untuk memanjatkan niat di hatinya, dia tertidur lebih cepat dari pada sebelumnya.
Dan tanpa terduga mimpi tersebut datang di tengah tidurnya Hugo. Di dalam mimpi Hugo merasakan berada di suatu tempat yang tidak ia ketahui. Tempat itu berada di dalam suatu Gowa yang dimana Gowa tersebut memiliki cahaya yang begitu sedikit di dalamnya. Saat itu Hugo melihat Pedang Legenda tertancap di atas batu Gowa. Hugo ingin mencabut Pedang tersebut namun, ia terbangun secara tiba tiba dan secara tidak langsung mimpi itu menjadi hilang.
Hugo melanjutkan tidurnya agar besok pagi ia bisa memberitau Oliver dan Billy. Saat ia tertidur sudah tidak ada lagi mimpi yang dia dapat. mimpi tadi adalah satu-satunya petunjuk yang ia dapat.
Pagi tiba, Hugo dengan bergegas pergi ke tempat teman-temannya untuk memberitahu apa yang ia dapat. Oliver dan Billy ternyata masih belum bangun dari tidurnya. Dikarenakan mereka belum bangun Hugo mengambil air dalam ember untuk menyiram mereka.
Tanpa berbasa-basi Hugo langsung menyiram/mengguyur Oliver dan Billy yang saat itu langsung terkejut dan kaget.
"aahhh, dingin." Ucap Oliver dan Billy secara bersamaan
"Ayo bangun aku sudah mendapatkan mimpi tentang Pedang Legenda." Ucap Hugo dengan semangat
__ADS_1
Oliver dan Billy seketika bersemangat saat mendengar kabar tersebut. Mereka berdua langsung bergegas untuk bangun dan menanyakan apa yang Hugo liat.
"Serius kau? Apa yang kau lihat? Apa kau tau tempatnya?" Ucap Billy kepada Hugo.
Hugo pun langsung menceritakan semua yang dia lihat di dalam mimpinya. Oliver dengan sigap mencatat apa yang dikatakan Hugo untuk berjaga-jaga jika Hugo telah lupa. Selesai Hugo menceritakannya, pertanyaan yang paling penting adalah dimana letak Gowa tersebut.
Karena hal itu, mereka ingin menemui seseorang yang memiliki pengetahuan tentang Gowa di sekitar mereka. Orang tersebut bernama Mr Hopper. Mr Hopper adalah seorang kakek tua yang hidup di Desa Burad. Desa Burad berjarak sangat jauh dari Desa mereka. membutuhkan perjalanan yang jauh dan melewati 5 Desa.
"Apa kau yakin ingin ke Desa Burad Hugo? aku pikir itu akan memakan waktu yang lama." Ucap Billy dengan tidak yakin.
"Mau bagaimana pun kita harus ke sana. Resiko pasti akan selalu ada untuk yang kita lakukan." Balas Hugo kepada Billy dan Oliver.
Dengan begitu mereka bertiga memutuskan untuk pergi seminggu kemudian. Tetapi sebelum itu mereka akan mengumpulkan makanan dan minum atau mungkin pakaian untuk bekal perjalanan jauh mereka.
*Seminggu berselang*
Hugo, Billy, Oliver akan melakukan perjalanannya sesuai jadwal. Tetapi ada keterangan dari Oliver bahwa bekal mereka belum cukup untuk perjalanan mereka.
"Kalian sudah siap untuk apa yang kita bawa?" Tanya Hugo kepada Billy dan Oliver.
"Belum cukup bekal makanan kita untuk melakukan perjalanan. Mungkin kita butuh beberapa hari lagi untuk memulai." Jawab Oliver.
Dikarenakan kabar tersebut membuat mereka bertiga menunda perjalananya kembali.
__ADS_1