
...*ini adalah lanjutan dari episode 3 yang berjudul (perjalanan dimulai)*...
Dengan polosnya kapten penunggang kuda menerima tawaran tersebut tanpa mencurigai pikiran raja Ranstak.
"Oke lah. Mereka saat ini sedang menuju Desa Koturo. setelah itu mereka akan melewati empat Desa lagi. dan tempat tujuan mereka ialah ke Desa Burad." Ucap kapten penunggang kuda kepada raja Ranstak.
Dengan berbekal informasi yang diberikan oleh kapten penunggang kuda. Raja Ranstak dapat mencari dan membunuh Hugo, Oliver, dan Billy.
Karena dirasa informasi yang ia terima sudah cukup raja Ranstak memerintahkan kepada kapten penunggang kuda untuk pergi.
"Akan ku percaya omongan mu, tapi jika kau berbohong akan aku bunuh kau dan seluruh anggota mu!" Ucap raja Ranstak kepada kapten penunggang kuda dengan tegas.
"Kau harus mempercayaiku. Sebelum aku pergi aku akan meminta imbalanku." Jawab kapten penunggang kuda.
Kegilaan akan mendapatkan harta yang ia impikan tersebut, justru membuat dirinya dalam bahaya. Raja Ranstak tidak akan memberikan imbalan tersebut melainkan membunuh mereka.
Raja Ranstak pun menyuruh kapten penunggang kuda untuk mencari imbalan nya tersebut di luar. Kapten penunggang kuda mengikuti apa yang diperintahkan raja Ranstak kepadanya.
(Kapten penunggang kuda berjalan ke luar markas)🏃🏃
"Hei, panglima kau bunuh kapten dan Para anggotanya dengan pasukanmu!" Suruh raja Ranstak kepada panglima.
Saat berada di luar kapten memang menerima imbalannya. Di sana terdapat seratus ekor kuda sesuai permintaannya tersebut.
__ADS_1
Kapten dan anggotanya berjalan ke arah kuda itu untuk melihatnya lebih dekat. Namun ternyata itu adalah sihir manipulasi seakan mereka melihat kuda padahal nyatanya tidak.
Sihir tersebut berasal dari raja Ranstak. Ia yang memberi sihir manipulasi kepada kapten dan para anggotanya. Setelah kapten dan anggotanya mendekat ke kuda, maka sihir tersebut akan dicabut darinya.
"Ahhhh. Sial kita ditipu, itu bukanlah kuda sungguhan melainkan para pasukan Reibaras. Semuanya lariiii!" Ucap kapten penunggang kuda dengan rasa paniknya yang tinggi.
"BUNUH MEREKA!!"
"Jangan harap mendapat keuntungan dari kita. SERANGGGG!!" Seru sang panglima.
Karena sudah tidak ada pilihan lain. Jika ia lari maka pasukan Reibaras semakin kencang kearahnya. Dia memutuskan untuk anggotanya agar menyerang balik ke arah Reibaras.
Pertempuran tidak bisa ter elakan lagi. Kedua kubu sama-sama menyerang satu sama lain demi bertahan hidup.
Darah bercucuran menggenangi halaman markas pasukan Reibaras. Perjuangan para penunggang mungkin tidak akan berhasil karena sebanyak apapun mereka membunuh lawannya maka mereka akan terus bertambah.
" Takdir kita mungkin mati di sini, tetapi kita tidak ditakdirkan untuk menyerah begitu saja. Semangat kalian SEMUAAA!" Seru kapten penunggang untuk membakar semangat anggotanya.
*yaaaa*
Lima menit sudah pertempuran tersebut terjadi kini menyisahkan kapten seorang diri. Ia sedang sekarat namun sebelum ia mati ia berkata sesuatu kepada panglima.
"Mungkin aku tidak bisa membunuhmu. Tetapi kesalahan aku ini, akan dibayar tuntas oleh Hugo dan kawannya." Ucap kapten penunggang kuda dengan nada serius.
__ADS_1
"Alaaah kau hanya bisa bacot saja. kau itu tidak ada bedanya denganku."
"MATI SAJA KAU." Seru panglima Reibaras.
"Maafkan aku Hugooooo....ahhh." Kata terakhir dari kapten penunggang kuda.
*Kembali ke Hugo dan kawannya*
Hugo yang saat itu sedang mengendarai kudanya, merasakan jika ada yang memanggilnya. Ternyata suara dari kapten penunggang sampai hanya ke telinga Hugo.
Karena suara itu, Hugo menoleh ke belakang. Namun ia harus terjatuh karena terlalu lama menoleh ke belakang.
"Ahhhh...(jatuh dari kuda)... Aduhhh."
Seru Hugo dengan rasa sakitnya.
"Kau kenapa Hugo?" Tanya Oliver.
"Aku seperti mendengar suara memanggil namaku, namun mungkin itu hanya halusinasi ku saja." Jawab Hugo.
Atas kejadian itu mereka beristirahat sejenak beberapa menit.
Desa Koturo sudah terlihat gerbang utamanya dan hanya berjarak beberapa kilometer lagi dari titik mereka istirahat. Hal ini membuat Hugo dan kawannya tiba lebih cepat dari perkiraan mereka.
__ADS_1
"Akhirnya gerbang Desa sudah terlihat. Ayo kawan kita akan segera sampai." Seru Hugo kepada temannya.