
Satu Minggu dua hari adalah waktu yang diperlukan Hugo, Oliver, dan Billy untuk sampai ke Desa pertama yang akan mereka lalui. Desa ini bernama Koturo.
Hugo, Oliver, dan Billy segera masuk ke dalam pintu gerbang. Sebelum mereka masuk, Hugo dan kawannya dihadang oleh penjaga gerbang di sana dan mereka dimintai beberapa pertanyaan.
"Heeiii. Berhenti! siapa kalian? saya tidak pernah melihat kalian sebelumnya." Ucap penjaga gerbang.
"Ohh kami berasal dari Desa Mazer(desanya Billy). Kami kesini hanya ingin berkunjung ke Desa ini pak. Dan juga akan menginap untuk beberapa hari." Jawab Billy.
Penjaga gerbang merasa ada yang aneh dengan mereka. Dia berpikir jarak antara Desanya dengan Desa Mazer itu sangat jauh. Tidak mungkin ada seseorang yang hanya untuk berkunjung kesini.
"Pasti kalian tidak hanya sekedar berkunjung ke sini, melainkan ada tujuan lain" Tanya penjaga gerbang.
Tidak ada cara lain, selain untuk jujur kepadanya. Hugo tidak menceritakan untuk mencari Pedang Legenda. Karena dia sadar ia tidak boleh memberitahukan ke sembarang orang mengenai tujuannya tersebut.
Tetapi ia menceritakan kepada penjaga gerbang, bahwa mereka datang dari Desanya untuk pergi ke Desa Burad. Dengan alasan menemui pamannya yang sedang sakit di sana.
Penjaga gerbang pun mempercayai dan berpikir itu membutuhkan waktu yang lama untuk sampai ke Desa Burad.
"Lalu apakah di Desa ini terdapat penginapan untuk kami?" Tanya Oliver.
"Tentu ada. Tempat tersebut berada di dekat pasar, namun kalian harus menaruh kuda kalian di peternakan Mr.Beja. Ia akan memberikan tempat untuk peristirahatan kuda kalian." Jawab penjaga gerbang.
Hugo, Oliver, dan Billy segera masuk ke Desa untuk mencari penginapan mereka. Dengan sedikit arahan dari penjaga gerbang mereka kini tinggal mencari pasar saja. Tiba di perempatan jalan Desa, mereka bingung untuk memilih yang mana.
"Seettt. Ada tiga jalannya, pilih yang mana ya?" Tanya Billy.
"Udah kita ambil masing-masing satu jalan jika kalian udah ketemu penginapannya tunggu disini ya." Jawab Oliver.
Mereka bertiga pun berpencar dengan masing-masing memilih satu jalan. Billy akan pergi lurus ke depan, Hugo akan belok ke kanan sedangkan Oliver akan ke kiri.
Billy menelusuri jalan lurus untuk mencari penginapan. Setelah ditelusuri ternyata jalan tersebut membawa Billy ke alun-alun Desa. di sana sangat ramai banyak sekali orang yang beraktivitas di alun-alun. Billy pun menanyakan ke salah satu orang di sana.
"Permisi tuan, apa anda tau penginapan pasar Desa ini dimana letaknya?" Tanya Billy kepada salah seorang warga.
"Oh kamu mencari pasar yaa. Kamu pergi dari sini ke arah barat, setelah itu kamu hanya perlu belok ke kiri dan tinggal lurus saja setelah belok." Jawab warga Desa.
__ADS_1
Setelah tau letaknya Billy mengucapkan terimakasih kepada warga Desa tersebut dan melanjutkan perjalanannya.
Lanjut kita ke arah Oliver yang berbelok ke kiri dari perempatan sebelumnya. Oliver menemukan bahwa jalan tersebut menuntunnya ke rumah-rumah warga Desa Koturo. Oliver terus berjalan hingga akhirnya di pertengahan dari jalannya terdapat pasar.
Lalu bagaimana dengan Hugo yang berbelok ke arah kanan. Jalan yang Hugo lalui ternyata mengarah ke sebuah sungai. Beruntungnya lagi jalan yang Hugo lewati membawanya ke peternakan Mr.Beja. Lantas Hugo menaruh kudanya di sana.
"Permisi tuan, apakah benar ini peternakan Mr.Beja? Jika benar saya akan menitipkan kuda saya di sini." Tanya Hugo.
"Oh tentu ini peternakan saya. Anda bisa menyuruh anak saya untuk mengantarkan anda menaruh kuda itu." Jawab Mr.Beja kepada Hugo.
Hugo lalu kebelakang untuk bertemu dengan anaknya Mr.Beja agar membantunya menemukan tempat. Setelah Hugo melihatnya ternyata anak tersebut ialah seorang perempuan yang seusianya.
Hugo pun menyapa nya dengan malu-malu. dan bertanya dimana tempat agar dia bisa menitipkan kuda nya tersebut.
"Haii. Ayo biar aku antar kamu ke tempatnya. btw namaku Isabella aku adalah anak ke tiga dari ayahku." Ucap Isabella kepada Hugo.
Dengan rasa hati yang grogi Hugo memberitahu namanya kepada Isabella.
Setelah mereka menaruh kuda Hugo, Hugo mengajak Isabella pergi ke luar untuk menemui teman temannya yang lain. Isabella pun menerima tawaran Hugo kepadanya.
"Aku turut berdukacita atas kejadian yang menimpamu. Tapi apa yang membuat kamu datang kemari? apa kamu punya tujuan untuk itu?" Tanya Isabella kepada Hugo.
Sedikit ada rasa ragu yang terlintas di pikiran Hugo, apakah ia bisa memercayainya atau tidak. Tetapi sebelum Hugo memberitahu kepada Isabella, teman temannya datang kepada Hugo.
"Heii, Hugo dimana kudamu? dan siapa dia perempuan yang bersamamu?" Tanya Oliver kepada Hugo.
"Hei Saat aku menelusuri jalan ini aku menemukan peternakan Mr.Beja lalu aku menaruh kudaku di sana. Kalo samping aku ini Isabella, dia adalah anak dari Mr.Beja." Jawab Hugo kepada temannya.
Mereka lalu pergi ke peternakan Mr.Beja kembali dan menaruh kuda milik Oliver dan Billy. Di perjalanan Oliver dan Billy menceritakan jika mereka telah menemukan penginapan yang dimaksud oleh penjaga gerbang.
Oliver dan Billy sudah mendatangi tempat tersebut namun biaya untuk menginap di sana sangatlah mahal.
Oliver mengatakan bahwa jika mereka tetap menginap di sana, maka uang yang akan mereka perlukan untuk membeli persediaan makanan dan minuman akan berkurang hingga ke Desa Burad.
Percakapan mereka bertiga itu didengar oleh telinga Isabella. Isabella lantas menawarkan mereka untuk tinggal di peternakan milik ayahnya.
__ADS_1
"Mengapa kalian tidak tinggal di peternakan milik ayahku. Di sana terdapat ruang untuk tidur." Tanya Isabella kepada Hugo dan kawannya.
Awalnya Oliver menolak tawaran tersebut dan bilang akan mencari tempat lain, namun Hugo mengatakan di Desa ini hanya ada satu tempat penginapan.
Hugo juga mengatakan bahwa jika mereka tidur di luar itu akan mengganggu kesehatan mereka bertiga. Dan pastinya menghemat uang.
Oliver lantas mempertimbangkan hal tersebut. Jika dia memilih untuk menetap di luar atau penginapan itu tidak baik untuk kesehatan diri mereka dan keuangan mereka pastinya.
Setelah melakukan pertimbangan semasa di perjalanan. Oliver memutuskan untuk menerima tawaran dari Isabella dengan satu syarat.
"Oke aku menerimanya tetapi ada satu syarat yang harus dilaksanakan terlebih dahulu. Syaratnya itu ialah meminta izin kepada Mr.Beja selaku pemilik peternakan tersebut." Ucap Oliver kepada temannya dengan serius.
Sesampainya mereka di peternakan. Mereka bergegas menaruh kuda Oliver dan Billy di dalam. Setelah itu mereka berempat pergi ke rumah Isabella untuk meminta izin terlebih dahulu.
Rumah Isabella persis berada di samping peternakan. Setelah sampai, Isabella mempersilahkan mereka untuk masuk dan membuatkan minuman untuk mereka.
Mr.Beja menyambut kedatangan mereka dan menanyakan apa yang bisa ia bantu.
"Kami ingin meminta izin kepada anda untuk menetap di peternakan milik anda. Karena di Desa ini tidak ada penginapan yang cocok dengan kami." Jawab Hugo kepada Mr.Bejan.
Segala sesuatu di dunia ini tidak ada yang gratis begitu pula dengan Mr.Beja. Beliau memberitahu jika mereka ingin menetap akan ada syarat untuk mereka bertiga.
Hugo, Oliver, dan Billy langsung menerima persyaratan itu. Meskipun mereka belum mengetahui apa syarat tersebut, ini dikarenakan mereka tidak punya pilihan lain.
"Syaratnya adalah kalian harus bekerja di peternakan milik ku dan tenang aja aku akan menggaji kalian kok."
"Sekarang bereskan barang-barang kalian. Karena saya ingin mandi" Ucap Mr.Bejan.
Mereka diperbolehkan untuk tinggal di peternakan. Mereka berencana tinggal di sana dua hari. Karena dalam dua hari mereka gunakan untuk kembali mempersiapkan segala hal supaya bisa melanjutkan perjalanan kembali.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Suasana berbeda dirasakan di markas pasukan Reibaras. Pasukan Reibaras sedang bersiap-siap untuk berangkat mengejar Hugo dan kawannya. Pasukan Reibaras yang akan mengejar dipimpin oleh Jendral Sasado.
Pengejaran ini tidak ikut sertakan Raja Ranstak akan tetapi Jendral Sasado ialah tangan kanan sang raja. hampir di setiap perang dan pemberontakan Jendral Sasado tidak pernah gagal dalam misinya.
__ADS_1