
Setelah berpergian cukup jauh dari Desa Suporsas. Hugo, Oliver, Billy, Isabella dan Richard telah sampai di pedesaan kecil. Tepatnya di pesisir danau besar nan berbahaya itu.
Tidak seperti perkiraan mereka sebelumnya, akan mengerikannya danau itu. Ternyata penduduk Desa pesisir danau tampak biasa-biasa saja bagi mereka.
"Apanya yang mengerikan dari danau itu, semua orang di sini nampak biasa saja." Ucap Richard.
Diambang kebingungan yang menimpa mereka, Richard memutuskan untuk bertanya kepada salah seorang warga.
"Permisi, apakah anda bisa membantu saya?" Tanya Richard.
Lantas pertanyaan yang Richard berikan itu langsung disambut baik.
"Ohhh tentu, apa yang bisa saya bantu?" Jawab salah seorang warga.
"Perkenalkan nama saya Richard, dan ini teman-teman saya. Kami datang dari desa Suporsas ke sini untuk mencari seseorang yang bernama Yuto."
"Apakah anda tau?" Tanya Hugo dengan jelas.
Salah seorang warga itu pun menjawab dengan yakinnya jika ia tau seseorang bernama Yuto. Namun warga tersebut bilang bahwa Yuto adalah seseorang kakek tua yang tidak pernah keluar dari dalam rumahnya.
Jadi warga tersebut berpikir jika Richard dan temannya tidak akan bisa menemui Kakek Yuto.
"Memangnya kenapa anda ingin bertemu dengan kakek Yuto?" Tanya seorang warga.
Richard pun tidak memberitau tentang tujuan mereka, dan menghindarinya dengan berpamitan kepada warga tersebut.
"Ohh,, tidak papa. Saya dan teman saya pergi dulu ya, terima kasih." Ucap Richard sambil pergi dari sana.
Richard yang pergi dengan terburu-buru lupa untuk menanyakan tempat tinggal kakek Yuto. Dia pun bilang kepada teman-temannya, dan memutuskan untuk mencari sendiri alamat kakek Yuto.
"Aku sudah bertanya kepada seseorang namun, mereka bilang jika kakek Yuto ada di sekitar bibir pantai." Ucap Richard.
Hugo, Oliver, Billy, dan Isabella pun terkejut dengan yang dikatakan Richard. Ternyata mereka semua belum diberitahu oleh Richard mengenai ide dari Richard.
"Apa yang kau bicarakan? Siapa itu Yuto?" Tanya Hugo kepada Richard.
"Ohh aku lupa memberitahu kepada kalian, bahwa sebelum aku pergi. Aku sempat berbicara bersama ayahku mengenai danau ini."
"Lalu dia mengatakan jika kita dapat bertemu dengan kakek Yuto dan meminta bantuan padanya." Seru Richard.
Setelah diperjelas oleh Richard, mereka pun kini membantu Richard untuk menemukan rumah milik kakek Yuto.
Setelah mencarinya di bibir pantai, akhirnya Richard dan kawannya menemukan sebuah rumah misterius. Rumah tersebut nampak sudah lama ditinggal oleh pemiliknya.
Namun setelah dilihat lebih dekat oleh mereka, ternyata rumah misterius itu mengeluarkan asap dari cerobong rumah.
__ADS_1
"Apa mungkin kakek Yuto tinggal di sana, secara lokasi yang diberitahukan oleh ayah si benar." Ucap Richard.
"Udah kita cek terlebih dahulu, siapa tau itu benar!" Seru Hugo.
Mereka berlima pun segera lebih mendekati dan mengetuk pintu rumah.
*tok..tok..tok..*
Setelah menunggu sebentar, pintu rumah misterius itu terbuka. Kemudian nampak seorang remaja seusia mereka yang membukakan pintu.
"Kalian siapa?" Tanya remaja misterius.
"Kami hanya pendatang dan ingin mencari seseorang bernama kakek Yuto. Apakah benar ini rumah kakek Yuto." Tanya Hugo.
Dengan muka yang datar, remaja misterius menanyakan balik mengenai tujuan Hugo dan kawannya mencari kakek Yuto.
"Untuk apa kau mencari dia?"
Hugo berpikir jika remaja ini menyembunyikan kakek Yuto dalam rumah. Sehingga Hugo dan kawannya berusaha meyakinkan remaja itu untuk memperbolehkan mereka masuk.
"Tolong bantu kami, kami mendapat tugas penting dan harus menemui Kakek Yuto!" Seru Hugo.
Karena merasa kasihan pada Hugo serta kawannya, remaja misterius pun mempersilahkan mereka untuk masuk.
Setelah dipersilahkan untuk masuk, Richard tak sengaja langsung melihat kakek Yuto. Seketika itu Richard berjalan menuju kakek Yuto, namun saat ingin masuk ke dalam kamarnya, Richard diberhentikan oleh remaja misterius.
Perbincangan pun dilakukan oleh mereka ber-enam. Dan saling kenal mengenal dan tujuan Hugo beserta kawannya datang kemari.
Hugo pun menjelaskan bila dirinya datang kemari bersama temannya untuk ke desa Kilil. Yang dimana mereka ingin mempersingkat waktu untuk mencapai desa dengan menyebrangi danau.
Hal itu pun ditertawakan oleh remaja misterius, dan berkata bahwa mereka tidak mungkin bisa menyebrangi danau itu.
"Biar ku kasi tau ya, danau itu ialah danau dengan badai terbesar yang dimiliki."
"Kalian akan susah untuk menyebrangi danau itu." Ucap remaja misterius.
Perkataan yang dilayangkan remaja misterius lantas membuat Hugo merasa kesal. Hugo merasa jika dirinya direndahkan oleh remaja tersebut.
"Memangnya siapa kau yang bisa membuat kita tidak bisa menyebranginya." Seru Hugo dengan kesalnya.
"Aku memang bukan siapa-siapa, namun kakek yang kalian cari adalah kakekku. Aku adalah Peter dan tugasku adalah menjadi juru kunci danau ini menggantikan kakek Yuto."
"Dan tugasku ini sangat penting untuk menjaga danau ini dan agar tidak ada yang ingin menyebranginya!" Ucap Peter (remaja misterius) dengan tegas.
Keributan yang terjadi di ruang tamu menyebabkan kakek Yuto yang saat itu sedang tertidur, terbangun dari tidurnya.
__ADS_1
Kakek Yuto berjalan keluar dari kamarnya dengan rasa kebingungan.
"Ada apa nih, siapa kalian?" Tanya kakek Yuto.
"Kakek jangan terlalu banyak gerak, kakek kan belum sembuh seratus persen." Ucap Peter sambil memegang kakek Yuto.
Hugo pun menjelaskan lagi mengenai kedatangan ia dan teman-temannya. Bahkan Hugo juga mengatakan bahwa mereka dikirim oleh Mr.Andar yang merupakan temannya sendiri.
"Jadi kalian dikirim Mr.Andar untuk menemui ku."
"Darimana aku bisa memercayai kalian, bahwa kalian dikirim Mr.Andar?" Tanya kakek Yuto.
"Anda bisa memercayai kami kakek Yuto, karena kami membawa anaknya ke sini. Perkenalkan ini adalah Richard anak dari Mr.Andar kepala desa Suporsas, anda pasti mengenalnya." Ucap Hugo.
Kakek Yuto yang mendengarnya pun langsung teringat dengan nama itu. Karena saat mendengar nama itulah terakhir kali kakek Yuto dan Mr.Andar bertemu.
"Jika kalian memang ingin menyebrang melewati danau itu silahkan. Kakek mengijinkan hal itu." Ucap Kakek Yuto.
Hugo dan kawannya pun senang bukan main namun berbanding terbalik dengan Peter. Ia justru bertanya balik pada kakeknya itu.
"Tapi kek, kenapa kau mengijinkan mereka menyebrangi danau itu sangat berbahaya. Kan kakek sendiri yang bilang bahwa jangan ada yang boleh berada di danau." Seru Peter kepada kakek Yuto.
"Mereka pasti akan bisa menyebranginya, karena keyakinan yang mereka miliki sangat kuat. Karena kakek pernah merasakannya." Jawab kakek Yuto.
Peter yang mendengar hanya bisa terdiam, karena ia tak ingin melanjutkan perdebatannya dengan kakeknya.
"Jadi kami diijinkan kakek Yuto?" Tanya Richard.
"Iya kalian saya ijinkan. Tapi sebelum kalian menyebrang, kalian membutuhkan perahu untuk kalian tumpangi." Ucap Kakek Yuto.
Hugo, Oliver, Billy, Isabella, dan Richard pun dibuat kebingungan. Karena mereka lupa memikirkan terkait perahu untuk menyebrang.
"Apakah di sini ada perahu yang bisa kami sewa ataupun beli?" Tanya Hugo.
"Tentu saja tidak, kan di sini tidak boleh berenang atau memakai perahu untuk ke danau." Seru kakek Yuto.
"Lalu bagaimana caranya kita menyebarang?" Tanya Richard.
"Ya dengan perahu!" Seru kakek Yuto.
"Ya kan tidak ada perahu kek." Jawab Richard.
"Peter dapat membuat perahu untuk kalian tumpangi. Namun semua tergantung pada Peter, apakah dia mau membuatnya untuk kalian atau tidak." Ucap Kakek Yuto.
Hugo dan kawannya lantas membujuk Peter saat itu juga supaya dapat dibuatkan perahu. Namun Peter yang telah terpojok itupun masih belom bisa memutuskan ingin membuatkannya atau tidak.
__ADS_1
"Oke...Oke.. kalian pergi dulu mengambil kayu yang banyak, sana!" Seru Peter.
Hugo, Oliver, Billy, Isabella, dan Richard lalu mengikuti apa yang diperintahkan Peter.