Petualangan Hugo

Petualangan Hugo
EP16 Kesedihan Richard


__ADS_3

Dua hari sudah Hugo, Oliver, Billy, dan Isabella berada di Desa Suporsas. Kini mereka hanya perlu dua hari lagi sebelum memulai perjalanan.


Oliver dan Richard sedang melakukan pekerjaan di sekitar pasar. Pasar Desa Suporsas sangatlah luas, jadi Oliver membutuhkan bantuan Richard untuk menemaninya.


"Oliver menurutmu makanan yang kita beli cukup untuk berapa hari perjalanan?" Tanya Richard.


"Hmmm."


"Mungkin empat hari cukup. Karena kita memakai kuda dan itu tidak akan menguras perbekalan terlalu banyak. Dan jika kita kehabisan perbekalan di tengah jalan, kita makan saja kuda kita hahah." Ucap Oliver.


Saat membeli makanan untuk perbekalan tiba-tiba ada kecelakaan di pasar.


"Ehh liat Richard, sebelah sana ada keributan, ayo kita ke sana!" Seru Oliver sambil menunjuk kearah keramaian.


"Oh ya, siapa tau ada yang memerlukan pertolongan kita." Ucap Richard.


Setelah diperiksa oleh Oliver dan Richard ternyata di sana ada seseorang yang sedang terluka/sakit parah. Darahnya mengucur ke luar dan sangat banyak. Berpikir bahwa mungkin Richard bisa menolongnya, Oliver pun menyuruh Richard untuk menolong orang itu.


"Kamu tolong Richard, kasian orang itu. Pasti sangat keskitan." Ucap Oliver.


"Sabar-sabar, aku ingin menolongnya tapi aku takut tidak bisa menyelamatkannya." Ucap Richard.


Dengan pengalaman yang pastinya banyak dimiliki oleh Richard, hanya dia yang bisa membantu orang tersebut. Meskipun begitu Oliver tetap menyemangati Richard agar berani melakukannya.


"Ayolah, apa kau tidak kasihan melihat dia yang sangat kesakitan? Kau pasti bisa Richard jangan menyerah sebelum mencoba!" Seru Oliver menyemangati Richard.


Kini keputusan ada di tangan Richard. Apakah dia mau melihat orang itu mati kehabisan darah ataupun Richard yang akan menolongnya. Cukup lama waktu yang Richard butuhkan untuk memutuskan apa yang akan ia lakukan.


"Oke..oke.. aku akan menolongnya." Ucap Richard dengan gugupnya.


Richard pun mulai melakukan hal yang harus ia lakukan untuk menyelamatkan nyawa seseorang. Dimulai dari menekan daerah yang mengeluarkan darah banyak.


Sayangnya pertolongan yang dilakukan Richard terlambat. Orang tersebut sudah mati karena mengeluarkan darah yang terlalu banyak. Orang di sekeliling Richard pun merasa sedih dan sangat merasa kehilangan.


Kesedihan berarti begitu banyak bagi Richard sendiri. Ia langsung berlari dari tempat sebelumnya dan menuju rumahnya.


"Richardddd....." Teriak Oliver sambil mencoba menghentikan Richard.


Oliver mengejar Richard sampai ke rumahnya.


"Heh kamu kenapa menangis anakku?" Tanya Ibunda Richard saat berpapasan.

__ADS_1


Pertanyaan sang bundanya itu tidak ditanggapi oleh Richard dan terus berlari sambil menangis ke lantai atas. Richard berlari menuju ruang kesukaannya yang berada di lantai tiga.


Mengamuk adalah hal yang ia lakukan di kamarnya. Menjatuhkan semua barangnya yang ada di kamar tersebut. Seakan-akan kemarahannya itu membuat diri Richard tidak menyukai segala hal tentang medis ataupun kesehatan.


"Akui payah dalam hal ini...


Aku membunuh seseorang....


Aku tidak pantas untuk berada di sini..


Ohhh, mengapa aku harus begini.." Teriak Richard dari kamarnya.


Teriakan Richard itu terdengar ke telinga Oliver. Oliver turut bersedih atas apa yang terjadi di sana. Dia juga mengatakan bahwa itu bukanlah salah Richard, itu memang sudah takdirnya orang tersebut untuk mati.


"Mungkin kau bilang begitu Oliver. Tapi dalam pemikiran ku itu merupakan kesalahan ku. Aku tidak akan pernah memaafkan perbuatanku." Ucap Richard dengan perasaan menyesal.


"Tenanglah Richard. Aku akan memanggil yang lain kalau begitu. Kuharap kedatangan mereka bisa menenangkan dirimu." Ucap Oliver.


Karena merasa dirinya sendiri tidak cukup untuk menenangkan Richard. Oliver akan membawa teman-temannya dan memberitahukan apa yang terjadi. Ia mencari teman-temannya sekeliling Desa saat itu juga.


Dimulai dengan mencari keberadaan Billy yang sudah dipastikan berada di tempat arena. Dan benar saja saat diperiksa oleh Oliver ternyata Billy sedang berlatih di sana.


"Heiii.. Billy. Saya mempunyai kabar buruk. Sesuatu telah terjadi menimpa Richard saat aku pergi dengannya." Ucap Oliver.


Sekarang hanya tersisa Hugo dan Isabella yang pastinya meraka sedang bersama. Namun untuk menemukan lokasi mereka berdua sangatlah sulit terlebih di siang ini keadaan Desa Suporsas sangatlah ramai.


"Oke kita berpencar, Billy kau ke arah timur Desa. Sedangkan aku akan ke barat Desa. Ketemu ataupun tidak kita berkumpul di alun-alun Desa saat matahari tepat di atas!" Seru Oliver terhadap Billy.


Billy mengikuti apa yang diperintahkan oleh Oliver. Mereka kini memulai pencarian, Oliver akan pergi ke pasar Desa dan Billy pergi ke perumahan warga Desa Suporsas.


Oliver mencari dengan tergesa-gesa untuk menemukan Hugo ataupun Isabella. Mencari-cari di pasar bukanlah hal yang masuk akal bagi Oliver untuk mencari Hugo ke sana. Jadi ia beralih ke taman Desa untuk mencari Hugo.


Lain halnya dengan Billy, ia melihat seseorang yang nampak seperti Hugo di perumahan Desa. Setelah mengetahui itu Billy segera memanggil dan datang ke Hugo.


"Hugoo.. heii...heii.. berhenti!" Teriak Billy sambil berhenti.


Saat Billy sampai ke sana ternyata benar Hugo sedang bersama Isabella.


"Mengapa kau memanggilku dengan berteriak?" Tanya Hugo dengan penasaran.


"Richard, terjadi sesuatu terhadapnya. Lebih baik kalian ikut aku !" Seru Billy.

__ADS_1


Billy, Hugo, dan Isabella pergi bersama untuk bertemu dengan Oliver.(🏃🏃🏃)


Namun Oliver masih berkeliling di sekitar taman Desa. Mencari keberadaan Hugo dan Isabella yang pastinya tidak akan bertemu. Karena merasa tidak menunjukan kemajuan, Oliver pergi dari taman dan menuju ke alun-alun.


Setelah tiba di sana ternyata belum ada Billy di alun-alun. Oliver lalu menunggu mereka dengan cemasnya.


Setelah beberapa saat kemudian Billy muncul ke hadapan Oliver dengan membawa Hugo, Isabella.


"Wahhh... Syukurlah mereka ditemukan oleh Billy." Ucap Oliver di dalam hatinya.


"Wooiii Oliver liat apa yang gw bawa nihh..." Teriak Billy.


Setelah mereka bertemu, Oliver langsung membawa mereka bertiga untuk ke rumah Mr.Andar. Di sepanjang perjalanan mereka mendengarkan apa yang Oliver katakan tentang kejadian yang ia dan Richard alami.


"Saat kita di pasar, tiba-tiba di sana ada seorang warga Desa yang mengalami musibah. Orang itu kehilangan banyak darah di perutnya. Aku udah meminta Richard untuk menolong orang itu."


"Namun Richard masih belum bisa memutuskan. Setelah begitu lama ia berpikir akhirnya Richard menolong orang itu. Dengan kemampuan yang dimiliki oleh Richard, dia menangani pasien itu."


"Tapi karena sudah kehilangan banyak darah. Mengakibatkan orang tersebut meninggal di tempat. Seketika Richard langsung berlari pergi dari tempat itu."


Ucap Oliver untuk memberi tau temannya.


"Ohh kasian sekali, kita harus menyemangati Richard agar ia tidak menyalahkan dirinya sendiri." Ucap Isabella.


Setibanya di rumah Mr.Andar, ternyata ibu dari Richard sudah menunggu di depan. Beliau cemas dengan putranya tersebut.


"Untung kalian ada di sini. Coba kalian bujuk si Richard supaya mau untuk keluar dan tidak merasa sedih lagi!" Ucap ibunda Richard.


"Ok Bu. Kami akan berusaha untuk membujuknya." Jawab Hugo.


Saat mereka menuju lantai atas, suara pecahan barang-barang terdengar. Suara itu ditelusuri berasal dari ruang favorit milik Richard. Mereka menduga Richard membanting barang-barang nya sendiri.


"Richard..... Richard.... berhenti menghancurkan barang-barangmu!" Teriak Isabella sambil menggedor-gedor pintu.


Richard yang mendengar suara Isabella sempat merasa lebih baik. Namun fitu hanya sesaat dan Richard kembali mengalami rasa sedihnya itu. Hugo, Oliver, Billy, dan Isabella tidak punya cara lain untuk membuka pintu selain mendobraknya.


"Kalo kita biarkan saja, ini bisa berbahaya. lebih baik kita dobrak saja pintunya Hugo!" Ucap Billy.


Pemikirannya itu disambut baik oleh teman-temannya. mereka bersiap-siap untuk mendobrak pintu dan memberi tau kepada Richard agar menjauh dari pintu.


"Oke.. dalam hitungan satu sampai tiga kita dobrak secara bersama ya."

__ADS_1


"satu....... dua........ tiga......(drakk, pintu ruang Richard terbuka)." Ucap Hugo sambil mendobrak pintu.


Pintu pun terbuka, Hugo terkejut ketika melihat kamar Richard.....


__ADS_2