
Desa Koturo nampak seperti tempat pembuangan mayat manusia. Saking banyaknya darah yang bercucuran dari para pasukan keamanan maupun Reibaras. Darah tersebut menggenang di sepanjang jalan utama Desa.
Saat mereka tibaaa di alun-alun
Mereka terkejut...
Mereka terkejut melihat pasukan keamanan dan warga Desa Koturo yang masih berjuang. Mereka sama sekali tidak menyerah untuk menjaga Desa mereka. Tanpa berpikir panjang, pasukan Sirai memasuki area dan ikut dalam perang melawan pasukan Reibaras.
Dalam hal ini komandan Masytar selaku yang memimpin pasukan Sirai turut Ikut juga dalam perang Koturo. Dengan semangat pasukan Sirai dan pasukan keamanan, membuat pasukan Reibaras kehilangan fokus.
Kedatangan pasukan Sirai ialah saat yang ditunggu oleh warga Desa. Hal itu justru berbanding terbalik dengan yang dirasakan pasukan Reibaras.
Pasukan Reibaras terkejut karena Desa Koturo mendapat bala bantuan yang cepat. Raja Ranstak yang melihatnya pun sudah pasrah, karena informasi ini sudah bocor dan ia tidak bisa berbuat apa-apa.
"Haaa. Apa apaan ini, kenapa mereka bisa mendapat bantuan. Ini mustahil terjadi!" Seru jendral Sasado dalam hatinya.
Tanpa ada pilihan lain, jendral Sasado tetap melanjutkan perangnya. Perlahan-lahan pasukan Reibaras tumbang satu persatu. Mereka tidak dapat menahan serangan dari dua sisi sekaligus.
"Tidak akan ku biarkan rekorku terpecah di sini. Aku akan memenangkan perang ini!!" Ucap jendral Sasado untuk menyemangati dirinya sendiri.
Tekadnya itu ternyata tidak sebanding dengan apa yang terjadi di sana. Pasukan Reibaras dan dirinya terkurung dalam lingkaran yang dibuat oleh pasukan Sirai dan keamanan. Mereka terkurung dan tidak bisa berbuat apa-apa.
"Sekarang kalian tidak bisa kemana-mana. Saya ingin tahu, apa sebenarnya tujuan kalian datang ke Desa kami?" Tanya Kepala Desa Koturo kepada pasukan Reibaras.
Pertanyaan tersebut lantas membuat jendral Sasado bingung, antara menjaga rahasia ini atau tidak. Namun dengan segala ancaman yang diberikan ia tetap setia pada raja Ranstak dan tidak membocorkan rahasia itu.
"Aku tetap tidak akan memberitahu kalian meskipun nyawa taruhannya. Setia pada raja Ranstak ialah suatu janji yang ku buat untuk diriku sendiri."
__ADS_1
"Kalian juga akan menerima balasannya, karena berani menggertak pasukan Reibaras!" Ucap jendral Sasado.
Tanpa diduga, Mr.Beja datang ke hadapan Kepala Desa, dan mengatakan jika ia mengetahui apa tujuan mereka. Mr.Beja pun langsung untuk mengatakan apa tujuan mereka.
"Mereka ke sini bukanlah untuk menyerang kita pak. Melainkan mereka mengejar Hugo dan kawannya, namun saya tidak tau alasan lebih jelasnya pak." Ucap Mr.Beja kepada Kepala Desa Koturo.
Perkataan Mr.Beja pun tidak langsung dipercaya oleh Kepala Desa. Saat akan membunuh jendral Sasado, tiba-tiba komandan Masytar menghentikan Kepala Desa.
"Stop!!. Sebaiknya kita tahan saja dia, namun untuk sisa pasukannya bisa kita bunuh. Kita hanya menahan jendral Sasado untuk meneliti, ilmu apa yang digunakan raja Ranstak untuk memperkuat pasukannya." Seru komandan Masytar.
Masukan dari komandan Masytar, diterima oleh Kepala Desa. Namun komandan Masytar harus membawa jendral Sasado ke markasnya. Ia tidak mau pasukan Reibaras menyerang Desanya lagi karena ingin menyelamatkan jendral Sasado.
Komandan Masytar pun akan bermalam di sana dan membantu warga membersihkan Desa mereka. Dan untuk berjaga-jaga agar pasukan Reibaras tidak kembali menyerang.
Saat dikeluarkan dari tempat persembunyiannya, warga Desa histeris setelah melihat anggota keluarganya itu gugur dalam perang.
*****
Sebab itu raja Ranstak membuat rencana pembebasan jendral Sasado. Misi tersebut akan dipimpin oleh panglima Jesta. Ia adalah anak angkat dari raja Ranstak yang ditemukan saat raja Ranstak pergi ke markas Reibaras.
Tetapi panglima Jesta tidak akan ditemani pasukan melainkan ia akan menjalankan misinya itu sendiri. Dengan kemampuan yang dimilikinya ia akan mudah menyamar untuk menipu orang lain.
Tidak lupa untuk tujuan utama dari raja Ranstak, adalah mengejar Hugo dan kawannya. Raja Ranstak juga menunjuk panglima Jesta untuk menyelesaikan misinya itu.
*****
Pagi hari yang cerah kembali di Desa Koturo, setelah perang yang mereka lakukan kemarin. Warga Desa Koturo masih membersihkan Desa mereka dari sisa perang kemarin.
__ADS_1
Namun di Balai Desa sedang ada perayaan atas keberhasilan mereka. Acara ini sekaligus dapat memper'erat tali silaturahmi pasukan Sirai dengan Desa Koturo.
"Terima kasih atas makanan yang kalian hidangkan kepada kami. Tapi kami tidak bisa berlama-lama di sini, karena markas kami kekurangan orang untuk menjaganya."
"Ohh ya, tidak lupa kami membawa jendral Sasado bersama kami." Ucap komandan Masytar saat di meja makan.
Pasukan Sirai lalu meniggalkan Desa setelah makan bersama itu. Tak lupa Kepala Desa Koturo berterima kasih sekali lagi kepada pasukan Sirai atas bantuannya. Lalu Kepala Desa kembali melanjutkan aktivitas keseharian kembali.
Namun Mr.Beja yang saat itu teringat bahwa Kepala Desa tidak memercayai omongannya. Ia langsung menghampiri kepala Desa saat selesai acara perayaan.
"Maaf pak, tetapi kita harus bicara empat mata saja. kita harus bicarakan ini dalam ruangan yang sepi pak!" Ucap Mr.Beja.
Kepala Desa Koturo menyetujui ajakan dari Mr.Beja, mereka lalu pergi masuk ke dalam ruang Kepala Desa.
Mr.Beja langsung menyampaikan tujuannya itu. Ia akan menjelaskan mengapa pasukan Reibaras menyerang mereka dan apa yang dicarinya.
Setelah menjelaskan, Kepala Desa Koturo tetap tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Mr.Beja. Sangat tidak mungkin jika pasukan Reibaras memanggil jendral mereka hanya untuk mengejar seorang remaja.
Yang ada dipikiran Kepala Desa adalah, bahwa mereka menyerang karena ingin mengambil beberapa warga Desa ini untuk dijadikan prajurit. Itu adalah hal yang biasa mereka lakukan.
Lalu Kepala Desa juga mengatakan jika Mr.Beja terlalu memikirkan tentang putrinya itu. Dan menyuruh agar Mr.Beja istirahat sebentar dari pekerjaannya selama beberapa hari, agar pikirannya itu bisa kembali seperti biasa.
Kepala Desa pun keluar dari ruangannya dan sambil tertawa akan apa yang barusan ia dengar. Mr.Beja yang merasa kesal pun tidak bisa berbuat apa-apa.
Setelah cerita panjang tentang perang Koturo, kini kita beralih kembali ke Hugo, Oliver, Billy, dan Isabella yang sedikit lagi hampir tiba di Desa Suporsas. Di kala itu mereka berhasil melewati sungai besar dengan aliran air yang deras.
Mereka semua selamat saat menyebrangi nya namun persediaan makanan mereka terjatuh. Itu menyebabkan Hugo dan kawannya harus menghemat makanan selama sisa perjalanan.
__ADS_1