
Pemimpin 2 dan 4 pun mulai berkeliling untuk mencari tempat menginap mereka. Karena mereka belum terlalu hafal dengan desa Koturo, maka pemimpin 2 dan 4 memilih untuk menyusuri sungai Desa.
Saat menyusuri jalan pinggir sungai, tiba-tiba mereka terhalang oleh gerombolan kambing.
"Aarrghh.. kambing siapa ini? kenapa mereka ada dijalanan?" Teriak pemimpin 4.
Pengembala kambing tersebut melihat, beberapa kambing miliknya keluar jalur. Ia pun lantas menghampiri orang yang terjebak di sana. Setelah dilihat-lihat ternyata pengembala tersebut adalah Mr.Beja, beliau sedang menemani kambing miliknya makan.
"Ohh tuan.....
apakah anda baik-baik saja...
maafkan kambing-kambing saya .." Ucap Mr.Beja.
"Ohhh kami baik-baik saja, tolong pinggirkan kambing anda ya tuan!" Seru pemimpin 2.
Meskipun sudah agak tua namun ingatan Mr.Beja masih kuat. Ia mengenal siapa sebenarnya mereka berdua (pemimpin 2 dan 4).
"Apakah kalian berdua orang yang bersama pak Kades di balai desa?" Tanya Mr.Beja.
"Iya... itu kami berdua." Balas pemimpin 2.
"Lalu apa yang kalian berdua lakukan di pinggir sungai?" Tanya Mr.Beja.
Pemimpin 2 lalu menjelaskan mengenai tujuan mereka selanjutnya, yaitu mencari penginapan untuk seminggu ke depan. Namun ternyata pemimpin 2 dan 4 memiliki sedikit masalah dengan uang mereka.
Permasalahannya adalah uang mereka hanya bisa bertahan hingga tiga hari untuk menginap. Belum lagi mereka membeli makanan untuk dimakan.
"Itu pasti sangat membingungkan. Kenapa kalian tidak menginap di peternakan milikku?" Ucap Mr.Beja.
"Tunggu, kita tidak tau bapa ini siapa, dan kita juga tidak ingin merepotkan bapa." Seru pemimpin 2.
Pemimpin 2 mencoba menolak tawaran dari Mr.Beja karena, mereka takut Mr.Beja adalah mata-mata dari pasukan Reibaras. Namun selang beberapa detik dari ucapan pemimpin 2, Mr.Beja mencoba meyakinkan mereka.
"Perkenalkan nama saya Mr.Beja, saya tinggal di dekat sini. Mengapa saya menawarkan ini kepada kalian berdua, karena saya butuh orang untuk membantu pekerjaan saya."
"Jadi kalian bisa menginap gratis di peternakan saya dengan syarat, kalian harus bekerja dengan saya."
"Gimana....kalian mau?" Ucap Mr.Beja.
Sebelum memutuskannya, pemimpin 2 dan 4 berdiskusi terlebih dahulu. Mereka berdiskusi apakah Mr.Beja bisa dipercaya atau tidak.
"Ehh aku pikir beliau ini bisa dipercaya, lumayan juga nginep gratis." Ucap pemimpin 4 kepada temannya.
"Kau bener juga, kita ambil aja apa ya." Seru pemimpin 2.
__ADS_1
Setelah berbincang-bincang sebentar, pemimpin 2 dan 4 akan menerima tawaran dari Mr.Beja.
"Ok... Kami akan menerima tawaran dari bapak." Ucap pemimpin 2.
"Nah gitu kan enak, ayo bantu saya untuk menggiring kambing ini kembali ke peternakan!" Seru Mr.Beja.
Mr.Beja, pemimpin 2, dan 4 kemudian bersama-sama menggiring kambing milik Mr.Beja ke peternakan. Disepanjang perjalanan, mereka saling mengobrol satu sama lain.
"Kenapa bapak sangat bersimpati kepada kita, dan rela menampung kita untuk seminggu?" Tanya pemimpin 2.
"Yaaaa karena perbuatan kalian juga yang telah membantu desa kami. Karena saat itu saya telah putus asa, namun tiba-tiba pasukan kalian datang." Ucap Mr.Beja.
Menyentuh hati, mungkin itulah kata yang tepat untuk menggambarkan gimana jalannya obrolan mereka. Perjalanan yang ditempuh tak terasa sudah selesai, karena mereka telah sampai di peternakan milik Mr.Beja.
...****************...
Berbeda kondisi dengan yang terjadi di desa Koturo. Di markas pasukan Sirai sedang terjadi kepanikan yang luar biasa terjadi di sana.
Untuk itu, dokter pribadi komandan Masytar mengumpulkan pasukannya untuk berkumpul di lapangan.
"Saya mengumpulkan kalian semua di sini karena komandan Masytar. Saya menemukan surat yang sepertinya ditulis langsung oleh komandan Masytar." Ucap dokter.
Sang dokter lantas menunjukan kepada pasukan Sirai surat yang ia ceritakan. Dan memang betul, setelah semuanya lihat itu adalah tulisan tangan komandan Masytar.
Namun apa yang menjadi isi dari surat tersebut belum diketahui. Dokter tidak ingin memberitahukan lebih dulu, dan memberikan kode bahwa semuanya berhubungan dengan kekuasaan.
"Surat yang ditulis komandan Masytar ini terkait dengan pemegang kekuasaan untuk pasukan Sirai. Untuk selengkapnya akan segera saya sampaikan kepada kalian." Seru dokter.
Anggota pasukan Sirai lalu membubarkan diri setelah dokter memberitahukan itu.
...****************...
Beralih lagi kepada Mr.Beja.
Setelah sampai di peternakan Mr.Beja, pemimpin 2 dan 4 kemudian membereskan barang bawaannya. Mereka akan menetap di kandang dari hewan Mr.Beja.
"Silahkan buat senyaman mungkin, jika kurang nyaman!" Seru Mr.Beja.
Dengan apa yang telah didapatkan pemimpin 2 dan 4, tentunya ini tidak terlalu bagus untuk mereka. Namun hal ini adalah satu-satunya langkah agar mereka bisa menghemat uang.
"Ohh ya pak, terima kasih banyak atas semua ini." Ucap pemimpin 2.
"Iya... bila ada yang ingin kalian tanyakan kepada saya, silahkan tanya. Agar kalian tidak tersesat di sekitar sini." Tanya Mr.Beja.
"Pak.. apakah anda ini tidak mempunyai seorang anak atupun istri di rumah?" Tanya pemimpin 4.
__ADS_1
Dengan muka yang tersenyum, Mr.Beja berkata jika ia tidak memiliki anak kandung. Dia juga hanya memiliki satu orang istri di rumahnya.
"Saya tidak memiliki anak kandung, tapi saya memiliki anak angkat perempuan. Dia berusia remaja." Ucap Mr.Beja.
"Lohh kok keliatan sepi, seperti tidak ada aktivitas di rumah bapak?" Tanya pemimpin 4.
Tanpa berbasa-basi, Mr.Beja langsung menutup semua pintu peternakan. Sekejap ruangan tersebut gelap dan Mr.Beja menyalakan lentera didalam.
"Kenapa semua pintu ditutup, Mr.Beja?" Tanya pemimpin 2.
Sshhhh
"Karena yang akan saya ceritakan akan berbahaya bila diketahui semua orang."
Seru Mr.Beja.
Kemudian Mr.Beja menceritakan apa yang terjadi pada anak angkatnya.
"Dia bernama Isabella, Saya menemukannya di sungai depan. Kenapa dia tidak ada disini karena, Isabella ikut bersama teman barunya untuk pergi ke Desa Burad."
"Isabella pergi karena ingin ikut membalaskan dendam seorang temannya. Yaitu balas dendam kepada raja Ranstak yang merupakan pemimpin pasukan Reibaras." Ucap Mr.Beja.
Disela-sela cerita yang disampaikan oleh Mr.Beja, pemimpin 4 memotong pembicaraan tersebut.
"Tunggu... apakah ini hanya lelucon yang anda buat? Karena tidak mungkin seseorang menantang raja Ranstak." Tanya pemimpin 4.
"Jika anda percaya silahkan dan kalo gak percaya ya tidak papa." Jawab Mr.Beja.
Mr.Beja kemudian melanjutkan kembali ceritanya. Sampai beberapa saat kemudian, ketika mereka mengetahui fakta yang sangat jelas dalam cerita.
"Karena hal itu telah diketahui oleh raja Ranstak, maka ia memerintahkan pasukannya untuk menyerang kami. Supaya mereka dapat mengejar Isabella dan temannya." Ucap Mr.Beja.
Pemimpin 2 dan 4 hanya terdiam mendengar kenyataan yang terjadi. Saat itu pemimpin 4 kepikiran tentang misi mereka.
"Jadii... jendral Sasado dan panglima Jesta ditugaskan untuk mengejar Isabella dan temannya?" Tanya pemimpin 4.
"Iya bisa jadi itu, kita hanya bisa berharap itu tidak terjadi." Seru pemimpin 2.
Obrolan singkat pemimpin 2 dan 4 terdengar oleh telinga Mr.Beja. Mr.Beja awalnya merasa biasa saja, namun ia mulai khawatir jika Isabella terluka.
"Apa yang kalian bicarakan? Dan apakah misi kalian itu?" Tanya Mr.Beja.
Pemimpin 2 lalu menceritakan tentang misi pengejaran. Seluruh kejadian dari awal hingga akhir diceritakan olehnya. Setelah mendengar berita tersebut, Mr.Beja lalu berjalan keluar peternakan.
Nampak air mata keluar dari matanya saat ia memandang langit. Mr.Beja pun berteriak."Aaarrrkkhhhh"
__ADS_1
Dalam hati Mr.Beja ia menginginkan untuk Isabella agar cepat kembali, bersama lagi bersamanya.