
Tiga hari telah berlalu. Itu adalah waktu yang cukup bagi mereka untuk mempersiapkan segala hal yang mereka perlukan untuk perjalanan.
"Kukira kita sudah mempersiapkan semuanya dengan baik." Ucap Hugo.
"Benar Hugo persediaan makanan kita sepertinya sudah cukup untuk beberapa Minggu. Aku memperkirakan perjalanan ini akan memakan waktu dua Minggu untuk sampai ke setiap Desa pemberhentian." Balas Oliver dengan teorinya.
Hugo, Oliver, dan Billy segera berangkat untuk meninggalkan Desa. mereka membawa satu ekor kuda 🐎 untuk membawa perbekalan mereka.
Semua perlengkapan untuk bertahan hidup di tengah perjalanan sudah dibawa untuk berjaga-jaga jika ada hal yang tidak diinginkan terjadi.
Ketika berjalan melewati gerbang Desa, Hugo berpikir bahwa apakah Billy sudah berpamitan dengan Orang tuanya apa belum. hal itu membuat Hugo kepikiran terus menerus di sepanjang jalan.
Karena tidak bisa ia tahan lagi. Hugo akhirnya menanyakan hal tersebut kepada Billy. Hugo mengharapkan Billy agar sudah berpamitan dengan orang tuannya.
"Bill, Aku ingin bertanya kepadamu. Apa kau sudah berpamitan dengan Orang tuamu?" Tanya Hugo kepada Billy.
"Ohh itu, aku sudah berpamitan dengannya. Pasti akan aku lakukan donk." Jawab Billy dengan yakinnya.
Lalu Oliver berpikir kenapa Hugo menanyakan hal itu. Dia berpendapat bahwa jika dia menanyakannya kepada Hugo maka ia akan mengingat Orang tuanya lagi. Dan itu membuat rasa semangat yang Hugo sekarang miliki akan berkurang.
Malam pun tiba, Hugo dan temannya beristirahat dengan membuat tenda yang mereka bawa. Diwaktu ingin bersiap untuk tidur Billy mengajak Hugo untuk berbicara dengannya.
"Hei, Hugo mengapa kau bertanya kepadaku tentang apakah aku sudah berpamitan apa belum?" Ucap Billy.
"Ohh, aku hanya ingin untuk kau tidak menyia-nyiakan kedua orang tuamu. Aku rasa jika sudah ditinggal mereka hidup ini seakan tidak berjalan." Balas Hugo.
Obrolan mereka berdua pun didengar oleh Oliver yang saat itu masih terjaga. Agar Hugo tidak merasakan kesedihan lagi, Oliver menyuruh mereka untuk tidur saat itu juga.
"Woii, dah tidur jangan ngobrol lagi dah malem. Besok bangun pagi untuk menghemat waktu perjalanan." Ucap Oliver.
*SEMINGGU BERLALU*
"Oliver apakah masi jauh untuk Desa pertama yang akan kita lalui?" Tanya Billy.
"Yaa menurut perhitungan sih masi satu Minggu perjalanan lagi." Balas Oliver.
Perjalanan mereka memang masi jauh dari tujuan tetapi mereka tidak ada yang sama sekali mengeluh tentang keadaan mereka. Rasa semangat akan berpetualang yang sangat tinggi membuat mereka terus melaju.
__ADS_1
"Apakah tidak ada cara lain untuk kita tiba di sana lebih cepat, Oliver apakah kau tau" Ucap Billy.
"Dengan mengendarai kuda 🐎 kita akan tiba di Desa pertama dengan lebih cepat yaitu hanya dua hari." Jawab Oliver.
Kuda adalah hal ingin dimiliki oleh Billy untuk saat saat seperti ini. Namun ternyata keajaiban itu datang disaat yang tepat. Terdapat sekelompok penunggang kuda 🏇 yang diberhentikan Hugo di tengah jalan.
"Mengapa kau memberhentikan kami di saat kami sedang melaju kencang." Ucap sang ketua kelompok tersebut.
"ohh, Maaf kami hanya ingin memberi tahu anda jika kami sedang melakukan perjalanan jauh." Jawab Hugo
Hugo menceritakan semuanya mengenai perjalanan mereka dan tujuan Hugo menghentikan para penunggang kuda.
"Jika begitu apakah kalian ingin menukarkan tiga kuda kalian dengan sesuatu yang kami miliki disini?" Ucap Hugo kepada sang ketua.
"Karena kalian memiliki tujuan yang sangat luar biasa. Kami akan memberikan tiga kuda kami kepada kalian tanpa menukarkannya dengan apapun." Jawab ketua kepada Hugo, Oliver, dan Billy.
Pemberian itu langsung diterima oleh mereka karena ini akan mempercepat mereka dalam mencapai tujuan.
"Terima kasih atas bantuan yang anda berikan kepada kami." Ucap Hugo.
Hugo, Oliver, dan Billy segera berangkat kembali ke perjalanan mereka setelah istirahat lama tadi. Hari sudah gelap dan seperti biasanya mereka mencari tempat beristirahat dan mendirikan tenda di sana.
Kembali ke sekelompok penunggang kuda, mereka beristirahat sama halnya dengan Hugo dan kawannya. Namun ada niat yang jahat terlintas di benak pikiran sang ketua.
"Ehh, tadi kan kita ngasih kuda ke mereka secara gratis. Nah apakah kalian ingin mendapat imbalan atas itu atau tidak?" Ucap ketua mereka.
salah seorang anggota bertanya balik kepada sang ketua "dari mana kita mendapat imbalannya?" menurutnya Hugo dan kawannya tidak bisa membayar meskipun mereka sudah berada dirumahnya.
"Ohh, itu kita jual saja berita tentang mereka ke pasukan Reibaras. Mereka pasti akan membayar berapapun agar bisa mendapatkan info tersebut." Sambut Sang ketua dengan ide jahatnya.
Ide tersebut mendapat respon positif dari para anggota. Yang mana kebanyakan dari mereka ingin mendapat imbalan dari kuda yang mereka beri.
"Jika semuanya setuju, Besok pagi kita akan ke markas Reibaras dengan cepat sebelum Hugo dan kawannya pergi lebih jauh lagi." Ucap sang kapten.
Beralih kembali ke Hugo dan kawannya. Mereka sudah bangun dari tidurnya dan berkemas untuk melanjutkan perjalanan. Di waktu ingin berangkat dengan kudanya Billy mengetahui bahwa ada sesuatu yang salah terhadap kudanya.
"Argghh, kau kenapa si kuda. Apa yang salah denganmu?" Ucap Billy.
__ADS_1
"Coba kau liat kakinya biasanya ada sesuatu yang salah di daerah sana." Balas Oliver.
"Oke biar aku cek." Sambut Billy.
Akibat dari itu Billy mengecek kaki kudanya tersebut. Setelah diperiksa ternyata ada duri besar yang tertancap di dua telapak kakinya.
"Ada duri di sana, biar aku yang cabut ya kuda..(lagi mencabut duri)... Oke Selesai apakah kau merasa baikan HM." Ucap Billy kepada Kudanya.
Karena duri tersebut telah dicabut, maka kuda Billy siap untuk melanjutkannya. Perjalanan mereka hanya menyisakan beberapa jam lagi untuk sampai ke Desa pertama.
Disisi lain para penunggang kuda, mereka sudah sampai di gerbang dari markas pasukan Reibaras. Mereka langsung di hadapkan dengan raja dari pasukan Reibaras raja Ranstak.
"Apa yang membawamu kemari?" Ucap raja Ranstak.
"Aku ingin memberi tahu bahwa ada sekelompok orang yang telah mengetahui Pedang Legenda yang tersembunyi" Jawab ketua penunggang kuda.
"Apaa. Hahahaha, kamu bercanda tidak ada dalam sejarah yang dapat menemukan pedang itu" Ucap raja Ranstak dengan tertawa.
Sepertinya raja dari Pasukan Reibaras tidak yakin akan kebenaran berita tersebut. Hal ini justru membuat Kapten penunggang kuda akan mengeluarkan kata ancaman agar raja Ranstak percaya dengan omongannya.
"Hei raja, bila kau tidak mempercayaiku maka akan banyak kerugian yang kau terima." Ucap kapten penunggang dengan suara kerasnya.
"Memang apa kerugian yang aku terima haa. Kekurangan sumber daya, Kemiskinan, haa apa yang akan kuterima?" Jawab raja Ranstak kepada kapten penunggang dengan tegas.
"Bukan hanya itu saja bahkan kematian kau dan seluruh pasukan mu bisa saja terjadi apabila dia menemukan Pedang Legenda." Sembah kapten penunggang.
Dalam pikiran sang raja Ranstak bahwa omongan kapten penunggang kuda ada benarnya. jika ia mati maka seluruh pasukannya akan mati begitupun sebaliknya.
"Oke kamu ada benarnya. Sekarang beri tahu aku dimana mereka sekarang dan dimana lokasi pedangnya?" Tanya raja Ranstak kepada kapten penunggang kuda.
"Jika kau ingin tahu, berilah aku imbalan sebesar satu juta dollar atau seratus ekor kuda gimana" Ucap kapten penunggang kuda.
Dalam hati raja Ranstak ia tidak akan Sudi untuk menukarkan apapun itu. ia hanya mengenal keuntungan saja. Oleh karena itu ia akan menipu kapten penunggang kuda untuk imbalannya.
"Oke katakan sekarang dan aku akan memberi imbalanmu nanti" Ucap raja Ranstak.
...Lanjut Episode Selanjutnya...
__ADS_1