
Beberapa saat setelah 5 pemimpin pergi meninggalkan markas pasukan Sirai, komandan Masytar beranjak pergi keluar bersama kudanya.
Niat hati ingin keluar secara diam-diam, namun posisi komandan Masytar diketahui oleh salah satu penjaganya.
"Mau kemana komandan, bukannya komandan Masytar masih belum boleh kemana-mana?" Tanya penjaga.
"Ohh enggak kok." Jawab komandan Masytar dengan kaget.
"Ok lah mari saya hantarkan komandan kembali ke kamar." Ucap penjaga.
Tetapi komandan menolak apa yang dikatakan oleh si penjaga. Mau tidak mau komandan harus mengatakan bahwa ia akan pergi sebentar.
"Ohh tidak. Saya akan pergi ke luar sebentar karena ada urusan. Dan saya tidak perlu ditemani ok."
"Sekarang kamu kembali berjaga dan jangan cemaskan saya!" Ucap komandan Masytar.
Penjaga pun menuruti perintah komandan Masytar dan kembali menjalankan tugasnya. Sedangkan komandan Masytar melanjutkan untuk keluar markas.
Dengan mengendarai seekor kuda miliknya, komandan Masytar merencanakan sesuatu untuk ia lakukan. Sementara itu dokter pribadi komandan Masytar telah datang. Namun saat memasuki kamar dokter tersebut kaget karena komandan Masytar tidak ada di dalam kamarnya.
Semua orang di markas pasukan Sirai mencari keberadaan komandan. Sampai ketika penjaga yang berjumpa dengan komandan bertanya.
"Kenapa kalian mencari komandan?" Tanya penjaga.
"Karena komandan menghilang dari kamarnya." Jawab dokter dengan khawatir.
"Loh bukannya komandan sudah bilang ya, jika ia ingin keluar." Ucap penjaga.
Ucapan penjaga sontak membuat dokter bertanya-tanya dan dibuat kebingungan.
"Apakah kamu tau dimana komandan berada?" Tanya dokter.
"Aku tidak tau dok, cuman komandan Masytar bilang bahwa ia akan pergi keluar karena ada urusan." Seru penjaga.
Dokter yang mendengarnya langsung meminta sebagian pasukan agar ikut bersamanya mencari Komandan Masytar.
Belasan jam sudah terlewati, kini komandan Masytar sudah hampir sampai ke tempat tujuannya. Ternyata tujuan komandan Masytar adalah ke markas pasukan Reibaras.
Alasan komandan Masytar ke markas Reibaras adalah untuk membalas dendam atas apa yang diperbuat oleh mereka.
Saat sudah sampai di depan pintu gerbang markas pasukan Reibaras. Komandan Masytar meminta dirinya dipertemukan oleh raja Ranstak.
"Heyyy... bilang pada raja Ranstak, Aku ingin menemuinya!" Teriak komandan Masytar.
__ADS_1
Sontak teriakan itu didengar oleh pasukan Reibaras di luar. Mereka semua langsung berlari ke arah komandan Masytar sambil memegang senjata.
Namun di saat yang pas pula raja Ranstak datang dan memberhentikan aksi tersebut.
"Stooppp... Kalian semua, biar aku yang mengurus ini." Teriak raja Ranstak.
Seketika pasukan Reibaras mundur dari hadapan komandan Masytar. Serta raja Ranstak berjalan ke arah komandan Masytar.
"Sudah lama tak berjumpa ya." Ucap raja Ranstak.
"Mengapa kau menyerang markas ku serta pasukan ku?" Tanya komandan Masytar dengan tegas.
"Ohh aku tidak menyerang mu, namun kaulah yang ingin diserang." Jawab raja Ranstak.
Tanpa berpikir panjang komandan Masytar menyerang raja Ranstak dengan pedangnya. Tapi raja Ranstak tidak ketinggalan, ia menahan serangan komandan Masytar kepadanya.
"Ohhh kau ingin melawan ku ya? Baiklah kalau begitu, nikmati pertarungannya!" Ucap raja Ranstak.
Raja Ranstak dan komandan Masytar pun berduel pedang dan disaksikan oleh para pasukan Reibaras. Mereka hanya diperbolehkan untuk menonton oleh raja Ranstak.
(sang sing ahh ahk jdusvahaj sjdm)
Sampai suatu ketika komandan Masytar dapat menancapkan pedangnya ke tubuh raja Ranstak. Raja Ranstak pun terjatuh dan susah untuk bangkit kembali.
"Kau mungkin bisa berkhianat dan berkuasa, namun aku dapat menghentikan dirimu."
komandan Masytar akan menancapkan pedang ke jantung raja Ranstak, Tapi...
"AAARRRKKKKHHHH" Teriak komandan Masytar.
Teriak komandan Masytar setelah ditusuk dari belakang oleh salah satu pasukan Reibaras. Hal itu membuat komandan Masytar tidak sadarkan diri.
"Cepat bawa Masytar pergi dari sini, buang dia ke hutan." Ucap raja Ranstak.
Pasukan Reibaras pun membuang komandan Masytar sesuai yang diperintahkan. Setelah dibuang oleh pasukan Reibaras, komandan Masytar mulai tersadar.
"Akhh tolong..tolong..." Ucap komandan Masytar.
Berusaha keras supaya ada yang menolongnya, namun usaha itu sia-sia.
Sampai pada akhirnya komandan Masytar sudah tidak kuat lagi menahannya dan beliau mati ditempat.
Selang beberapa menit kemudian, dokter bersama pasukannya menemukan tubuh komandan Masytar.
__ADS_1
"Dokter liat ini, aku menemukan tubuh komandan Masytar." Ucap seseorang.
Dokter pun melihat dan langsung mengecek keadaan komandan Masytar. Saat dicek ternyata memang benar jika komandan Masytar sudah tidak dapat terselamatkan.
"Komandan telah tiada, jantungnya sudah berhenti berdetak. Komandan mati dikarenakan pendarahan pada punggungnya yang terlalu banyak."
"Mari kita bawa tubuh komandan Masytar kembali ke markas!" Ucap Dokter memberitau pasukannya.
Mereka pun kembali ke markas dengan muka yang muram serta hati yang sedih. Setibanya di sana mereka mengumpulkan semua pasukan di halaman, dan mengadakan upacara penghormatan untuk komandan Masytar.
Tak lupa dokter pribadi mengirimkan surat pribadi untuk kepala Desa Koturo, dan memberitahukannya mengenai komandan Masytar.
Surat itupun dikirim dengan seekor burung elang. Dan tiba saatnya untuk mengadakan upacara penghormatan untuk komandan Masytar.
"Kita semua yang ada di sini menyaksikan, bagaimana pengorbanan pemimpin kita yakni komandan Masytar. Beliau berjuang melawan raja Ranstak dengan sendirinya."
"Beliau tidak ingin ada pasukannya lagi yang menjadi korban. Jadi beliau pergi sendiri dan menyelesaikan apa yang sudah ia lakukan."
"Untuk itu mari kita teruskan pengorbanan beliau untuk menjaga agar bumi ini aman dari serangan jahat. Dan bersatu sebagai pasukan pelindung yang lebih kuat."
"Pasukan Sirai tak pernah MATII!" Ucap dokter dalam pidatonya.
Setelah selesai dengan pidatonya, dokter kemudian membawakan api dan mulai membakar tubuh komandan Masytar.
Penghormatan terakhir yang ditujukan kepada komandan Masytar oleh seluruh anggota pasukan Sirai.
Meskipun begitu, 5 pemimpin yang sedang menjalankan misi belum mengetahui keadaan komandan. Malahan mereka sudah sampai di Desa Koturo.
Mereka berlima langsung masuk ke Balai Desa Koturo untuk mengobrol dengan kepala Desa.
"Jadi gini pak, komandan telah mengirim kami berlima untuk mencari ataupun mengejar panglima Jesta. Soalnya panglima Jesta telah berhasil membawa jendral Sasado kabur dari penjara kami." Ucap pemimpin 1.
"Mengapa anda berpikir jika panglima Jesta pergi ke sini?" Tanya pak Kades.
Pemimpin 1 lalu menjelaskan semua detail terkait tujuan panglima datang ke sini.
"Kalo untuk Panglima Jesta sepertinya tidak ke sini. Namun pagi tadi ada warga yang melaporkan bahwa terdapat orang asing yang masuk ke desa ini."
"Jika kalian menyangka mereka adalah panglima Jesta dengan jendral Sasado, maka warga mengatakan jika mereka pergi ke arah desa Suporsas." Ucap Pak Kades.
"Ohhh... okelah pak, terima kasih atas bantuan bapak." Ucap pemimpin 1.
Mereka pun keluar dari Balai Desa dengan ditemani pak Kades. Tapi saat berjalan keluar ada karyawan yang mendatangi pak Kades dan menyerahkan surat.
__ADS_1
"Pak...pak... ada surat dari pasukan Sirai!" Teriak karyawan.
5 Pemimpin itu terkejut dengan berita itu, mereka pun bertanya tanya tentang surat itu. Pak Kades langsung membuka dan membacakan surat itu dan isinya adalah...