
Kembali lagi kepada Hugo, Oliver, Billy, Isabella, dan Richard yang sedang ingin membangun sebuah perahu. Seperti yang diketahui bahwa mereka akan menyebrangi sebuah danau.
Setelah cukup lama mengumpulkan kayu dari hutan, Mereka mengumpulkannya di depan rumah kakek Yuto.
"Kurasa ini sudah lebih dari cukup, lalu apa yang kita lakukan sekarang?" Ucap Billy.
"Ya kita satukan lah, mau diapain lagi." Ucap Hugo sambil tertawa.
Saat keadaan yang membingungkan, kakek Yuto lalu keluar dari rumahnya. Kakek Yuto kemudian melihat Hugo dan kawannya sedang berusaha membuat perahu.
Namun apa yang dilakukan oleh Hugo dan kawannya tidak sepenuhnya benar. Kakek Yuto menilai, mereka tidak bisa membuat sebuah perahu dengan sendirinya. Lalu kakek Yuto kembali masuk ke dalam rumah dan mengobrol dengan Peter.
"Apakah kamu tidak ingin membantu mereka nak? Sepertinya mereka memerlukan bantuan darimu." Tanya kakek Yuto sambil berjalan kearah Peter.
Peter yang saat itu sedang makan hanya menganggukkan kepalanya saja.
"Kau tau, Sikap yang harus dimiliki oleh setiap petualang adalah yakin dengan apa yang dilakukan. Jika kamu tidak meyakinkan itu, maka hal tersebut akan sulit terjadi."
"Ini sama seperti dirimu nak, kamu meremehkan tekad mereka untuk menyebrangi danau ini."
"Untuk itu bantulah mereka, biar takdir yang akan menentukan nasib mereka!" Nasihat Kakek Yuto kepada Peter.
Mendengar apa yang dikatakan oleh kakeknya, Peter kemudian menyelesaikan makannya dengan cepat. Ia lalu pergi keluar untuk melihat kerjaan Hugo dan kawannya.
Setelah Peter melihatnya, ia terkejut karena apa yang dikerjakan Hugo dan kawannya salah.
"Ooiii... Apa yang kalian lakukan, ini mah bukan buat perahu. Apa kalian tidak mengerti cara membuat perahu?" Teriak Peter menegur Hugo dan kawannya.
Hugo, Oliver, Billy, Isabella, dan Richard hanya terdiam sambil melihat kearah Peter. Kemudian Peter menghampiri Hugo dan mengatakan kepadanya untuk membongkar lagi semuanya.
"Bongkar lagi, saya akan membuatkan ulang untukmu!" Seru Peter.
Hugo pun mengikuti apa yang diperintah Peter, dan berteriak kepada temannya untuk membongkarnya kembali.
"Hheeii kita bongkar lagi perahunya." Teriak Hugo.
"Lah kenapa harus dibongkar lagi? Kan mau selesai." Tanya Billy.
"Udah, ikutin aja kata dia. Soalnya kita sangat memerlukan bantuan dari dia." Jawab Hugo.
Setelah memberitau Hugo, Peter kemudian duduk di samping rumahnya sambil merokok. Hal tersebut kemudian dilihat oleh Billy yang tampak sangat emosi melihat kelakuan Peter.
Dan benar saja, hal itupun terjadi. Billy kemudian berlari ke arah Peter.
"Heeiii... Peter, seenakanya saja kau memerintah kami. Kami sudah capek membuatnya, dan kau ingin kami membongkarnya."
"Sedangkan kau hanya duduk bersantai sambil merokok di depan kami. Kau sebenarnya ingin membantu kami atau tidak haaa?" Teriak Billy sambil mendorong Peter.
__ADS_1
Hugo kemudian datang untuk melerai keduanya, terlebih kepada si Billy. Peter lalu ingin membalas perlakuan Billy terhadapnya. Namun ia masih bisa menahan emosinya itu.
"Saya ingin menolong kalian menyebrangi danau itu, meskipun itu mustahil tapi sekarang saya yakin bahwa kalian bisa menyebranginya!"
"Jika kalian tidak membutuhkan pertolongan saya, maka jangan minta bantuan dari saya!" Teriak Peter.
Peter kemudian masuk kembali ke dalam rumahnya, dan membuat kakeknya kebingungan.
"Apa yang terjadi nak, kenapa kamu berteriak seperti itu kepada mereka?" Tanya kakek Yuto.
Dengan perasaan yang kesal, Peter berkata kepada kakeknya.
"Gimana tidak kesal, mereka menganggap saya tidak ingin membantu mereka. Padahal niat saya baik kek." Jawab Peter.
Di sisi lain, sedang terjadi perselisihan antara Hugo dengan Billy. Hugo sangat menyayangkan perlakuan yang Billy lakukan kepada Peter.
"Kau tau, Peter adalah satu-satunya orang yang ingin membantu kita menyebrangi danau. Dan kau kemudian mendorong dan membentaknya. Saya ingin kamu untuk meminta maaf kepadanya." Seru Hugo kepada Billy.
Billy yang saat itu mengakui kesalahan yang dibuatnya, hanya bisa terdiam sambil menundukkan kepala. Lalu Hugo membawa Billy untuk meminta maaf, agar Peter ingin membantu membuat perahu mereka.
Kakek Yuto kemudian kembali menasihati Peter karena sikapnya.
"Sebagai seorang petualang, sikap yang wajib dimiliki adalah pantang menyerah. Tidak peduli apapun yang orang lain katakan tentang kita, namun kita hanya harus terus melakukannya."
"Kakek hanya sarankan kepadamu untuk membantu mereka. Jika kamu membantu mereka, maka kelak besar nanti kamu akan menjadi sepertiku nak." Ucap Kakek Yuto.
Disela perbincangan antara Peter dengan kakek Yuto, Hugo mengetuk pintu rumah mereka. Kemudian Peter membuka pintu itu dan bertatapan secara langsung dengan Billy.
Billy saat itu juga meminta maaf kepada Peter, karena telah menuduh Peter dengan tuduhan yang tidak benar.
"Saya minta maaf, soal peristiwa yang terjadi barusan. Saya mengakui, bahwa perbuatan saya terlalu kasar kepadamu. Dan saya juga meminta kamu untuk kembali membantu kami membuat perahu!" Ucap Billy kepada Peter.
Dalam pemikiran Peter ia akan memaafkan perbuatan Billy. Namun ia tidak segampang itu untuk mewujudkan hal tersebut.
"Gimana yaa.."
"Saya akan memaafkan Billy apabila kakek Yuto ingin membuat perahu bersama kita." Seru Peter sambil tertawa.
Suasana pun berubah, yang tadinya tegang menjadi cair setelah kakek Yuto menyetujui ajakan Peter.
Hugo, Oliver, Billy, Isabella, dan Richard memulai kembali pengerjaan perahu mereka yang kini dibantu oleh Peter dan Kakek Yuto. Mereka memulai pekerjaan itu dengan memisahkan antara kayu yang layak dan tidak.
"Kau pilih kayu yang bagus, masih mulus, dan bersih. Setelah itu satukan semua kayu itu!" Ucap Peter.
"Oke Peter." Seru semuanya.
Disaat semuanya sedang fokus mengerjakan tugasnya masing-masing, berbeda halnya dengan Billy. Billy memiliki rasa penasaran kepada Peter dan Kakek Yuto.
__ADS_1
Seketika itu, Peter sedang berada di sebelahnya. Hal itu lantas membuat Billy langsung menanyakan akan rasa penasarannya.
"Peter... Kenapa kau dan kakek mu rela untuk menjaga danau ini. Dan dimana orang tuamu, apakah kau tidak merindukannya." Tanya Billy sambil berbisik dengan Peter.
Mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Billy, Peter hanya tersenyum. Ia lalu mengajak Billy untuk ikut dengannya ke dalam rumah.
"Jika kau ingin tau, ikuti aku!" Seru Peter.
Setelah di dalam rumah, Peter lalu menunjukkan baju yang sudah jelek.
Billy pun dibuat bingung kenapa Peter menunjukkan baju itu kepadanya. Namun rasa bingung yang Billy rasakan, sudah terjawab oleh Peter sendiri.
"Kau tau Billy? baju ini merupakan baju terakhir yang ayahku pakai. Kami dulu tinggal berenam bersama kakek Yuto." Ucap Peter.
"Lalu apa yang terjadi dengan orang tuamu?" Tanya Billy.
Dengan sambil menahan air matanya, Peter menceritakan tentang kejadian yang terjadi.
"Ayah dan ibuku adalah seorang penjelajah atau petualang. Mereka berdua sering berada di alam liar dibanding bersamaku."
"Suatu hari orang tuaku menantang diri mereka sendiri untuk mengikuti jejak kakek Yuto. Yaitu menyebrangi danau yang memiliki badai besar." Ucap Peter sambil meneteskan air matanya.
Billy kemudian menenangkan Peter untuk tidak terlalu bersedih. Kemudian Billy menanyakan.
"Lalu baju itu bagaimana caranya kau dapat?"
"Baju itu didapatkan Peter saat ia mengetahui bahwa orang tuanya tidak mengirimkan surat. Saat itu Peter selalu menunggu orang tuanya di pantai, berharap orang tuanya kembali."
"Namun takdir berkata lain, bukan orang tua Peter yang kembali, melainkan baju milik ayahnya yang kembali dengan keadaan sobek-sobek." Ucap Kakek Yuto sambil berjalan ke arah Peter.
Kakek Yuto tiba-tiba datang dan menenangkan Peter. Tidak hanya kakek Yuto namun Hugo, Oliver, Isabella, dan Richard ada di sana.
Awalnya mereka hanya mengawasi Billy dan Peter agar mereka tidak berkelahi. Namun Hugo dan kawannya kini mengetahui kenapa orang tua Peter tidak ada di sini.
"Jadi itulah alasanmu mengapa kau dan kakek Yuto ingin menjaga danau ini. Supaya tidak ada yang bernasib sama seperti orang tuamu." Ucap Billy.
Kakek Yuto pun menyemangati Peter untuk tidak bersedih kembali. Kakek Yuto juga menyuruh Hugo dan kawannya untuk melanjutkan pembuatan perahu.
"Udah jangan terlalu bersedih nak, Dan sebaiknya kalian melanjutkan pembuatan perahunya. Kakek Yuto bersama Peter akan menyusul." Seru kakek Yuto.
Maka Hugo dan kawannya pergi keluar dari rumah dan kembali melanjutkan tugas mereka.
"Kek, jika kakek mengijinkan saya untuk ikut dengan mereka, maka saya akan ikut dengan mereka untuk membantu mereka mencapai tujuan." Tanya Peter sambil mengelap air matanya.
"Loh, kenapa kamu seperti ini nak. Tiba-tiba kamu ingin ikut dengan mereka, padahal kamu takut untuk pergi ke tengah danau?" Ucap Kakek Yuto.
"Saya merasa, apa yang menimpa kepada orang tua saya itu tidak bisa saya percaya. Saya yakin jika orang tua saya itu kuat dan mereka tidak mungkin pergi dengan cara yang seperti itu." Jawab Peter.
__ADS_1
"Okelah nak, jika kamu menginginkan itu maka kakek akan mengijinkannya." Seru Kakek Yuto.
Jawaban yang diterima oleh Peter membuat dirinya merasa kembali ceria. Peter kemudian berterima kasih kepada kakek Yuto dan pergi untuk kembali membangun perahu mereka.