Planet Terjauh

Planet Terjauh
Pengkhianat


__ADS_3

 


Kami pun kembali mencari dan menyusuri setiap bagian dari bangunan penelitian namun kami tidak berhasil menemukannya, kami pun mencoba mencari bangunan yang hangus terbakar oleh ulah Dokter Raja, kami pun memutuskan pergi ke sana dan aku yang menjadi pimpinan komando sementara karena aku yang mengetahui letak bangunan itu.


 


     Setelah sampai di tempat itu, kami pun berpencar untuk mencari penghianat yang bersama Dokter Raja, aku dan kadet lain pun mulai mencari di setiap sudut bangunan namun tidak menemukannya, namun kami belum mengecek bangunan yang ada di ujung, bangunan itu terlihat lebih besar walau sedikit hancur di bagian kanan dindingnya.


Kami pun memutuskan untuk pergi ke sana dan ternyata dugaan kami benar adanya ternyata penghianatnya ada disini.


"Penghianat angkat tanganmu" aku menodongkan senjataku ke arah penghianat


"Buka helm dan tunjukan wajahmu"


      Betapa terkejutnya kami ketika tau bahwa yang berkhianat adalah Dokter Sherly, padahal dia orangnya sangat baik dan selalu membantu kami saat sedang sakit.


     Ketika Sherly membuka helm dan tak di sangka dia melempar helmnya yang membuat perhatian kami jadi teralihkan, lalu dia pun menodong Dokter Raja yang saat ini sedang terikat dan tak melakukan perlawanan. Kami pun mencoba untuk menenangkan Sherly.


"Sherly tenang, kami disini ingin bicara baik-baik sama kamu"


"Gak ada yang perlu di bicarakan, aku ingin membunuh Dokter Raja"


"Jangan di bunuh, dia adalah tahanan yang mesti kita bawa"

__ADS_1


"Kenapa kalian harus bawa psikopat seperti dia?"


"Kami membawanya biar dia tak bisa leluasa melakukan eksperimen di planet ini"


"Menurutku satu-satunya cara adalah membunuhnya, biar dia gak bisa lakukan penelitiannya terhadap manusia"


"Kamu sebenarnya ada masalah apa sama Dokter Raja"


"Ibu dan ayahku di bunuh sama dia"


"Ibu dan ayahmu juga anggota penerbangan pertama, kenapa kamu tak pernah cerita"


"Panjang kalau di ceritakan, aku juga mengetahuinya ketika berumur sepuluh tahun, ketika itu ibu dan ayahku memutuskan untuk mengikuti ekspedisi pertama menuju planet baru tak berpenghuni dan semua biaya yang mereka terima di berikan kepadaku, setelah mengetahui hal itu aku merasa bersalah karena aku ada mereka jadi kesusahan membiayaiku, aku mengetahui ini dari pamanku"


"Sherly itu sudah masa lalu sebaiknya di biarkan saja berlalu"


"Saudara?apakah dia masih selamat"


"Kamu yang menyelamatkannya Mike, dia adalah orang yang kamu tolong waktu itu, itu adalah kakaknya Dokter Raja"


"Tunggu dulu, kenapa nama mereka berdua sama?"


"Nama mereka tidak sama, aku sudah menanyakannya, nama Dokter Raja ini adalah Jack, yang kamu tolong adalah Dokter Raja, mereka di berikan nama sesuai dengan kartu remi"

__ADS_1


"Jadi dia menipu kita selama ini?"


"Iya dia dari awal sudah menipu, termasuk kisah cinta yang dia ceritakan, padahal itu adalah cerita cinta orang tuaku, itulah yang aku tidak suka dari Dokter Jack"


"Sherly kamu tenang dulu, dendam tidak menyesaikan masalah, sebaiknya kamu tidak menodong Jack lagi"


Aku pun meletakkan pistolku dan perlahan mendekati Sherly, dia mulai membentakku dan menyuruh jangan mendekatinya, namun aku tetap berusaha menenangkan Sherly.


"Kamu jangan mendekat nanti aku tembak dia"


"Tenang sherly, aku hanya ingin kamu tenang"


      Aku pun melompat ke arahnya yang membuat dia kaget dan dia secara tidak sengaja menembakkan peluru ke arah Jack, namun beruntung peluru yang di lepaskan hanya terkena bahu Jack lalu pistolnya terlempar dari tangan Sherly, lalu aku pun menimpa tubuh Sherly yang membuat kami saling memandang satu sama lain.


"Kamu tidak apa-apa sherly?"


"Aku baik, kalau kamu?"


"Baik juga, mukamu kenapa seperti kesakitan begitu kan katanya baik tadi"


"Tadi sih gak terasa sekarang terasa berat, bisa gak menyingkir dulu"


"Oh, iya maaf"

__ADS_1


     Aku pun berdiri lalu membantu Sherly untuk berdiri.


Bersambung


__ADS_2