Planet Terjauh

Planet Terjauh
Kapal Luar Angkasa


__ADS_3

     Setelah pengumuman yang di sampaikan kapten kapal luar angkasa Optinel 04 itu selesai di umumkan, kami pun menyiapkan barang-barang kami yang di letakkan di bandara lalu kami semua menuju ke kapal angkasa Optinel 04, kapal angkasa itu sangat besar kalau di lihat dari dekat mungkin ini bisa menampung 15 orang lebih, di bagian samping kapal aku melihat tulisan Optinel 04, apakah 04 itu untuk urutan penjelajah karena ini merupakan keempat kalinya penjelajah di kirim ke luar bumi.


      Kami semua pun di perintahkan untuk masuk ke dalam kapal sambil berbaris, kebetulan aku barisan paling belakang, karena aku takutnya kalau di bagian depan malah di dorong barisan belakang.


      Kami semua pun sudah masuk di kapal luar angkasa, di dalam sini terdapat 3 bagian kapal, bagian depan untuk kami duduk yang terdiri dari 17 kursi termasuk kursi kapten dan asisten kapten, di bagian tengah terdapat ruang makan untuk kami bersantai dan disini juga terdapat tempat menyimpan makanannya, sedangkan di bagian belakang terdapat 5 kapal darurat, mesin penggerak kapal dan gudang penyimpanan perlengkapan kami untuk menjelajah.


      Kami semua pun di perintahkan untuk menyimpan barang di ruang tengah karena disini tidak ada kamar tidur, jadi kami hanya bisa tidur di lantai ruangan tengah atau di kursi bagian depan.


       Ketika kami semua sudah menyimpan barang ke ruang tengah, kami di suruh ke bagian depan untuk mendengar pengumuman dari kapten.


"Dengarkan semua kadet, ketika kita mau berangkat kita akan duduk terlebih dahulu di kursi depan ini, karena gaya gravitasi bumi yang kuat nantinya akan terjadi guncangan kuat yang membuat kalian kehilangan keseimbangan makanya kita harus duduk di kursi ini untuk mencegah guncangan itu, mengerti!!!" ucap Kapten memberi arahan


"Mengerti kapten...!!!" sahut semua kadet sambil memberi hormat

__ADS_1


      Kami semua pun duduk di kursi bagian depan dan memasang sabuk pengaman sama alat pernafasan luar angkasa, supaya bisa bernafas di luar angkasa, orang-orang yang berada di stasiun luar angkasa juga sibuk menyiapkan peluncuran kapal luar angkasa kami, setelah semuanya di cek dan di nilai siap untuk berangkat, maka dari stasiun Indostar 1 pun menghitung mundur dari 10.


       Ketika hitungan mundur sampai ke angka 0, kapal luar angkasa kami pun mengudara dari stasiun luar angkasa Indostar 1 menuju atmosfer bumi. Kami meluncur dengan kecepatan yang begitu cepat dan membuat kami terguncang kuat, setelah kami memasuki atmosfer bumi, guncangannya terasa lebih kuat daripada saat mengudara menuju atmosfer, aku pun berdo'a agar ketika kami melewati atmosfer bumi, kami akan tetap selamat dan tidak meledak saat melewati atmosfer.


       Setelah kami melewati atmosfer bumi, tubuh kami terasa lebih ringan dari biasanya, seolah-olah gravitasi itu sudah tidak ada lagi di tubuh kami. Tiba-tiba kami mendengar suara kapten yang berbicara kepada kami.


"Yang belum membuka mata, kalian sekarang sudah bisa membukanya dan lihatlah pemandangan luar angkasa ini, tenang saja guncangan sudah tidak ada lagi" ucap kapten menyuruh semua kadetnya


      Kami pun yang tadinya memejamkan mata, mulai membuka dan melihat pemandangan luar angkasa yang penuh dengan bintang dan bersinar terang di seluruh jagat raya, kami pun melihat ke belakang dan ternyata bumi lebih besar dari yang aku kira sebelumnya. Kami semua terpesona melihat pemandangan luar angkasa yang begitu indah.


"Kapten, apakah kita akan singgah ke mars?" tanya salah satu kadet


"Maaf kadet, sepertinya tidak, karena bahan bakar kita hanya cukup untuk ke planet yang menjadi tujuan kita saat ini" jawab kapten kepada kadet itu

__ADS_1


"Baik, mengerti kapten!!!" ucap kadet itu sambil memberikan hormat


"Kalian boleh makan terlebih dahulu, sambil mendekatkan diri satu sama lain" ucap kapten memerintahkan


      Semua kadet pun menuju ruangan tengah untuk makan, dan ternyata sangat sulit sekali berjalan tanpa gravitasi, karena kita di buat melayang di udara, dan aku baru sadar ternyata kursi yang berada di atas kapal ini juga untuk makan karena sebelumnya aku kira hanya pajangan saja.


      Aku pun mengambil makananku yang di bagikan sama asisten kapten, kami di bagi satu per satu biar mendapatkan jatah yang sama agar persediaan bisa terjaga dan kami tidak akan kehabisan makanan ketika sampai ke planet baru tersebut. Ternyata makanan disini tidak ada makanan cair karena di takutkan sulit untuk memakannya, kami pun minum minuman yang sudah di buat padat.


     Setelah selesai makan, kami mendengar kapten memanggil kami melalui pengeras suara yang terpasang di ruangan itu, kapten menyuruh kami kembali ke kursi untuk melihat planet kedua yaitu Mars.


      Kami pun yang sudah selesai makan kembali menuju ke kursi kami, dan melihat planet mars yang sudah di tinggali sama orang-orang kaya, planet Mars sekarang sudah sangat hijau di bandingkan sebelum di tinggali manusia.


      Aku kadang merasa iri melihat Mars, padahal Bumi dulunya hijau, di hancurkan begitu saja sama orang kaya yang tidak bertanggung jawab, mereka merusak dengan membangun pabrik-pabrik, mengunduli hutan-hutan yang menjadi sumber kehidupan, dan memburu binatang di lindungi. Namun ketika sekarang bumi sudah hancur, mereka malah membuat tempat tinggal baru, bukannya memperbaiki bumi seperti sedia kala.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2