
Mike kembali ke penginapan untuk mengambil perlengkapan senjatanya. Setelah sampai ke penginapan ternyata pasukan dari pemerintah sudah ada di depan penginapan. Mike terpaksa mundur dan tidak melanjutkan mengambil senjatanya.
Mike pun langsung menuju ke distrik 29 untuk menemui Tio yang sedang menunggu disana. Tak berapa lama, Mike sudah sampai di distrik 29. Namun Mike tidak melihat satu pun orang berada disini, Mike pun teriak memanggil Tio karena khawatir dia di tangkap sama pasukan dari pemerintah.
Tak berapa lama Tio keluar dan memanggil Mike untuk masuk ke dalam bangunan tua di distrik 29 itu. Setelah Mike masuk ke dalamnya, dan ternyata sudah adalah puluhan orang yang memegang senjata.
"Tio, ini kamu yang bawa semuanya?" Mike berbisik ke telinga Tio
"Iya, aku beritau mereka bahwa kita mau kudeta tapi mereka meminta keuntungan yang di dapat dari hasil mengambil"
"Kamu jangan tawarkan yang aneh-aneh Tio"
"Tenang saja Mike, mereka meminta hasil jarahan dari pemerintah"
"Baiklah, tapi tadi kamu bilang gak ini resikonya kematian?"
"Gak, karena aku yakin kalau rencanamu akan berhasil"
"Berhasil dari mana, tujuanku itu nyerang dari depan agar pasukan musuh takut dan mundur ke dalam bangunan lalu bangunan itu kita ledakkan"
"Jadi sebenarnya kamu gak ada rencana Mike?"
"Gak ada" sambil gelengkan kepalanya
"Sudah selesai bicaranya" ucap pimpinan distrik 29
"Sudah, kali ini aku yang membuat rencananya"
__ADS_1
Tio pun menyampaikan rencana yang akan di buatnya untuk masuk ke dalam tanpa banyak korban.
"Jadi begini rencananya, kita akan masuk dari pintu depan dengan pura-pura menangkap Mike"
"Kenapa harus aku Tio?"
"Karena yang di cari pemerintah itu kamu bukan saya"
"Bener juga ya, lanjutkan" ucap Mike sambil mempersilahkan kembali
"Jadi ketika sudah dekat pintu gerbang, kita langsung todong mereka pakai senjata, mereka itukan pasti takut dan mereka pasti membuka gerbang bangunan itu"
"Setelah itu baru kita cari pimpinan Indo Sentinel dan membunuhnya, nanti anak buahnya pasti nyerahin diri semua, mengerti!!!"
Semua yang ada di tempat itu teriak "Mengerti!!!"
Kami semua pun menjalankan rencana dari Tio yang sudah diskusikan bersama-sama.
"Mau apa kalian semua disini?" tanya penjaga itu
"Kami membawakan orang yang kalian cari yaitu Mike"
"Mana perlihatkan ke kami?"
Penjaga itu pun mengambil poster di dalam kantornya dan mencocokannya. Setelah penjaga itu merasa itu benar orangnya, mereka pun membuka gerbang, namun hanya dua orang saja yang harus membawanya masuk. Lalu masuklah kedua orang itu, setelah mereka berada di belakang penjaga, kedua orang itu langsung menodongkan senjata kepada mereka.
"Angkat tangan kalian!!!" kedua penjaga itu angkat tangan dan menjatuhkan pistol yang di pegangnya
__ADS_1
Lalu semua orang dari distrik 29 pun masuk ke dalam dengan mudahnya. Setelah berhasil masuk mereka semua mempersiapkan senjata termasuk Mike dan Tio. Mereka semua berjalan perlahan masuk ke dalam markas dengan membawa senjata.
Mereka semua berjalan perlahan supaya tidak ketahuan sama pimpinan yang pasti sedang mengawasi ruangan ini. Mereka membunuh satu persatu pasukan saat menelusuri bangunannya. Sampai saat ini mereka belum ketahuan sama pimpinannya. Semua berjalan lancar, di setiap lantai mereka hanya menemui beberapa orang saja.
Lalu sampailah mereka di pintu paling akhir, nampaknya pimpinan Indo Sentinel berada di pintu ini. Masuklah Mike dan pasukannya ke dalam ruangan itu. Setelah masuk dia melihat pimpinan Indo Sentinel dan para anggotanya sedang menodongkan pistol ke arah kami semua.
"Mike...Mike...Mike..." ucap pimpinan Indo Sentinel
"Kamu siapa?" tanya Mike kepada orang itu
"Nama saya Jo, saya pimpinan Indo Sentinel
"Pendek amat namanya, bisa lebih panjang gak" ucap Tio sambil menertawakan
"Itu hanya nama kecil saya"
"Kalau nama besarnya siapa?" ucap Mike menyindir
"Diam kalian berdua!!!" bentak Jo kepada Mike dan Tio yang menyinggungnya
"Kami rakyat, kami gak akan tinggal diam jika ada pimpinan yang ingin mengorbankan rakyatnya cuma demi menghijaukan bumi"
"Ilmu pengetahuan perlu pengorbanan, kamu kira sudah berapa banyak saya berkorban untuk rakyat Indo Sentinel"
"Tidak ada, kamu hanya termakan nafsu serakah saja, kami disini akan menghentikan kalian semua dan menyelamatkan Kapten Abdul
"Dengan cara apa kalian menghentikan kami?"
__ADS_1
"Dengan menangkap kalau perlu membunuh kalian semua"
Bersambung