Planet Terjauh

Planet Terjauh
Serangan Dokter Raja


__ADS_3

     Aku pun gak akan menyia-nyiakan kesempatan ini, karena kami bisa membawa pulang rahasia obat menyuburkan tanaman untuk di terapkan pada bumi yang saat ini sedang dalam masa krisis sumber pangan. Aku pun turun untuk mengambil kertas penelitian tersebut, aku pun membaca isi dari kertasnya, kertas penelitian ini bertuliskan cara membuat obat untuk menumbuhkan tanaman, dan betapa terkejutnya aku ketika membaca kertas penelitiannya, ternyata bahan untuk membuat ini semua adalah dari mayat manusia mati, semua kandungannya ada dalam diri manusia termasuk bahan bakar yang akan kami gunakan juga terbuat dari minyak manusia yang mati.


Setelah mengetahui hal ini, aku semakin yakin bahwa Dokter Raja lah yang membunuh semua kru pesawatnya untuk di jadikan bahan penelitiannya, kami berdua pun memutuskan untuk membawa kertasnya dan di berikan kepada kapten supaya dia percaya bahwa Dokter Raja adalah orang yang berbahaya, aku pun segera pergi dari ruangan itu setelah mengambil kertasnya dan aku simpan di dalam saku celanaku, kemudian kabur lagi dari kejaran Dokter Raja yang belum mengetahui keberadaan kami.


      Sepanjang perjalanan dalam lorong ventilasi akhirnya kami menemukan cahaya yang menurut kami itulah jalan keluarnya, kami berdua pun menuju ke arah cahaya, setelah kami sampai ke cahaya itu ternyata pintunya terkunci, kami pun mencoba membobolnya pintunya, namun tak berapa lama terdengar suara benda jatuh dari arah belakang kami, sepertinya kami ketahuan sama Dokter Raja, dia ternyata masih mengejar kami, aku pun buru-buru membobolnya agar tidak tertangkap dan di bunuh sama dokter Raja.


       Setelah beberapa menit kemudian, akhirnya aku pun bisa membobolnya, aku pun keluar terlebih dahulu, namun ketika aku menoleh ke arah belakang, teman kadetku malah menutup pintu ventilasinya.


"Kenapa kamu tutup pintunya, buruan keluar dari situ"


"Aku akan mengalihkan perhatiannya agar kamu bisa selamat"


"Kita berdua bisa selamat, kamu jangan mengorbankan dirimu seperti ini"


"Aku dari awal keberangkatan sudah ingin mati, aku tidak punya siapa-siapa lagi, aku ingin di anggap oleh semua orang sebagai pahlawan makanya aku mengikuti ekspedisi ini"


"Nama kamu siapa?"

__ADS_1


"Aku Aditya Pangestu"


"Aku akan mengigatnya"


"Kamu buruan pergi dari sini, dokter Raja biar aku yang urus"


"Baiklah, aku akan ke tempat kapten dan memberitahu dia bahwa dokter Rajalah penyebab dari semua kekacauan ini"


      Aku pun pergi meninggalkan Aditya yang berkorban menyelamatkan aku dari kejaran Dokter Raja.


      Aku pun segera menemui kapten yang berada di dekat kapal luar angkasa kami, aku pun berlari sambil meneteskan air mata melihat teman seperjuangan mati karena melindungi  aku yang bukan siapa-siapa.


"Ada apa kadet?"


"Saya sudah menemukan kadet yang hilang"


"Dimana kamu menemukannya?"

__ADS_1


"Di ruangan rahasia milik Dokter Raja"


"Apa dia baik-baik saja kadet?"


"Dia mati kapten, begitu juga teman yang bersama diriku"


"Kenapa bisa begitu, apa ada alien yang menyerang kalian?"


"Bukan kapten, ini semua karena Dokter Raja, dialah penyebab semua ini, ini buktinya"


      Aku pun menyerahkan kertas yang aku temukan kepada kapten, kapten pun membaca isi dari kertas tersebut, kemudian kapten meneteskan air mata melihat tulisannya karena dia merasa bahwa yang di temukannya disini bukanlah penemuan muktahir melainkan keegoisan manusia yang membunuh sesamanya. Baru kali ini aku melihat kapten menangis biasanya dia adalah orang yang paling tegar di antara yang lainnya.


      Setelah beberapa lama kapten pun mengusap air matanya dan kembali menjadi dirinya, dia pun kemudian memerintahkan kami untuk berkumpul di kapal luar angkasa kemudian menungaskan kami untuk menangkap Dokter Raja hidup-hidup tapi kalau dia melawan, kami boleh menembaknya sampai mati termasuk juga dengan asistennya, kami semua bersiap-siap untuk menghadapi Dokter Raja dan asistennya. Kami menyiapkan semua peralatan persenjataan kami, termasuk baju pelindung dan senjata modern kami.


        Setelah menyiapkan senjata dan perlengkapan kami, kapten pun menyuruh untuk berkumpul kembali untuk membicarakan formasi menyergap Dokter Raja yang sedang berada di dalam gedung penelitiannya, kami pun di bagi menjadi 2 kelompok, kelompok 1 akan menyergap sebelah kiri, dan kelompok 2 akan menyergap di sebelah kanan, kami akan masuk terlebih dahulu lewat pintu depan lalu memisahkan diri ketika sudah di dalam gedung lalu membuka satu per satu ruangan di dalam gedung untuk mencari Dokter Raja, karena kita belum tau dimana keberadaan Dokter Raja, makanya kami akan memakai cara ini.


       Setelah mendengar penjelasan dari kapten akhirnya kami semua pun akan menjalankan penyerangan kami kepada Dokter Raja karena dia sudah mencelakakan dua orang anggota kelompok kami.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2