
Kami berempat saat ini sudah sampai ke daerah hijau planet ini, kami pun langsung mencoba menggali lebih dalam tanah ini, siapa tau kami bisa mengetahui kenapa disini bisa di tumbuhi tanaman. Kami pun mulai menggali tanah yang ada disini. Kami menggali hanya di empat titik yang berbeda agar memudahkan kami menemukan penyebab tanah ini bisa menumbuhkan tanaman. Aku pun mulai menggali tanahnya, semakin lama di gali semakin aku tak terlihat, ternyata cukup dalam tanah di planet ini, lalu tiba-tiba aku merasa ada hal keras menggangguku.
"Hei semuanya aku menemukan sesuatu!!!" teriakku kepada semuanya
"Iya ada apa memanggil kami Raja?" tanya Kevin
"Sepertinya aku menemukan yang kita cari, ayo bantu aku mengeluarkannya Kevin?"
"Baiklah"
Aku dan Kevin pun mencoba mengeluarkannya, namun ketika kami berhasil mengeluarkannya, kami sedikit terkejut karena yang kami temukan ialah tulang manusia, sepertinya manusia yang mati disini sudah cukup lama yakni ini sekitar puluhan tahun lalu, setelah berhasil menemukannya, kami pun membawa tulang tubuh manusia ini kembali ke gedung penelitian kami, untuk di periksa. Agar kita bisa mengetahui apakah tubuh manusia yang mati ini penyebab tanaman bisa tumbuh di planet ini.
Dari hasil yang kami teliti, hanya sedikit menunjukkan bahwa tubuh manusia ini yang menyebabkan tanaman bisa tumbuh, lalu aku pun memberanikan diri untuk meneruskan penelitian ini, walau tidak lama waktu yang di butuhkan untuk membuat formula, tapi aku tetap berusaha membuatnya agar bisa berguna bagi manusia nantinya. Aku mencoba berbagai cara untuk mendapatkan formula yang di inginkan, namun masih banyak kegagalan ketika di uji coba pada biji tanamannya.
Tanaman yang di berikan formulanya masih menjadi layu, dia gak bisa bertahan lama, jadi aku disini mesti mencari bahan yang bisa membuatnya tahan lama namun, selalu tidak berhasil menemukannya, walaupun sebenarnya ada bahan yang bisa membuatnya tahan lama namun aku gak mungkin menggunakannya karena itu menyalahi kode etik peneliti.
"Kak, ini formula apa?" Jack tiba-tiba datang dan masuk ke ruanganku
"Formula menumbuhkan tanaman"
"Kenapa gak di praktekan, kan udah bener semua bahannya?"
"Gak bisa Jack, ada satu bahan yang tidak bisa di dapatkan"
__ADS_1
"Bahan apa itu kak?"
"Bahan yang ini Jack, ini hanya bisa di dapatkan dalam tubuh manusia yang hidup"
"Kalau gitu kita bunuh saja salah satu rekan peneliti kita"
"Kamu jangan bicara seperti itu Jack" Aku berdiri dan memandang Jack dengan amarah yang meluap-luap
"Kita harus mengambil resiko" Jack membalas dengan amarahnya juga
"Resiko apa?, kamu mulai kurang ajar sama kakakmu Jack" lebih baik kamu keluar dari sini
Jack pun pergi meninggalkan ruanganku dan tampak sekali amarah yang di tunjukkannya, kalau saja aku gak membentaknya mungkin kejadian itu bisa aku cegah.
Aku sebenarnya yakin bahwa Jack yang mengambilnya namun aku ragu karena tidak mungkin dia akan mengambilnya, karena aku tau bahwa dia itu penakut, dia gak mungkin berani mencuri apalagi dari kakaknya sendiri. Kali ini aku mesti menyelidiki semua rekanku. Aku pun mulai mengumpulkan mereka semua di satu ruangan untuk membicarakannya.
"Kalian tau kenapa aku ngumpulin kalian disini?" aku bertanya kepada semua orang disini, namun sepertinya ekspresi mereka seperti tidak mengetahui apa yang terjadi
"Raja, ada masalah apa sebenarnya?" tanya Kevin
"Formulaku di curi Vin"
"Formula untuk menumbuhkan tanaman?, dan kamu mulai mencurigai kami semua" tanya Kevin
__ADS_1
"Iya, karena pasti salah satu di antara kita yang mencurinya" balas Raja
"Aku tau kak siapa yang mencuri" teriak Jack memotong pembicaraan
"Memangnya siapa?" tanya Raja
"Itu Edy, yang mencuri formulanya"
"Kamu jangan asal menuduh kalau gak ada bukti?"
"Kata siapa gak ada bukti, buktinya sekarang aja dia gak ada disini, mungkin dia kabur membawa formula untuk dirinya sendiri" jawab Jack
Ketika kami melihat di sekeliling kami, ternyata Edy gak ada disini, aku pun langsung bertanya kepada teman dekatnya Aldo.
"Do, Edy kemana?"
"Terakhir aku lihat, dia ada di kamarnya, selepas itu aku tidak melihatnya lagi"
"Coba kalian periksa di kamarnya" Kevin memerintahkan kami untuk mengeceknya
Kami semua pun pergi ke kamarnya Edy, Sesampainya disana kami mencoba untuk membuka pintu kamarnya. Ketika mau membukanya ternyata pintu kamar itu terkunci jadi kami mencoba mendobraknya, dan sulit sekali ternyata mendobrak pintu ini.
Setelah beberapa lama akhirnya bisa juga kami mendobrak pintunya, namun bukan hal bagus yang kami lihat, ini merupakan kejadian paling menyedihkan, karena kami kehilangan rekan kami. Dia ternyata gantung diri di kamarnya, terlihat sekali bekas membiru di sekitar lehernya. Kami pun langsung melakukan investigasi di ruangan itu, dan yang memeriksa hanya Kevin, aku dan Jack.
__ADS_1
Bersambung