
Setelah suara tembakan mereda, Abdul pun menembak kembali, dia mengenai dua orang yang berada di situ. Lalu dua orang lainnya menembakkan kembali peluru yang ada di pistolnya dan mengenai kaki Abdul. Abdul berlari sambil terpincang-pincang. Kedua orang itu tetap mengejar Abdul. Abdul pun tetap berlari sambil menembakkan pistol secara acak.
Kedua orang itu pun membalas tembakan Abdul dan terkena bahu Abdul yang membuatnya jatuh ke lantai. Kedua orang itu mendekat dan mengangkat Abdul untuk di bawa ke Menteri Kehutanan itu. Setelah sampai, Abdul kemudian di dudukan diatas kursi lalu di ikat dengan kencang supaya dia tidak bisa kemana-mana.
"Woi...Bangun...!!!" teriak Menteri itu
Abdul pun membuka matanya dan melihat menteri itu sedang berada di depannya.
"Sudah sadar rupanya"
"Kau fikir sudah menang dengan menangkapku?"
"Iya, kamu itu adalah benalu yang harus di singkirkan" jawab menteri itu sambil mengejek
"Aku ingatkan kepadamu, ada satu orang yang bisa menggagalkan rencana kalian semua para menteri"
"Aku sudah tau, tapi menurutku dia hanya kerikil kecil, dia tidak berarti apa-apa"
"Kata siapa?, kau fikir aku berhasil di planet terjauh karena siapa?hah?"
"Tidak mungkin anak ingusan seperti dia yang menyelesaikan semuanya"
"Kau fikir aku kesini tidak bawa persiapan?"
"Maksudmu?" Menteri itu keheranan tentang apa yang di bilang sama Abdul
"Maksudku, aku kesini bawa sesuatu, dan ini adalah rencana dari Mike, karena dia sudah tau kalau ini jebakan yang di buat oleh kamu"
"Apa kamu bilang?" Menteri itu pun mengecek pakaian Abdul dan ternyata isinya alat rekaman
"Hanya ini saja, ini bisa saya hancurkan begitu saja" Menteri itu pun menghancurkan alat itu dan tiba-tiba membuat alat menggangu sinyalnya rusak
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan?!!!" teriak Menteri itu kepada Abdul
"Itu EMP yang di gunakan untuk mematikan alat listrik untuk sementara, memang di desain mirip alat recorder"
"Kurang ajar!!!" Menteri itu memukul wajah Abdul
"Dan satu hal lagi, jangan macam-macam dengan anak ingusan"
"Kurang ajar!!!" teriak Menteri itu kepada Abdul
"Dan satu hal lagi, sebenarnya alat itu juga sudah merekam, kami juga akan langsung mengirim ke bumi supaya semua pasukan Optinel percaya dan menyerang utusan kalian semua"
Menteri itu pun menyuruh semua anak buahnya untuk menangkap Mike dan semua yang dekat dengannya. Semua anak buah menteri itu pun langsung bertindak cepat untuk mencari Mike.
*****
Sementara itu, Mike dan Tio sedang mencoba mengirim pesan kepada markas Optinel. Tak berapa lama, Mike dan Tio pun berhasil mengirim pesan itu ke Markas walaupun belum di balas. Namun Mike sangat yakin bahwa pesan itu pasti akan di dengarkan oleh pasukan Optinel.
"Kita akan menyelamatkan Abdul dan perang melawan pemerintah"
"Kita cuma berdua Mike, mana mungkin bisa menang, lagipula mereka ramai yang menjaga"
"Kamu fikir penduduk Mars sedikit?"
"Kamu benar juga, lalu bagaimana dengan senjata?"
"Apa gunanya distrik 29, disana mereka banyak senjata bekas yang bisa di pakai"
"Kamu bener Mike, inikah saatnya aku menunjukan kepada istriku bahwa aku adalah seorang pahlawan"
"Jangan sombong, biasanya orang sombong mati duluan pas perang"
__ADS_1
"Jangan gitu Mike, kalau aku mati beneran gimana?"
"Ya, istri kamu buat aku gimana?"
"Ambil saja gak apa-apa"
"Kamu kenapa ikhlas sekali ketika aku bilang seperti ini?"
"Itukan kalau aku mati, kalau kamu yang mati berarti aku bisa memiliki pacar kamu" jawab Tio sambil kegirangan seperti orang gila
"Gak jadi kalau begitu, tadi cuma bercanda"
"Kenapa begitu, kamu takut?"
"Aku rugi, aku dapat sisa, kamu dapat yang masih utuh"
"Cie...marah dia..." ucap Tio sambil menggoda Mike yang sedang cemburu
"Aku gak marah, Tio ayo kita buruan ke distrik 29 untuk meminta bantuan"
"Kenapa buru-buru?"
"Karena pemerintah pasti mencari kita, apalagi saat kita tadi ngejain mereka"
"Baiklah, kita berangkat sekarang"
"Ok, aku akan kembali ke penginapan untuk membawa peralatan tempurku"
"Ok, baiklah, aku tunggu di distrik 29"
"Baiklah" Mike dan Tio saling tos-tosan
__ADS_1
Bersambung