
Sebenarnya kami bukanlah anak dari peneliti dan juga dokter, sebenarnya kami di besarkan dalam panti asuhan, kami berdua tinggal di panti asuhan itu cukup lama sekitar 5 tahun, lalu tiba-tiba ada yang mau menjadi orang tua angkat kami, kami berdua pun menerima tawaran itu.
Kami di angkat menjadi anak sama peneliti bernama Walter dan Istrinya yang seorang dokter terkemuka bernama Georgia, mereka bukan orang indonesia seperti kita, tapi mereka memang sudah lama tinggal disini, dan mereka juga bekerja untuk pemerintahan dalam meneliti perubahan iklim dan juga istrinya menjadi yang asistennya dalam meneliti iklim yang sedang terjadi saat itu di Indonesia.
Pada saat itu global warming sudah melanda di berbagai belahan dunia, untung saja di Indonesia yang merupakan paru-paru dunia belum menerima dampak dari global warming tersebut yang membuat satu-satunya negara yang masih tetap bertahan. Negara lain berlomba-lomba membuat perlindungan namun tetap tidak bisa mengatasinya, maka pemerintahan yang ada di seluruh dunia, memindahkan warga negaranya di Mars, dan menetap disana. Pemindahannya sangatlah mahal yang membuat hanya orang kayalah yang bisa pindah ke Mars. Sebagian kecil orang kelas menengah ke bawah yang akan tetap tinggal di Bumi. Ada juga orang dari negara lain pindah ke indonesia demi mendapatkan sumber makanan berlimpah.
Selama bertahun-tahun indonesia mengirim sumber makanannya ke seluruh dunia, yang menjadikan indonesia negara terkaya saat itu. Pabrik-pabrik mulai di buat, hutan-hutan di gundulkan untuk menjadikannya tempat untuk bercocok tanam.
******
__ADS_1
Selama 15 tahun indonesia tiba-tiba mengalami perubahan iklim yang sangat drastis yang di akibatkan oleh pembuatan pabrik yang berlebihan dan menggunduli semua hutan yang ada di indonesia. Hal ini sebenarnya sudah ayahku beritahu sama pemerintah namun pemerintah hanya diam dan menjalankan pabrik-pabrik tersebut karena itu adalah keuntungan yang akan menghasilkan uang bagi mereka. Ampasnya setelah kejadian yang tidak di inginkan terjadi mereka malah membuat stasiun luar angkasa dan mengungsi ke Mars sama seperti negara lainnya.
Sejak saat itulah aku dan adikku memulai penelitian untuk membangun bumi kembali dan menghilangkan efek dari pemanasan global, kami saat itu ingin meneliti tentang cara supaya bumi kembali hijau namun kami tidak bisa menemukannya.
Seminggu berlalu, ayahku mengajak aku untuk datang di pertemuan antar peneliti, saat inilah aku ketemu dengan ayah Sherly bernama Kevin, Kevin adalah orang yang sangat pintar dan dia juga masih muda sama sepertiku, dia berhasil menemukan pelindung anti global warming, menurut rumor yang beredar teori dia akan di gunakan ke seluruh dunia, berkat kemampuan dia, dia berhasil menyabet penghargaan sebagai orang paling berpengaruh di dunia.
Setelah lama berbincang aku pun mengusulkan kepada Kevin untuk kerja sama melakukan penelitian yang sedang aku kerjakan saat ini. Mungkin kami berdua bisa berhasil melakukannya, setelah aku menyampaikan usulanku dia pun memikirkan lumayan lama, setelah itu dia pun mengambil keputusan untuk bekerjasama menciptakannya.
Kami berdua pun mulai melakukan penelitian untuk menumbuhkan bahan makanan dalam bentuk kapsul, namun penelitian ini selalu tidak berhasil karena komposisinya tidak sesuai dan juga bahan yang kami gunakan tidak ada yang cocok di gunakan.
__ADS_1
Kami pun putus asa melakukan penelitian ini, lalu tiba-tiba ada rumor mengatakan kalau pemerintah akan melakukan ekspedisi luar angkasa untuk mendapatkan bahan makanan di planet yang belum pernah di singgahi oleh manusia sebelumnya. Kami berdua pun memutuskan untuk pergi, aku mengajak adikku Jack sedangkan Kevin mengajak istrinya dan meninggalkan anaknya bersama pamannya, aku pernah bertanya kepada kevin kenapa dia ikut padahal dia sudah berkeluarga, dan dia hanya bilang ingin membiayai anaknya yang masih bayi karena penelitiannya tidak jadi di produksi.
Kami yang berangkat sekitar 8 orang, kami semua sudah di seleksi dan terpilihlah 8 orang yang akan menjelajah ke planet baru, seleksinya cukup ketat dan harus memiliki nilai tinggi, termasuk rohani dan jasmaninya haruslah siap ketika berada di luar angkasa. Setelah 4 bulan persiapan kami semua sudah siap untuk berangkat ke planet baru. Kebetulan yang terpilih yang menjadi kapten adalah Kevin dan asisten kapalnya adalah Jack.
Ketika 1 hari menjelang keberangkatan, aku melihat Kevin dan Jack berbicara sesuatu, aku tidak tau apa yang mereka bicarakan, mereka seperti berdebat tentang sesuatu hal yang penting, baru kali ini aku melihat Kevin semarah itu. Setelah itu aku langsung kembali saja ke Kapal Angkasa Optinel 1 untuk mengecek keadaan Kapal Angkasa Optinel 1.
Ketika hari keberangkatan tiba, kami di sambut meriah sama wartawan yang sedang berada di bandara luar angkasa Indostar 1, karena kami adalah kelompok pertama yang akan menjelajah ke planet baru untuk pertama kalinya. Setelah itu kami langsung menyiapkan barang-barang kami untuk berangkat ke planet baru, kami pun mengecek keadaan kapal angkasa kami dan tidak ada kendala. Setelah selesai kami pun berangkat menuju luar angkasa.
Bersambung
__ADS_1