Planet Terjauh

Planet Terjauh
Terdampar


__ADS_3

      Kami sudah berangkat dari bandara luar angkasa Indostar 1 menuju atmosfer bumi, guncangannya cukup kuat saat kami melewati atmosfer bumi, namun setelah berhasil melewati atmosfer guncangannya sedikit reda, dan kami sudah sampai di luar angkasa, sebenarnya kami semua sudah pernah pergi ke luar angkasa tapi bukan untuk menjelajah tapi untuk pergi ke Mars.


       Setelah kapal kami sudah melewati Mars, Tiba-tiba mesin kapal mati, aku dan Kevin heran kenapa bisa begini padahal tadi sudah di cek dan baik-baik saja, aku dan Kevin pun memeriksa mesin kapal kami, ternyata yang rusak itu mesin penggerak kapal ini, dan mesin ini tak mungkin begitu saja bisa rusak, mungkin ada pengkhianat di kapal angkasa ini, Kami berdua memutuskan untuk menyembunyikan hal ini sambil menyelidiki diam-diam semua anggota. Kevin pun menyampaikan kerusakan kapal kepada semua anggota.


"Dengarkan semuanya, mesin penggerak di kapal angkasa ini mati, dan kami belum tau penyebabnya apa, jadi kali ini kita akan mencoba memperbaikinya mengerti!!!"


"Mengerti"


      Kami semua pun mulai bekerja sama untuk memperbaiki mesin kapal angkasa ini, walaupun sangat kesulitan di karenakan onderdilnya terbatas, dan kami harus sangat hati-hati dalam memperbaikinya, karena kesalahan sedikit saja bisa membuat mesin semakin rusak.


       Setelah lama memperbaiki, akhirnya mesin itu bisa di perbaiki juga namun hal aneh mulai terjadi, karena tiba-tiba saja muncul black hole di dekat kapal angkasa kami. Karena mesin baru di perbaiki yang membuatnya sangat sulit untuk di hidupkan, kami pun mencoba berkali-kali untuk menghidukan mesin kapal namun tetap gagal dan blackhole pun semakin mendekat


        Ketika mencoba lagi untuk terakhir kalinya, kami pun berhasil namun kapal angkasa kami sudah mencapai black hole yang membuat kapal angkasa kami tersedot ke dalam black hole. Kami semua teriak ketakutan karena baru kali ini kami masuk ke dalam black hole, kami tidak bisa berbuat apa-apa lagi, yang kami bisa lakukan hanyalah berdoa dan berserah diri saja. Namun setelah kegelapan itu hilang, tiba-tiba kami berada di sebuah planet baru yang tidak pernah kami singgahi. Karena kami yang menemukannya makanya kami memberi nama planetnya Optinel.

__ADS_1


        Planet yang kami kunjungi itu kami berinama optinel karena yang menginjakkan pertama kali adalah kapal angkasa kami. Alasan kami tidak memberikan nama berdasarkan nama para penjelajah Optinel 1, karena di takutkan ada kecemburuan sosial antara para peneliti, makanya kami sepakat memberi nama planet ini Optinel.


         Setelah kami memutuskan nama, kami pun mencoba mencari pepohonan agar kami bisa mendirikan rumah dan kami bisa beristirahat dengan nyenyak. Kami semua pun berpencar untuk mengeksplorasi planet ini, kami membagi menjadi 3 kelompok, aku bersama Kevin dan isterinya masuk ke kelompok 1, lalu kelompok 2 di pimpin oleh Queen dan di dampingi 2 orang peneliti lainnya, dan terakhir Jack bersama asisten penelitinya. Kali ini kelompokku akan menuju ke arah timur sedangkan kelompok 2 ke arah barat, dan kelompok 3 ke arah utara.


       Kami semua pun berangkat saat itu juga, kami disini bukan sekedar mencari pohon, tapi juga mencari bahan kimia dan juga bahan makanan untuk penelitian di planet ini, ini merupakan kesempatan kami untuk mencari tau tentang planet yang kami singgahi ini.


       Aku pergi bersama dengan Kevin dan istrinya, kami menuju ke arah timur, sepanjang perjalanan kami belum menemukan hal yang bisa kami bawa. Aku pun sempat berbicara sama Kevin tentang orang yang di curigai menyabotase Optinel 1.


"Kevin, kamu tau siapa yang merusak mesin kapal kita?"


"Maksud kamu, pemerintah sengaja untuk membunuh kita?"


"Bisa jadi, kamu jangan terlalu memikirkannya, ini juga merupakan masalahku, mungkin aku penyebabnya"

__ADS_1


"Kenapa kamu berpikiran ini salahmu? , ini bukan salahmu, aku jamin tidak ada yang akan melukaimu, aku akan jadi tamengmu"


"Terima kasih Raja"


       Langkah kami pun terhenti tiba-tiba karena melihat pemandangan yang menakjubkan. Kami seperti melihat bumi saat masih hijaunya, disini di tumbuhi oleh tumbuhan yang hijau dan segar, banyak sekali tanaman yang bisa di makan disini, mungkin kami bisa tinggal lebih lama di planet ini dengan memakan kekayaan alam yang ada disini.


"Raja kamu ambil sample tanah disini!" teriak Kevin


"Kenapa hanya tanahnya, bukankah kita bisa membawa tanamannya saja untuk di teliti?"


"Jangan biarkan tanaman yang ada disini disamakan dengan bumi, aku paling benci sama manusia yang selalu mengambil tapi tak pernah memperbaiki"


"Kamu benar, kita jangan egois, tanaman ini juga sama seperti kita, dia hidup sama seperti manusia yang memiliki kehidupan"

__ADS_1


       Kami pun berhasil mendapatkan sample tanah dari pepohonan yang kami temukan ini. Kami pun langsung  kembali ke Optinel 1 lagi untuk meneliti kandungan tanahnya.


Bersambung


__ADS_2