Planet Terjauh

Planet Terjauh
Alien


__ADS_3

       Setelah perjalanan cukup lama untuk kembali ke Optinel 1, akhirnya kami sampai ke tujuan kami, kami pun menunggu rekan peneliti lain dari eksplorasinya, setelah sekitar 1 jam berlalu Queen dan peneliti lainnya pun datang, mereka membawa pecahan kaca yang membuat kami terheran-heran.


"Kamu dapat dari mana ini Queen?"


"Dapat dari bekas kapal luar angkasa juga"


"Berarti ada penjelajah juga yang berada disini, sebaiknya kita menjemput Jack takutnya terjadi hal yang tidak di inginkan"


       Kami pun memutuskan untuk menjemput Jack dari arah utara, kami pun menyuruh 2 orang wanita untuk menjaga kapal dan mereka jangan keluar sampai semua orang kembali. Kami semua pun membawa perlengkapan lengkap dan persenjataan yang memadai. Setelah persiapan selesai kami langsung menuju ke arah utara, kami disini melewati tanah yang gersang dan tandus sama seperti bumi saat ini.


       Kami pun memutuskan tetap melanjutkan berjalan ke arah utara karena kami belum menemukan Jack, setelah 3 jam perjalanan, kami tiba-tiba mendengar suara tembakan yang keras, sepertinya itu adalah Jack yang sedang adu tembak, kami pun langsung menyiapkan senjata kami dan berlari mendekati suara tadi. Benar saja ternyata ada Jack disitu, dan di depannya terbaring orang berkulit warna biru, dia mengeluarkan darah berwarna hijau. Kami pun langsung buru-buru mendekati Jack.


"Jack ada apa ini?" tanya Raja


"Itu kak ada alien" menunjuk ke arah alien sambil gemeteran


       Aku dan Kevin pun mendekati tubuh alien yang terbaring itu, ketika di periksa dia sudah tidak bernyawa. Kemudian kami membawa alien itu ke kapal angkasa kami untuk di teliti. Setelah berhasil membawanya ke dalam kapal luar angkasa kami, kami pun meneliti dan memeriksa tubuh alien itu.


"Apa dia baik-baik saja?" tanya Jack


"Gak, dia sudah mati, tapi bukan karena kamu"


"Kenapa bisa bukan karena aku, kan sudah jelas aku yang menembaknya tadi?"


"Coba kamu perhatikan, ada bekas luka tembak lain dari arah belakangnya dan tepat menembus jantungnya" jawab Dokter Raja

__ADS_1


"Kamu benar, tembakanku malahan melenceng ke bahunya, berarti ada orang lain yang terdampar disini?"


"Pastinya, karena Queen juga menemukan kapal angkasa dari penjelajah yang pertama datang ke sini, kemungkinan mereka adalah orang yang kejam sampai tega membunuh, sebaiknya kita waspada terhadap mereka"


      Setelah mengetahui hal ini, kami pun menyiapkan persenjataan kami dan menjaga area sekitar kapal angkasa kami, karena di takutkan penjelajah itu masuk ke dalam kapal angkasa kami.


Kami di setiap waktu menjaga kapal angkasa kami secara bergantian karena masih takut di serang oleh penjelajah sebelumnya yang menyerang penduduk asli planet ini.


Kini giliran aku dan Kevin yang menjaga kapal angkasa kami, ketika kami sedang berbincang seru, tiba-tiba dari jauh terlihat sesosok manusia yang sedang berjalan mendekati kapal angkasa kami, aku dan Kevin pun bersiaga dan mengarahkan senjata kami tepat ke arah sosok yang kami lihat.


"Siapa disana jangan bergerak?" aku teriak pada sosok itu


"Help......."


"Apa kamu bilang, kami tidak mendengarnya?"


"Help....Me.... "


(Tolong Saya)


"Help Me katanya" kata Kevin kepadaku


"Apakah kita mesti menolongnya Vin?"


"Kita tolong saja, kita bukanlah pembunuh, kita ini hanyalah peneliti, peneliti itu tidak boleh meneliti manusia yang masih hidup"

__ADS_1


"Kamu bener Vin"


Kami berdua pun pergi menghampiri orang itu, ketika kami melihatnya dari dekat, dia sepertinya orang amerika, dia memiliki rambut pirang, dia memiliki tubuh tinggi, dan bentuk badan yang berotot. Kami kemudian mengangkat lalu membawa dia ke kapal angkasa kami untuk di obati. Setelah sampai di kapal angkasa, kami langsung buru-buru menyuruh rekan kami untuk menyiapkan ruang operasi, karena orang yang kami tolong terkena luka tembak di perutnya.


Setelah yang lain selesai menyiapkan, kami pun meletakkan orang itu di atas kasur yang berada di ruang operasi, karena yang tau ilmu kedokteran hanya 2 orang yaitu Raja dan Jack, makanya semua itu di serahkan kepadaku. Aku pun membiusnya terlebih dahulu agar dia tidak terlalu merasakan sakitnya ketika peluru di keluarkan dari tubuhnya, setelah selesai di bius, lalu kamu mengeluarkan peluru yang ada di tubuh orang ini, setelah berhasil mengeluarkannya, aku pun menjahit luka bekas tembakan tersebut. Aku pun keluar dari ruangan operasi itu.


"Gimana keadaannya?" tanya Kevin


"Dia baik-baik saja, namun..."


"Namun apa?"


"Namun dia kekurangan banyak darah, jadi butuh transfusi darah" lalu Jack tiba-tiba keluar dari ruang operasi


"Biarkan saja dia mati kak" sahut Jack


"Kamu kenapa begitu, kita gak boleh ngebiarin orang yang kita tolong mati"


"Nanti dia ngebunuh kita semua, penduduk asli planet ini saja di bunuhnya, kita bisa apa untuk melawannya?"


"Gak perlu melawan, kita jelaskan saja kepada dia saat sudah sadar dari biusnya, siapa tau kita bisa dapat informasi juga mengenai planet ini"


"Baiklah kalau kakak bicara seperti itu"


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2