Planet Terjauh

Planet Terjauh
Orang Tua Mike


__ADS_3

Tio pun langsung berlari ke dapur untuk membersihkan piring, jadi tinggal aku dan istrinya saja di ruang yg tamu rumahnya.


"Ngomong-ngomong cowok ganteng depan saya ini siapanya Tio ya?"


"Saya Mike, temen masa kecilnya Tio"


"Lo temenan sama orang yang gak bisa apa-apa ini?"


"Iya, dia kadang suka minta bantuan gue waktu kami sekolah sama-sama"


"Lo mau apa kesini, jangan bilang lo mau minta uang?"


"Gak kok, gue kesini mau minta informasi sama Tio"


"Kalau itu gak masalah, ada bayarannya gak?"


"Ada, tenang saja Bu"


"Ok, kalau gitu lo tamu gue, kita akan makan enak hari ini, lo mau apa?"


"Gak usah repot-repot"


"Gak apa-apa, lagipula ini rasa terima kasih gue, lo itu udah ganteng baik lagi, gak seperti suami gue kerjaannya komputer mulu"


Setelah itu aku makan bersama Tio dan istrinya. Lauk yang di sajikan lumayan banyak dan segar-segar. Lalu  Mike pun bertanya kepada Tio kemana mendapatkannya.


"Tio kemana kalian mendapatkan bahan-bahan segar ini?"


"Di toko marsindo"


"Maksud gue, ini memang ditanam disini?"


"Gak tau juga, pemerintah merahasiakannya"


"Nampaknya kita mesti cari informasi tentang ini juga"


"Kenapa dengan makanan ini Mike?"


"Aneh saja, kenapa mereka bisa menumbuhkan tanaman di Mars yang jelas-jelas gersang dan tandus"


"Iya juga ya, kok gue gak kepikiran, padahal sudah lama tinggal disini"


Setelah selesai makan, Mike dan Tio membahas kembali masalah tadi.


"Mike lo kesini sebenarnya mau cari info tentang apa sih?"

__ADS_1


"Rahasia tentang pemerintah dari Dokter Jack yang di tahan disini, gue ingin tau cara untuk menembus sistem pertahanan penjara disini, bisa gak?"


"Bisa sih, tapi kita mesti ke distrik 29 dulu, di sana ada kenalan gue yang tau seluk beluk tempatnya"


"Baiklah, lo jangan bocorkan misi gue kesini, karena ini rahasia!"


"Tenang saja, gue tau konsekuensinya jika aku membocorkannya"


"Baguslah kalau lo mengerti"


"Lo kenapa segitunya sama pemerintah?"


"Karena pemerintah yang buat orang tua gue mati"


"Sorry gue gak tau"


"Gak apa-apa, lo pasti gak tau, karena dia meninggal ketika lo pindah ke Mars bersama orang tua lo"


"Apa yang terjadi Mike?"


"Mereka mati saat proyek percobaan tinggal di Mars"


"Bukannya langsung di tinggali ya, dan gak di coba?"


"Itu kata pemerintah di media, karena misi ini rahasia makanya tidak banyak orang yang tau"


"Sebenarnya gue gak tau tepatnya gimana mereka meninggal, aku cuma di beri tau sedikit sama orang di akademi"


"Jadi lo disini juga mau tau tentang orang tua lo?"


"Iya, ini misi yang membuat aku sedikit tertekan, apalagi pacarku di bumi sedang di penjara"


"Pacar??, Sejak kapan lo punya pacar?"


"Baru saja ketemu pas pulang misi penjelajahan"


"Rekan tim ya, kenapa dia bisa di penjara?"


"Karena membunuh rekan satu timnya walaupun dia gak niat membunuh rekannya"


"Dia mau bunuh siapa memangnya?"


"Dokter Jack"


"Orang yang mau lo temuin?"

__ADS_1


"Iya, rasanya pengen ku hajar wajah Dokter Jack, gara-gara dia pacarku yang cantik jadi menangis"


"Apa yang dilakukan Dokter Jack?"


"Dia membunuh orang tuanya, makanya aku bersimpati terhadapnya karena aku juga sama tidak memiliki orang tua"


"Jangan di pikirkan lagi dan Semoga kalian berjodoh"


"Makasih ya Tio, Jadi kapan kita ke distrik 29?"


"Besok saja, karena hari ini ada pemeriksaan dari pemerintah yang membuat distrik 29 tutup sementara"


"Ok, jam berapa kita ketemuan?"


"Gimana kalau jam 9 malam?"


"Bukannya kemalaman kalau jam segitu"


"Gak lah, waktu disini beda dengan Bumi"


"Baiklah jadi kita akan ketemuan dimana?"


"Di rumah gue aja" sahut Tio


"Baiklah"


Setelah urusannya selesai di bicarakan, Mike kembali ke penginapan dan beristirahat karena besok dia mau ke Distrik 29 untuk mencari info penjara dan tentang pemerintahan. Besoknya Mike datang ke rumah Tio. Baru saja Mike mau mengetok pintu, ternyata Tio langsung membuka pintunya.


"Kok kamu tau, aku datang jam segini?"


"Aku tau kamu pasti datang sebelum jam 9, makanya aku harus lebih cepat dari kamu, baiklah ayo kita berangkat"


"Jauh gak distrik 29 ini"


"Lumayan, jadi kita mesti pakai ini?" teriak Tio


"Ini apaan Tio?"


"Ini motor angkasa generasi 2, baru saja di rilis sama pemerintah"


"Pasti mahal kan, di bumi saja masih pakai generasi 1"


"Lumayan, ini menyita uang tabunganku, jadi ayo kita berangkat"


"Baiklah"

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2