Planet Terjauh

Planet Terjauh
Dibalik Semua Ini


__ADS_3

"Tio bantu aku untuk mengirim pesan ini?"


"Baiklah!!!" teriak Tio


Tio pun langsung mendekati komputernya walau Tio masih sedikit ketakutan karena hal tadi. Tio langsung mengotak-atik komputernya. Setelah beberapa lama, Tio pun menemukan bahwa ada yang mengganggu.


"Tio bisa tidak kamu mengirimnya?"


"Belum bisa, karena ada yang mengganggu sinyal ini"


"Siapa?" ucap Mike


"Nampaknya Pemerintah Indo Sentinel"


"Mike sebaiknya aku yang akan masuk dan mematikan alat pengganggu sinyalnya" sahut Kapten Abdullah


"Gimana dengan pacar kapten?"


"Cantika biar kamu yang menjaga, titipkan salamku untuknya"


"Kapten, kamu harus hati-hati dan keluar dengan selamat"


Kapten Abdul pun pergi dari Markas Mike dan Tio. Kami berdua pun menunggu selagi Kapten Abdul mematikan alat yang menggangu sinyalnya.

__ADS_1


*******


Kapten Abdul sedang berada di tower antar planet. Dia pun masuk ke dalam tower. Ketika sampai di atas, dia mulai mencari yang menyebabkan sinyal pengiriman terganggu.


Setelah mencari di setiap sudut, dan ketemu alatnya ternyata di tinggal begitu saja disini. Abdul pun mendekatkan diri ke alatnya, namun tiba-tiba datang seseorang dari belakang yang ingin memukulnya menggunakan besi panjang. Namun karena reflek, Abdul pun menahan besi itu dan menendang perutnya dari belakang.


Tendangan itu membuatnya termundur dan sedikit menjauh. Abdul pun berbalik badan ke belakang dan melihat yang menyerangnya.


"Ternyata kamu dalang dari semua ini, Menteri Kehutanan"


"Kamu kenapa menggangguku?, ini semua sudah di tetapkan sama Menteri yang lain"


"Aku Menteri Pertahanan, aku akan menetang semuanya, lebih baik kalian hentikan alat itu"


"Bagaimana dengan orang-orang yang tinggal disana?"


"Mereka semua adalah sampah masyarakat, biarin saja mereka mati, mereka semua akan di kenang sebagai pahlawan karena telah menyelamatkan bumi"


"Nyawa manusia itu berharga, kenapa kalian sangat enteng sekali berkata demikian?"


"Karena kami sudah muak dengan teknologi"


"Kamu baru sekarang bilang benci pada teknologi, padahal kalianlah yang membuatnya, kalian yang menyebabkan bumi mengalami global warming" bentak Abdul

__ADS_1


"Kami tau itu salah kami, makanya kami datang untuk memperbaikinya, dan kamu jangan ikut campur dengan urusan kami para penjabat tertinggi" sambil nunjuk-nunjuk mengancam


"Tidak, ini bukan memperbaiki, ini namanya memusnahkan populasi manusia"


"Biarkan saja, lagi pula mereka semua miskin dan tidak bisa di harapkan lagi"


Abdul pun marah mendengar perkataan Menteri itu dan Abdul mencoba menghajarnya. Namun tiba-tiba muncul banyak orang di belakang Menteri itu.


"Hajar dia!!!" teriak Menteri Kehutanan itu kepada Abdul


Orang-orang itu pun menghajarnya. Abdul pun membalas pukulan ke orang yang di depannya. Namun kerena terlalu ramai, Abdul jadi kesulitan untuk menghadapinya. Abdul pun mencoba lari dari situ terlebih dahulu untuk mengurangi jumlah musuh.


Abdul lalu berhenti dan memukul kembali yang mana membuatnya terjatuh di lantai. Lalu Abdul mencoba menendang namun ada suara pistol yang mengenai besi di dekatnya. Abdul pun kabur kembali dari kejaran yang membawa pistol.


Abdul sembunyi di belakang tembok besi lalu menyiapkan pistol yang bawanya. Setelah pistol siap, Abdul pun mengintip ke arah depan dan melihat apakah mereka ada di depan. Setelah di lihat ternyata ada 1 di depan lalu Abdul pun mencoba menembakkan pistol ke arahnya.


'Dor....' tertembaklah satu orang, lalu orang lain pun yang mendengar dan mendekati lokasi suara pistol. Dan Abdul pun berlari kembali sambil menjauh dari lokasi.


Orang-orang itu pun berpencar untuk mencari Abdul. Ketika dia mendekati lokasi persembunyian, Abdul pun menembak dan orang itu mati. Lalu semua orang mencari arah suara dan salah satunya melihat Abdul. Lalu terjadilah baku tembak antara Abdul dan anak buah menteri itu.


Abdul pun mencoba menembak ketika mereka selesai dan satu orang terkena. Pasukan musuh tersisa 4 orang dan mereka menembak kembali namun Abdul tetap berada di belakang besi yang sulit di tembus.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2