Planet Terjauh

Planet Terjauh
Siapa Kamu?


__ADS_3

       Aku masih tidak percaya dengan ceritanya Dokter Raja, karena aku merasa janggal dengan semua hal yang di bicarakannya, dia seperti menyembunyikan sesuatu, aku sebaiknya tetap menyelidiki dia, soalnya kalau ada pengkhianatan pasti mayat teman-temannya ada di kubur disini terutama mayat orang di cintai, mungkin aku akan mencari tau soal ini terlebih dahulu. Aku pun meminta izin sama kapten untuk jalan-jalan menyusuri planet ini.


"Kapten, izinkan saya jalan-jalan menyusuri planet ini? saya mau menyelidiki sesuatu"


"Aku izinkan tapi dengan satu syarat, kamu harus di temani asisten saya, soalnya kita gak tau apa yang ada di luar sana, bisa jadi alien yang menyergap kalian"


"Baiklah, jadi kami mau berangkat sekarang"


       Aku pun pergi menyelidiki planet ini bersama asisten kapten bernama cantika, walaupun parasnya cantik tapi aku gak berani macem-macem sama dia, dia ini lebih galak di bandingkan kapten, aku pun agak takut jika di bentak sama dia, jadi aku pun sepanjang jalan jarang mengobrol sama dia.


"Kita mau kemana kadet?"


"Mau menyelidiki sesuatu, bisa gak kita pakai nama saja manggilnya jangan kadet"


"Sorry, aku gak bisa mengingat nama kalian semua"


"Nama aku tu Mike"


"Kerenan amat namanya, kamu bule"


"Bukan, itu hanya nama panggilan saja"


"Memangnya nama asli kamu siapa?"


"Aku Miftah Keyzer"

__ADS_1


"Kenapa gak di panggil Key saja, kan bagus juga"


"Aku gak suka, soalnya sering di becandain jika pakai panggilan Key, kamu tau sendiri Key artinya apaan?"


"Maaf aku gak tau, kamu tinggal di sektor mana Mike?"


"Borneo 05"


"Jauh juga ya, kalau aku tinggal di sektor Java 12, aku tinggal di sektor paling padat"


"Tapi kan di sektor Java lebih canggih di banding sektor Borneo"


"Gak terlalu jauh menurutku sama saja"


      Setelah lama mengobrol, kami tidak sengaja menemukan pemukiman yang sepertinya sudah di tinggal sama orang-orang yang dulunya tinggal disini, bangunan yang di tinggal pun hangus seperti terbakar oleh api yang sangat besar. Namun anehnya kami tidak ada melihat satu orang korban pun disini, kami merasa hal ini sangat mencurigakan, karena di dinding bangunan banyak sekali cipratan darah yang menempel, setelah mengecek kami pun kembali menuju bangunan penelitian dan kami akan memberitahukan kapten tentang masalah ini.


"Pak, bapak siapa dan kenapa bisa seperti ini?" tanya Mike


"Saya....." balas bapak itu


"Saya apa Pak?"


"Saya Dokter Raja"


"Gak mungkin pak, kan kami baru saja bertemu Dokter Raja"

__ADS_1


"Dia palsu" Bapak ini pun mengeluarkan darah yang sangat banyak dari mulutnya


        Kami berdua pun memutuskan untuk membawanya ke kapal luar angkasa kami untuk di obati. Setelah sampai di sana, aku melihat kapten sedang berdiri sendiri di depan kapal, kami pun datang menghampirinya.


"Kapten kami kembali"


"Kalian kok lama sekali, sudah waktunya makan, dan yang kalian bawa ini siapa?"


"ini Dokter Raja, kami menemukannya saat pulang dari penyelidikan"


"Dokter Raja, gak mungkinlah ada 2 orang namanya sama, bisa jadi dia mengada-ada saja"


"Mungkin saja bisa kapten kalau Dokter Raja saat ini yang kita kenal memalsukan identitasnya, aku masih mencurigai dia pasti menyimpan rahasia ini"


"Baiklah, kamu bawa orang ini ke kapal, jangan sampai Dokter Raja palsu itu mengetahui hal ini, karena dia satu-satunya petunjuk yang kita punya"


      Kami pun membawa orang ini ke kapal untuk mengobati luka yang dia derita. Kami hanya memiliki satu dokter disini namanya Sherly, dia yang memang biasanya mengobati luka kami. Dia juga merupakan kadet yang ambil pemerintah dari rumah sakit ternama di sektor Sumatrans 02. Kami pun membawa orang ini ke ruangan dokter Sherly.


"Dok, tolongin orang ini, tangannya luka-luka sepertinya habis di sayat benda tajam"


"Baiklah, letakkan dia di tempat tidur yang ada di sana"


"Baiklah"


       Aku pun meletakkan orang itu ke tempat tidur, dan aku di suruh keluar sama dokter Sherly, Aku pun menuruti permintaannya karena percuma jika aku di dalam pasti juga gak bisa membantunya, aku pun kembali ke ruang tengah kapal untuk istirahat karena aku sudah terlalu capek berjalan dan menyelidiki planet ini.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2