
Apa yang di pikirkan dokter Raja, kenapa dia menyuruhku untuk menyelamatkan adiknya. Padahal sudah jelas dia itu pengkhianat, apa yang sebenarnya pemerintah sembunyikan dari semua orang, nampaknya aku mesti pergi ke Mars untuk memastikan kebenarannya.
******
Setelah Mike mengintrogasi Dokter Raja dan keluar dari ruangan itu. Tiba-tiba mereka keluar dari ruang sebelah, mereka adalah pemerintah Indo Sentinel yang mendengar percakapan kami dari ruang sebelahnya. Orang itu menghampiri Mike yang baru keluar saja keluar dari ruang interogasi.
"Pak Mike, bisa minta waktunya sebentar?"
"Bisa Pak, apa yang mau bapak bicarakan?"
"Bisa tidak kamu katakan tentang kata yang kalian bisikkan?"
"Yang terakhir itu pak?"
"Iya yang terakhir di bisikkan sama Raja?"
"Cuma hal kecil kok pak, dia mau kirim salam sama adiknya yang di penjara di Mars"
"Beneran?, Gak ada yang kamu sembunyikan dari kami?"
"Gak ada pak, cuma itu saja yang di bicarakan sama saya"
"Baiklah, terima kasih atas waktunya, kamu sudah boleh pergi dari sini"
"Iya Pak, makasih Pak"
Setelah lepas dari pertanyaan yang di ajukan pemerintah Indo Sentinel. Mike pun keluar dari Markas Pusat Kepolisian Indo Sentinel itu. Mike berniat untuk membeli tiket penerbangan ke Mars. Mike ingin mengetahui hal apa yang di sembunyikan pemerintah. Apakah ini ada hubungannya tentang Bumi atau Mars atau malah sebaliknya. Terlalu luas sekali hal yang bisa menjadi rahasia pemerintah, nampaknya aku mesti pergi ke Mars untuk mengetahuinya.
__ADS_1
*********
Mike sedang berada di tempat penjualan tiket menuju Mars, Mike masih mengantri untuk membeli tiket. Tak berapa lama, akhirnya tiba juga giliran Mike untuk membeli tiket di loket pembelian.
"Mbak, pesan 1 tiket ke Mars?"
"Mau kelas ekonomi atau bisnis?"
"Emang apa bedanya?"
"Kalau kelas bisnis kamu bisa mendapatkan layanan kamar saat mengudara ke luar angkasa, karena perjalanan lumayan lama untuk sampai ke Mars"
"Memangnya kalau kelas bisnis berapa harganya?"
"100 juta"
"Mahal banget, itu cukup buat aku makan setahun, kalau gitu yang ekonomi berapa?"
"Aku beli yang ekonomi saja" Mike pun memberi uang ke kasir itu
"Ini kembaliannya, dan ini tiketnya, mohon jangan sampai hilang"
"Baiklah, makasih mbak
"Iya sama-sama"
Besoknya Mike berangkat menggunakan kelas ekonomi walau masih gak rela uang hasil dia menjelajah planet di pakai buat perjalanan bolak balik dari Mars ke Bumi. Mike sedikit ingin balas dendam sama Raja, karena menyuruhnya untuk menemui Jack di Mars. Mike pun menemui pilot yang akan mengantarnya ke Mars. Kebetulan dia juga pernah mengajar di pelatihan akademiku dulunya.
"Halo Pak"
__ADS_1
"Halo juga, kamu bukannya Mike?
"Iya Pak saya Mike, dulu kan bapak pernah mengajar saya"
"Sudah lama ya, katanya kamu berhasil dengan misi kamu?"
"Berhasil dan tidak sih pak"
"Loh kenapa, di berita lagi heboh tentang penjelajahan kalian?"
"Tapi kami gagal membawa semua kru, ada kru yang mengorbankan nyawanya"
"Gak apa-apa, kalian bukan yang terparah, yang paling parah adalah generasi pertama, hanya 2 orang kru saja yang tersisa"
"Tapi kami tak bisa seperti optinel 2 dan 3, mereka tetap utuh semua kru nya"
"Tapi mereka gagal dalam misi, sepatutnya kamu bangga bisa berhasil"
"Iya sih pak"
"Kamu duduk di kursi, soalnya sebentar lagi mau berangkat ke Mars"
"Baiklah pak"
Mike pun menunggu di kursi bersama dengan 10 orang lainnya. Nampaknya mereka semua ingin menetap di sana, mungkin hanya aku yang gak mau menetap, karena tempat lahirku di Bumi, ya aku harus tinggal disini bukan di Mars.
"Dengarkan semua, ketika kapal luar angkasa ini menyentuh atmosfer, akan ada sedikit guncangan, jadi sebaiknya kalian semua mengenakan sabuk dan pakaian astronot itu, mengerti!!!"
Semua penumpang pun bilang mengerti, setelah itu kapal angkasa meluncur menuju Mars dengan melewati atmosfer bumi. Guncangannya terasa lebih kuat daripada kapal angkasa optinel, mungkin karena aku membeli tiket ekonomi makanya kualitas kapal angkasanya terlalu buruk. Setelah melewati atmosfer, guncangan yang kami semua rasakan tadi sudah menghilang.
__ADS_1
Setelah keluar dari Bumi, kami pun melihat bulan walaupun bulan tak seperti dulu. Sekarang di jadikan tempat penelitian para astronot pemula. Orang-orang melihat dengan takjubnya pemandangan luar angkasa ini. Padahal mereka tidak pernah tau gimana rasanya terombang-ambing saat di luar angkasa apalagi saat makanan sudah habis, itu merupakan malapetaka.
Bersambung