
----Revisi----
Tak seperti biasanya, kali ini upacara sekolah terasa agak lama. Ini disebabkan karena kepala sekolah memberikan pidato dan nasihat untuk seluruh murid kelas XII yang dalam waktu dekat akan mengadakan ujian akhir sekolah dan ujian akhir nasional. Sebagian murid sudah berkeringat dan kelelahan karena terik mata hari terlalu menyengat. Namun setelah mendengar keputusan kepala sekolah tentang acara perpisahan kelas dua belas yang diganti menjadi acara promnight membuat mereka semangat dan mengganti keluhan menjadi tepuk tangan yang sangat meriah. Tak hanya itu, kepala sekolah juga telah menandatangani surat usulan agar murid kelas sepuluh dan sebelas yang tidak mengisi acara juga dapat ikut serta tanpa kecuali. Tahun ini merupakan tahun terbaik dari tahun sebelumnya.
Setelah upacara selesai, sekolah dibebaskan namun tak diizinkan pulang. Para anggota kelas vokal dan musik berlatih diruang latihan, begitu juga dengan kelas menari dan teater. Sedangkan kantin penuh dengan murid-murid yang hanya menunggu dengan damai hari disaat acara berlangsung.
Terlihat genk hitam duduk dikantin. Seperti biasa mereka duduk dikursi kerajaan mereka. Lagi-lagi raut wajah Gilang membuat Andre penasaran. Namun yang lain masih sibuk dengan ponselnya.
"Nunggu ditanya ya loooo?" celetuk Andre. "Kenapa muka lo begitu bambhank?"
"Gak ada... Cape aja gue." jawab Gilang sambil lanjut memainkan ponselnya.
"Hei anak muda. Bukannya belajar maksimal malah main hape mulu." tegur pak Rocky.
"Kita gak lagi main pak, kita lagi bimbel online. Harganya 10x lebih murah dari bimbel biasa." Andre berdiri memperagakan iklan aplikasi rua*g guru.
Sontak Susan, Deryl dan Haris terkekeh karena tidak menyangka Andre hafal dengan iklan itu.
"Ah parah lu, Ndre. Baru kali ini lo lucu." Deryl tertawa.
"Lo liat tadi mukanyaa?? Hahahaha parah lu, Ndre." saut Susan.
"Mana pak Rocky langsung pergi." sambung Haris.
"Apa cuma gue sendiri yang ngerasa itu gak lucu sama sekali?" dahi Andre mengkerut.
Melihat Gema dan dua orangtemannya sibuk mempersiapkan promnight, Haris teringat akan suatu hal. Baginya tak ada promnight kalau tak ada promdate.
"Susan!" panggil Haris.
"Apa?"
"Nanti pasangan prom lo siapa? Sama gue aja, ya?" pinta Haris.
"Susan udah sama gue." saut Deryl.
"Ah lu mah, Der. Main diem-diem aja." rengek Haris. "Lo ama siapa?" tanya Haris ke Gilang.
"Gue? Palingan sama Yura lah." jawabnya.
"Langgeng amat lo ama Yura. Katanya cuma mainan doang." sindir Susan.
__ADS_1
"Gue juga gak tau ya... Sama dia tuh apa yah... Susah deh jelasinnya."
"Itu namanya lo udah jatuh cinta beneran sama dia, Joko!" pekik Susan.
"Joko siapa anjirrr..." tanya Andre heran.
Ada saja pembahasan anggota Genk Hitam saat sedang bersama. Mereka selalu punya bahasan yang gak bakal dimengerti sama orang yang baru mengenal mereka. Persahabatan mereka bisa dibilang lebih dari sekedar sahabat. Bahkan masing-masing sudah berjanji akan saling bertemu walau berbeda universitas.
"Tunggu...tunggu..." Andre menghentikan tawa mereka. "Kok gak ada yang nanya gue nanti prom bareng siapa?"
Semua malah mengambil langkah berdiri lalu kembali kekelas tanpa menghiraukan Andre yang sedang kesal.
"Woii... Tunggu..." teriak Andre.
•••
Walaupun saat dikelas dan dilingkungan sekolah Nathan dan Hana tak pernah terlihat seperti seorang sahabat, mereka selalu pulang dan pergi kesekolah bersama. Ditambah jam pulang yang tak menentu karena latihan untuk tampil diacara promnight. Mary yang sudah mulai dijauhi oleh keduanya masih saja sering menguntit Hana dan Nathan diam-diam. Sampai akhirnya Nathan menyadari keberada Mary.
"Lo ngapain sih? Mau ikut?" tanya Nathan membuat Mary hampir jatuh dari tangga.
"Nope. I just walk around..." alasan Mary tak masuk akal.
"Mary, gue mau ngomong sama lo." kata Hana serius.
"Mar... Lo suka ya sama Nathan?" tanya Hana langsung.
"Ha? Engga." jawab Mary sedikit gugup.
"Gue udah tau kali. Lo jujur aja."
"Iya! Terus lo mau apa? Bakal mundur dan biarin gue deketin Nathan? Engga kan?" tiba-tiba Mary mengencangkan suaranya.
"Ya ngga lah... Enak aja." ketus Hana.
Mary terdiam sedetik dan menarik dalam-dalam nafasnya.
"Gue sekolah disini karena Nary! Dia mati-matian bujuk gue buat pindah kesekolah ini biar bisa liatin lo." jelas Mary. "Lo tau gak sih sakitnya hati Nary saat dia tau lo juga suka sama Nathan? Hati gue juga hancur. Dia saudara gue satu-satunya dan gue gak berhasil bantu dia." Mary meneteskan air matanya. "Terlebih lagi... Nathan orang pertama yang gue suka sejauh ini." dia menyeka air matanya."Heran gue sama dia. Lo ini gak ada bagusnya sama sekali. Tapi sampai sekarang masih aja diharapin." wajah Mary mulai memerah dan berubah menjadi marah.
Hana hanya terdiam. Nathan mendengar semuanya lalu keluar dari ruangannya.
"Gue gak suka cewek yang ada bagus-bagusnya." ucapnya menarik tangan Hana meninggalkan Mary didepan tangga.
__ADS_1
Sambil memandangi padang rumput luas dibalik jendela besar. Nathan menatap dalam-dalam mata Hana sambil memegang kedua pundaknya.
"Hana..." panggilnya. "Jahat banget lo, bener-bener." Nathan menggelengkan kepalanya.
"Apaan sih Nath?"
"Nary tau lo suka sama gue, sedangkan gue gak tau. Ah keterlaluan." dia melepas pegangannya.
"Ah...itu...anu..."
"Lo mau gak jadi..."
"Iya udah gue mau."
"Dih... Mau apa cobak?"
"Jadi pacar lo kan?"
"Dih pedean..."
"Yaudah gue tarik lagi deh..."
"Eh jangan dong!!!" Nathan menarik tangan Hana.
"Bodo amat!!" Hana melepaskan dan berlari menghindari Nathan berkeliling ruangan.
"Hana...Hana cantik..." rayu Nathan sambil berlari kecil mengejar Hana.
Gadis itu terkekeh mengingat betapa tidak maunya Nathan menyebutnya cantik saat itu. Saat dia meminta bantuan membungkus kado waktu itu. Tapi sekarang tanpa disuruhpun dikatakannya.
Nathan meraih tangan Hana dan memeluk erat tubuh kecil Hana.
"Kita jadian kan?" bisiknya.
Hana membalas pelukan Nathan sembari mengangguk kecil pertanda ini adalah hari jadian mereka. Namun tiba-tiba Hana mendorong Nathan. Dia kesal mengingat ucapan Nathan saat didepan Mary.
"Emangnya bener gue gak ada bagus-bagusnya, Nath?" tanya Hana memunggungi Nathan.
"HA? APA? GAK DENGAR." Nathan pura-pura tak dengar. "APA? LAPER? MAU MAKAN APA?"
"NATHAN IH!!!" Hana kesal.
__ADS_1