POSESIF NATHAN

POSESIF NATHAN
Bagian XVII


__ADS_3

-Revisi-


Revan menarik paksa pergelangan tangan Hyuna menuju mobil. Dia sangat tidak menyangka kalau selama 6bulan berada di Indonesia sama sekali tak menghubungi ibunya bahkan tak mengunjunginnya. Hal ini membuat Revan geram.


"Bisa-bisanya kamu!" bentak Revan.


"Van...aku bisa jelasin."


"Apa penjelasan kamu? Coba buat aku ngerti!"


"Kalau aku pulang, mama bakalan nanyain terus kuliah aku yang belum selesai."


"Kenapa kuliah kamu belum selesai Hyuna...Kenapa kamu gak selesain dulu?"


"Aku gak bisa jelasin sama kamu sekarang."


"Hyuna..." Revan meringis kesal. "Aku udah niat nikahin kamu. Kalau begini yang ada orang tua kamu bakal benci sama aku. Mereka kira kamu begini karena aku. Kamu paham gak sih?"


"Oh!! Jadi kamu mikirin diri kamu sendiri? Kamu takut nama baik kamu rusak?! Iya?!" Hyuna membesarkan suaranya. "Lepasin. Aku bisa pulang sendiri."


Hyuna pergi.


Revan terdiam.


Suara operator bandara menggema keseluruh gedung. Sudah saatnya bagi Hyuna untuk bergegas menuju pesawat. Keberangkatannya sekitar setengah jam lagi. Dengan wajah gelisah dia terpaksa pulang kerumah orang tuanya.


"Kak... Hana minta maaf ya." ucap Hana.


"Gue yang makasih udah dikasih tumpangan gaib selama 6 bulan tanpa ketahuan di asrama." Hyuna cekikikan. Padahal hatinya sedih. "Lo minggu depan ujian kan? Belajar yang bener ya! Nilai gak mesti bagus, yang penting lulus. Hahaha"


Padahal menghibur diri sendiri saja sulit, bagaimana bisa dia menghibur orang lain disaat hatinya pilu.


"Yaudah... Gue berangkat ya. Kalian hati-hati dijalan pulang." Hyuna pun pergi setelah Hana dan Nathan menyalimnya.


Revan hanya dapat melihat kekasihnya pergi dari kejauhan. Tanpa kalimat perpisahan, tanpa kepastian hubungan, dan tanpa janji akan bertemu lagi.


"Yuk bang." ajak Nathan.


Tak ada sepatah katapun keluar dari mulut Revan. Dia kembali kemobilnya sendiri dan pulang. Nathan dan Hana menyusul dari belakang dengan mobil yang berbeda.


"Baru kali ini aku lihat dia begitu." kata Nathan. "Apapun masalahnya, kamu wajib cerita ke aku, ya?"


"Iya, Nath."


"Jangan nyembunyiin apapun dari aku." sambungnya lagi.


"Iya, Nathaaan." ucap Hana.


•••


"Yur... Lo udah tidur?" kata Hana begitu sampai dikamar asrama melihat Yura tidur menghadap dinding. "Yur..."


Langsung saja Hana mendekatinya dan melihat wajah Yura merah dan selimut yang dia pakai basah.


"Yur!! Lo kenapa?" tanya Hana.


"Gilang..." katanya sambil menangis.


"Iya Gilang kenapa? Tadi baik-baik aja kan?"


"Gilang mutusin gue, Han." isak tangisnya mengencang.

__ADS_1


"Apalagi masalahnya?" tanya Hana.


"Gue cuma minjem hp nya dia dan gue periksain chatnya dia. Dan gue nemuin pesan gak biasa dia ke cewek lain. Dan dia marah karena gue udah ganggu privasinya dia." kata Yura sesenggukan.


"Lo yang sabar ya..." cuma itu yang dapat diucapkan Hana karena suasana hatinya juga sedang tidak enak.


Selain karena masalah kakaknya, dia juga kepikiran dengan Nathan. Walaupun dia percaya kalau kekasihnya tak akan mungkin melakukan itu, namun tetap saja dia penasaran karena beberapa kali Hana mencoba meminjam ponsel Nathan, tidak diizinkan.


"Gilang mau kesini balikin hp, kartu kredit dan bayar hutang dia kegue." kata Yura.


"Jam berapa mau kesini?" tanya Hana.


"Dia lagi dijalan."


"Oh." jawab Hana singkat lalu segera turun kelobby asrama untuk menunggu Gilang.


Tidak sampai sepuluh menit menunggu, Gilang datang dengan seorang gadis berambut pendek yang tidak asing bagi Hana didepan gedung asrama. Ya... Itu Agatha mantan kekasih Nathan.


"Mana barang-barang Yura?" langsung saja Hana menagihnya.


"Mana Yura? Gue mau bicara sama dia." kata Gilang.


"Udah gausah banyak bicara. Sini balikin barangnya dan gausah ngemis-ngemis minta balikan lagi ke Yura." tegas Hana dengan mimik wajah yang tidak biasa.


"Udah panggil aja kali Yura nya." sambar Agatha.


"Gausah-ikut-campur." ucap Hana.


"Ya lo juga ngapain ikut campur!" Agatha turun dari motor.


"Mana barangnya?" Hana tak menghiraukan Agatha.


Spontan Hana langsung mendorong tubuh Agatha sehingga membuat gadis itu terdorong dan hampir terjatuh. Tiba-tiba Nathan datang dan menatap sinis kearah Gilang.


"Hana? Ada apa?" tanya Nathan.


"Tanya sama mantan lo!" ucap Hana marah lalu menarik Gilang masuk kedalam gedung.


Entah apa yang difikiran Hana saat ini. Yang jelas dia hanya kesal melihat Agatha dan statusnya sebagai mantan kekasih Nathan. Kenapa harus Agatha? Padahal Hana berniat untuk bicara baik-baik dengan Gilang soal Yura.


"Lo kenapa sih Han?" tanya Gilang.


"Sorry Lang. Gue kelepasan." kata Hana.


"Soal Agatha mantan Nathan?"


"Udah mana barangnya Yura biar gue yang balikin. Kalau lo yang balikin pasti kalian bakalan balik lagi, kan?" tebak Hana.


"Han... gue benar-benar cuma mau ketemu dia sebentar."


"Kak... Coba lo tanya sama diri lo sendiri deh kak. lo masih pengen sama dia apa ngga? Lo udah berapa kali mutusin dia? Dan udah berapa kali kalian balikan saat lo mau balikin barangnya dia? Gue bukan mau ikut campur kak, tapi gue bosen banget. Sumpah!"


"Oke, Han. Lo bener. Lebih baik lo yang balikin. Gue cuma gak tega kalau udah ngeliat wajahnya."


Gilang pun menyerahkan semua barang milik Yura ke Hana. Kali ini dia sudah benar-benar ingin putus dengan Yura.


"Btw, lo pacaran sama Agatha ya kak?" tanya Hana.


"Iya... Jangan bilang Yura, please." Gilang menjabat tangan Hana memohon.


"Iya." ucapnya.

__ADS_1


Terlihat Nathan dipintu lobby sambil menatap Hana dengan wajah marah. Dia kesal dengan Hana yang diam saja ketika Gilang memegang tangannya. Bahkan dia dibiarkan diluar bersama orang lain.


"Nath..." panggil Hana.


"Ini hp lo." ketusnya lalu pergi meninggalkan Hana.


Hana berjalan cepat mengejar Nathan.


"Nath!! Maaf! Maaf udah ninggalin kamu didepan."


Nathan tak menggubris.


"Nath! Dengerin penjelasan aku dulu." teriak Hana lagi.


Nathan berhenti dan mendatangi Hana yang berhenti didepan pagar rumahnya.


"Udah malam. Kamu balik gih." kata Nathan.


"Kamu dengerin penjelasan aku dulu baru aku pulang."


"Hana! Aku bilang kamu pulang." Nathanpun masuk kerumahnya.


Bukannya pergi, Hana malah ikut masuk dan mengikuti Nathan hingga kekamarnya. Dia langsung duduk disofa menghadap kasur.


"Hana... Aku udah bilang kamu pulang. Ini udah malam. Besok harus sekolah. Kita bahas besok pulang sekolah. Ya?" pinta Nathan.


Mendengar Nathan berbicara dengan lembut Hanapun menurut dan bergegas bangkit dari sofa. Namun saat baru saja membuka pintu, Nathan memanggilnya.


"Hana." panggilnya.


"Ya, Nath?"


"Aku gak sengaja buka obrolan pesan kamu sama Nary." katanya.


Hana terdiam. Buru-buru mengecek pesan yang dikirim Nary kepadanya. Dan dia yakin pesan terakhir yang dikirim Nary adalah salah satu penyebab Nathan marah besar.


"Hana...kalau kamu udah putus sama Nathan, kamu boleh balik lagi ke aku."


Hana langsung berlari memeluk Nathan dari belakang. Dia tak menyangka dengan isi pesan dari Nary. Selama ini dia masih membalas pesan dari Nary hanya sebatas seorang teman, namun ditangkap lain oleh Nary.


"Nathan maaf..." ucap Hana.


Wajahnya disembunyikannya dipunggung Nathan. Air matanya sudah mengalir. Hana benar-benar takut dengan situasi ini.


Nathan memutar balikkan badan dengan Hana yang masih melingkarkan tangannya ditubuh Nathan. Dia membalas pelukan Hana dengan erat.


"Kamu bisa jelasin sekarang semuanya." kata Nathan lembut. "Biarin begini." Nathan tak melepaskan pelukannya.


"Pertama, entah kenapa aku hilang kendali waktu lihat Agatha, padahal dia gak ada salah. Dan kamu malah kena imbas atas kemarahan aku. Kedua, Gilang memohon sama aku buat gak bilang ke Yura kalau Gilang udah punya pacar lagi. Dan ketiga, aku cuma nganggap Nary sebagai teman, aku gak tau kalau dia memikirkan hal lain." jelas Hana.


Nathan memegang lembut kedua pipi Hana dan menatapnya dalam-dalam, membuat Hana mendongakkan wajahnya keatas.


"Makasih ya, Nath." kata Hana. "Makasih udah mau denger penjelasan aku." lanjutnya.


Nathan mencium kening gadis itu. Lalu menciumi hidung dan pipinya. Lama-lama bibirnya turun dan berhenti tepat dibibir Hana. Sedetik kemudian mereka berciuman untuk pertama kalinya selama 6 bulan menjalin hubungan.



[Terima kasih karena masih membaca Posesif Nathan. Jangan lupa tinggalkan komentar, berikan love, dan jempolnya yaaa.]


[next chapter aku mau kasih paragraph aksinya Nathan sama Hana pas kissing. Jangan lupa dilove ya biar masuk ke rak buku kamu.]

__ADS_1


__ADS_2