POSESIF NATHAN

POSESIF NATHAN
Bagian VIII


__ADS_3

Pagi ini sekolah dihebohkan dengan kedatangan murid baru pindahan dari amerika. Semua mata tertuju padanya saat mobilnya baru saja memasuki gedung sekolah. Murid baru itu datang sendiri dengan mobil sport warna merah dengan atap terbuka. Luar biasa mirip seperti di ftv.


Seluruh antero sekolah membicarakannya. Dia memiliki rambut pirang panjang. Tubuh tinggi semampai. Wajahnya sempurna, ditambah lagi dia blasteran. Namanya Susan Mary Chwe. Iya, dia kembarannya Nary, mantan pacarnya Hana. Namun Hana sama sekali tidak tau kalau Nary punya kembaran. Dia hanya tau Nary memiliki adik perempuan yang tinggal bersama neneknya di Amerika.



(akhirnya dia muncul juga)


"Good morning everyone. My name is Susan Mary Chwe. Kalian bisa panggil aku Susan or Mary." perkenalan singkat dari gadis itu saat masuk kekelas sebelas ipa 2.


Gadis itu pun duduk dikursi kosong disebelah jendela paling belakang. Kelas ini memiliki satu kursi perorangnya. Tidak seperti kelas ips.


"Hello, we are G-D-L, Gadis, Dira, Laura." serentak tiga gadis berdiri disamping kursi Mary.


"You're invited to our group. Congratulation." ujar Dira ketua genk GDL.


"Sorry, gue gak tertarik. Thankyou." jawab Mary dingin.


Dira tak menunjukkan wajah kesal. Dia hanya mengepalkan kedua tangannya dan menahan emosinya. Baru kali ini ada yang menolak masuk di anggota genk mereka.


"Oh, okay. Jangan nyesal." ucap Dira.


Mary dengan terpaksa harus pindah kesekolah ini karena dia sangat amat terlalu menyayangi abangnya, Nary. Tak tahan dengan kesedihan abangnya karena sudah berbulan-bulan Nary belum juga dapat menerima putusnya hubungan dia dengan Hana. Ayahnya sebenarnya sangat menentang kembalinya Mary dari Amerika, namun karena memang hanya Mary yang mampu menentang keputusan ayahnya. Mau tak mau, ayahnya memberi izin.


...


Mata pelajaran sejarah dimulai. Hana dan Nathan datang terlambat ditambah lagi mereka mendapat hukuman mencabut rumput setelah upacara tadi pagi.


"Kemana aja kalian berdua baru masuk?" tanya Pak Yamin.


"Maaf pak, tadi disuruh cabut rumput sama Buk Marti." jawab Hana.


"Halah... Bilang aja pacaran dulu." pekik Dio lalu satu kelas tertawa.


"Mulut lo, yo." kata Gema yang duduk disamping Dio.


"Memangnya kenapa kalo pacaran dulu. Emang elo? jomblo." saut Nathan meledek Dio.


"Songong lu, Nath. Liat aja nanti gue pacaran sama Tifa. Ya gak, Tif?"


"DIH OGAH! BADAN LO BAU EMPANG" jawab Tifanny.


"Tuh lo sama Saripah aja... Dari kelas sepuluh ngejar lo mulu." saut Kevin dari ujung kelas.


"KEVIN!!! KALO NGOMONG KOK SUKA BENER SIH!" saut Saripah.


Tiba-tiba pak Yamin keluar dari kelas. Guru itu memang suka sensitif. Dia mudah sakit hati dan tersinggung. Pak Yamin guru termuda disekolah, denger gosip dia baru aja putus dari guru kimia, buk Ros.


"Tuh kan!" Gema lari mengejar pak Yamin.


...


Gilang buru-buru berlari kekelas saat mengetahui ada murid baru dikelas sebelas. Tak dipungkiri lagi, kalau soal perempuan cantik, Gilang berada dibarisan paling depan.


"Ada murid baru, bule, dikelas sebelas. Cantik banget boooyyy." celetuk Gilang.


"Cantikan mana sama Susan?" tanya Haris.


"Cantikan... Cantik itu relatif sih. Susan cantik juga." jawab Gilang. "Btw, namanya Susan juga."

__ADS_1


"Serius lo?" Susan kaget.


"Serius gue."


Gurupun datang membubarkan kumpulan genk hitam yang dari tadi duduk dimeja Susan dan Deryl.


"Der, lo harus mencatat sejarah di sma sebelum kita lulus." bisik Susan. "Lo harus punya pacar."


"Lo aja jadi pacar gue mau ga?" bisik Deryl.


"Jangan mulai lagi ya, Deryl."


Deryl meraih telapak tangan Susan dan menggenggamnya lalu menyembunyikannya di laci meja. Haris yang melihat dari belakang hanya menggerutu kesal karena dia sangat suka dengan Susan namun terhalang status persahabatan.


Bel istirahat pertama pun berbunyi. Hana dan Nathan bergegas kekantin secara terpisah. Mereka membeli beberapa makanan dan camilan lalu membawanya keruang rahasia milik Nathan. Dikantinpun mereka berpapasan dengan genk Hitam. Susan menyapa Nathan dan seperti biasa, Nathan tak menggubrisnya sama sekali. Deryl sudah ingin menonjoknya saat itu juga namun ditahan oleh Susan. Genggaman tangan Susan membuat Deryl tenang


Kumpulan para cowok di meja siomay Pak De membuat kebisingan saat Mary berjalan sendiri kekantin. Tatapan sinisnya yang mengandung ancaman langsung membuat mereka terdiam dan ketakutan. Entah aura apa yang dimiliki Mary sehingga membuat mereka terdiam.


Mary melihat Hana berjalan berdua dengan Nathan dan mencoba mengikuti dari kejauhan sampai saatnya dia tiba tepat didepan pintu ruang rahasia Nathan. Hampir sepuluh menit lebih dia berdiri disana. Memutuskan untuk masuk atau tidak.


Marypun membuka pintu dengan tiba-tiba seolah dia sedang tersesat dan mencari sesuatu. Namun mulutnya membungkam saat melihat Nathan baru saja akan mencium Hana.


"Sorry...Gue tersesat." Mary menutup pintu lagi dan berdiri mengambil nafas.


"Kenapa lo masih disini?" ujar Nathan membuat Mary kaget.


"Sorry...sorry... Gue gak sengaja."


Nathan menaruh lengannya didinding menyudutkan Mary.


"Jangan"


"kesini"


"lagi."


"Nath! Apaan sih lo." tarik Hana.


"Lo gak apa kan?" tanya Hana ke Mary.


"Im okay. Gue cuma mau tanya jalan keluar dari sini lewat mana?" Mary memasang wajah melas.


"Bareng gue aja." kata Hana membawa Mary dan meninggalkan Nathan.


...


Dikelas, Mary terus-terusan memikirkan apa yang baru saja dia lihat. Dia merasa sudah selangkah lebih maju karena sudah punya alasan untuk berbicara dengan Hana.


"Poor my brother, your dumb girl is happy here..." ucap Mary dalam hati.


Sementara dikelas ips 3, Gema membuat pengakuan didepan kelas saat guru bahasa tak datang. Dia menyatakan cintanya kepada Hana didepan kelas. Nathan hanya menonton dari kursi yang dia duduki sambil menyumbat telinganya dengan earphone. Sedangkan Hana berkali-kali melirik Nathan berharap pria itu dapat menolongnya. Namun tidak.


" Maaf Gema. Gue udah punya pacar." jawab Hana.


"Jadi kamu beneran pacaran sama Nathan?"


"Sorry Gem..." Hana berjalan kekursinya meninggalkan Gema didepan kelas.


Terlihat Dio dan Kevin yang menepuk punggung Gema memberikan semangat untuknya.

__ADS_1


"Udah gue bilang, mereka itu pacaran. Masih juga lo tembak." ujar Dio.


"Udah Gem. Lu sabar aja. Itu Ipah nganggur." Kevin menunjuk ke arah Saripah. Saripah tersenyum melambaikan tangannya.


"Awas lo bedua." Gema membuang tangan Dio dan Kevin.


Dia pun meninggalkan kelas demi menutupi rasa malu dan kekesalannya. Dia benar-benar menyukai Hana bahkan sebelum Deryl menyuruhnya mendekati Hana.


"Lo tuh ya!" Gemes Hana.


"Gue kenapa?" tanya Nathan.


"Bukannya bantuin gue. Tarik gue kek. "


Nathan menarik-narik lengan Hana.


"Udah kan?" kata Nathan santai.


"ISH!!!"


Hana pergi keluar kelas menuju toilet. Tiba-tiba dia terjatuh karena tali sepatunya terbuka. Seseorang menolongnya untuk bangkit dan mendorongnya duduk dikursi. Orang itu juga mengikatkan tali sepatunya (lagi).


"Makasih, kak." ucap Hana sebelum orang itu pergi lagi.


Mary melihat dari jendela kelasnya. Dia mulai risih dengan Hana yang mudah dekat dengan banyak pria.


"Nary, you waste my time." kesal Mary.


Mary keluar kelas beralasan ingin ketoilet padahal dia ingin menemui Hana sebelum Hana kembali kekelasnya.


"Hai! Tadi gue lupa nanya nama lo." kata Mary


"Hana, lo?"


"Susan..." dia sengaja tak menyebutkan Mary.


"Senior kita ada yang namanya Susan juga, loh."


"Oh ya? Gue penasaran secantik apa."


"Yah, gak bisa dibandingi sih. Kalian berdua cantik."


"Ah bisa aja lo." ujar Mary malu. "Btw, tadi gue minta maaf ya ganggu lo sama?"


"Nathan?" "Gak apa juga."


"Pacar lo?" tanya Mary.


"Bukan... Bukan... Temen..." jawab Hana salah tingkah.


"Oh jadi pacar lo yang masangin tali sepatu tadi?"


"Ahh itu bukan. Itu Deryl senior kita..." jawab Hana.


"Oh kirain... Gue balik luan ya." Mary pun kembali kekelasnya.


Pesan masuk nomor tak dikenal:


+62822363698.. : Hai Hana, ini gue Agatha. Dapet nomor lo dari Ola. Gue mau bicara sebentar, bisa ketemuan di kafe dekat perpus umum nanti jam 2?

__ADS_1


__ADS_2