
Rahma adalah sosok mahasiswa yang rajin dan aktif dalam kegiatan perkuliahan dan kegiatan ekstrakurikuler kampus. Dia termasuk mahasiswi yang berprestasi.
Rahma memiliki kekasih bernama Arya. Arya adalah sosok mahasiswa yang jarang masuk kuliah. Dia adalah anak orang kaya yang gaya hidupnya hedonisme. Arya jarang masuk kuliah. Dia juga tidak aktif dikegiatan ekstrakurikuler kampus. Arya lebih suka nongkrong dengan teman-temannya. Keluar masuk club malam, dan mabuk-mabukan dengan para ladies club. Semua itu dia lakukan karena Arya terlalu dimanjakan kedua orang tuanya. Orang tuanya memberikan fasilitas full pada Arya. Mulai dari mobil sport, barang-barang branded, credit card, hingga apartemen mewah diberikan untuknya.
Namun disisi lain, Rahma tidak mengetahui detail sifat asli dari kekasihnya itu, karena mereka tidak kuliah di kampus yang sama. Selama ini yang Rahma tahu sang kekasih Arya adalah seorang pria shalih yang rajin shalat, rajin mengaji, rajin kuliah, mandiri dan tidak suka foya-foya.
Tak terasa hubungan mereka sudah menginjak bulan ke tuju. Saat itu semua mata kuliah Rahma sudah selesai. 148 SKS sudah ia kerjakan. Dan disaat itu juga proposal skripsi yang ia ajukan sudah di acc oleh dosen. Rasa haru, bahagia, dan speechless yang dia rasakan saat ini. Membuatnya terlalu larut dalam kebahagiaan.
Dengan diliputi euforia yang berlebihan, Rahma segera bergegas menghampiri kekasihnya Arya. Satu setengah jam perjalanan ia tempuh dengan mengendarai mobilnya. Kala itu jalanan begitu padat. Rahma yang begitu hanyut dalam kebahagiaan tidak fokus saat menyetir. Dan benar saja,
Brakkkk
Mobil Rahma menabrak mobil di depannya. Hingga membuat Rahma tak sadarkan diri akibat kepalanya terbentur setir mobil.
"Tolong bantu saya mengangkat gadis ini..., Dia tidak sadarkan diri...." Teriak salah seorang pria yang menolong Rahma dari kecelakaan yang mengerikan itu.
Orang-orang berdatangan dan mencoba membantu mengangkat Rahma. Mamun dia masih tidak sadarkan diri.
Toottt toottt wiu... wiu.. wiu...
Suara mobil ambulance datang. Rahma segera dibawa ke tandu, lalu dimasukkan ke mobil ambulance.
"Innalillahi wainnailaihi rojiun..., Rahma kecelakaan?"
Wajah Ayah Ibrahim mendadak memucat.
"Sekarang putri saya bawa ke Rumah Sakit mana?" tanya ayah Rahma pada seseorang yang mengabarinya lewat telpon.
Setelah mendapat telpon dari Rumah Sakit, siang itu menjadi hari yang buruk dan mencekam bagi kedua orang tua Rahma.
***
Sudah dua hari Rahma opname di rumah sakit. Namun badan dia masih lemah. Diberi makanan apapun dia selalu menolak. Tatapannya kosong. Mungkin dia sangat shock dengan kondisinya saat ini.
Bagaimana skripsiku nanti? Bagaimana bisa aku ikut wisuda bareng teman-temanku kalau kondisiku kayak gini? Apa Arya masih mau menerima kondisiku yang seperti ini? Gimana aku meneruskan hidup jika kondisiku cacat seperti ini?
Pertanyaan itu yang terus menerus ada dibenak Rahma. Hingga membuat dia merasa hampir putus asa.
Drrtt... Drrtt...
Ada panggilan masuk di handphone Rahma. Ternyata itu telpon dari Arya kekasih Rahma. Dengan segera Rahma mengangkat telpon. Rasa rindu yang yang teramat kuat ia rasakan, karena sudah dua hari tidak saling berkabar.
"Assalamu'alaikum" ucap Rahma.
"Wa'alaikum salam" Arya menjawab salam kekasihnya.
"Apa kabar sayang hari ini? Kenapa dua hari tidak memberi kabar sama sekali? Dua hari chat dan telponku tidak pernah kamu respon. Ada masalah apa? Apa aku melakukan kesalahan?" Arya mencoba meminta klarifikasi dari Rahma.
"Tidak ada apa-apa. Aku hanya sedang mendapat musibah. Bisakah kau datang menjengukku di rumah sakit?" ucap Rahma sambil sesenggukan.
Akibat kecelakaan itu Rahma mengalami dislokasi pada bahu bagian kiri. Yang menyebabkan Rahma tidak bisa menggerakkan tangannya dan terpaksa harus operasi. Dislokasi adalah kondisi ketika bonggol tulang lengan bagian atas terlepas dari sendi bahu. Sehingga Rahma harus dioperasi karena ada syaraf dan pembuluh darah yang rusak, serta untuk mengembalikan tulang ke posisi normal agar bisa berfungsi dengan baik lagi.
__ADS_1
***
Keesokan harinya, tepat di hari ke tiga,
Arya datang menjenguk Rahma di rumah sakit.
Tok, Tok, Tok,
"Assalamu'alaikum" Arya dengan pelan membuka pintu kamar rumah sakit tempat Rahma dirawat.
"Wa'alaikum salam" sahut Rahma dan kedua orang tuanya dari dalam kamar.
Arya dengan canggung menyalami Rahma dan kedua orang tua Rahma. "Pak, Bu saya Arya teman Rahma" ucap Arya sambil tersenyum dengan ramah.
Setelah ngobrol beberapa saat,
"Ayah... Bunda..., silahkan jika kalian mau keluar dulu untuk makan siang. Mumpung Rahma ada yang nemenin." kata Rahma.
"Iya Pak... Bu..., silahkan kalau mau keluar untuk makan siang. Biar Rahma saya yang jaga." Arya mencoba akrab dengan orang tua Rahma
"Oh... baik kalau begitu. Kami titip Rahma dulu ya nak Arya." Kata Bunda Nur sambil berjalan keluar dengan Ayah Ibrahim.
"Iya silahkan..." jawab Arya sambil tersenyum ramah.
"Gimana ceritanya bisa sampai kayak gini?" Arya bertanya.
"Iya... semua ini salah aku. Aku kurang hati-hati di jalan. Waktu itu aku buru-buru mau nyamperin kamu ke kampus. Dan aku memang sengaja tidak mengabari kamu, karena niatku mau ngasih surprise." Jelas Rahma dengan penuh rasa sesal.
"Keadaanmu sampai kayak gini tapi kenapa kamu enggak ngabari aku?" Arya shock melihat kondisi Rahma saat ini.
"Sayang..., apa kamu akan meninggalkan aku dengan kondisiku yang sekarang? Apa kamu akan menjauhiku karena aku sekarang cacat?" Rahma bertanya diiringi deraian air mata.
"Sayang..., dengarkan aku ya. Aku tidak akan pernah meninggalkan kamu dalam kondisi apa pun." Arya berjanji pada kekasihnya.
***
Tiga bulan sudah Arya selalu mendampingi Rahma. Menemani setiap kali check up dan terapi. Sampai Rahma benar-benar sembuh dan tangan kirinya normal kembali.
Melihat kedekatan mereka, orang tua Rahma semakin hawatir. Mereka takut jika para tetangga menggunjing anak gadis tunggal mereka.
Rahma adalah anak tunggal dari seorang pengusaha konveksi ternama. Maka dari itu banyak yang mengenal Rahma. Karena selain cantik, Rahma juga pewaris tunggal dari pengusaha konveksi besar di daerahnya. Jadi wajar saja jika orang tuanya benar-benar menjaga naik baik keluarga mereka.
"Rahma...," Ayah Ibrahim memanggil putri tunggalnya itu.
"Iya Ayah...," sahut Rahma sambil tersenyum.
"Ayah mau bertanya. Tolong jawab dengan jujur!" Ayah Ibrahim menegaskan perkataannya.
"Iya Ayah..." jawab Rahma dengan rasa penasaran dan hawatir.
"Apa hubungan kamu dengan Arya? Kenapa dia begitu telaten dan intens menjaga kamu!" Ayah Ibrahim bertanya dengan tegas.
__ADS_1
"Maaf sebelumnya Yah..., kalau Rahma selama ini tidak jujur dengan Ayah dan Bunda. Arya... Arya adalah kekasih Rahma Yah." Dengan rasa takut Rahma menjawab pertanyaan ayahnya.
Jlebbb
Berasa sebilah pedang menghujam jantungnya. Wajah Ayah Ibrahim mendadak memerah. Raut kekecewaan dan amarah begitu jelas tergambar di wajahnya
"Kenapa kamu selama ini menyembunyikan hubungan kalian! Ayah dan bunda selama ini sudah sangat percaya terhadap kamu! Kamu anak tunggal ayah dan bunda. Kami ingin agar kamu benar-benar fokus kuliah sampai selesai. Kami ingin agar kamu bisa meneruskan usaha ayah yang ayah rintis dari nol. Semuanya Ayah lakukan demi kamu.
Selama ini ayah selalu menjaga nama baik kita. Apa kata orang jika mereka tahu kelakuanmu seperti ini. Kamu berhijab, tetapi kenapa malah pacaran! Bukankah kamu tahu bahwa pacaran itu dosa. Buat apa kamu berlama-lama mengumpulkan dosa! Sudah berapa lama kalian pacaran!" Ayah Ibrahim bertanya dengan penuh amarah dan kekecewaan.
"Su...sudah tujuh bulan yah sejak Rahma PKL. Dia teman lama Rahma, yang Rahma kenal waktu masih semester satu dulu. Kami saling kenal karena dikenalkan oleh Dewi. Arya anak baik Yah, kami tidak pernah melakukan yang diluar batas. Maafkan Rahma Ayah... Bunda..., maaf kalau sudah mengecewakan Ayah dan Bunda." Rahma menjawab dengan cucuran air mata karena diliputi ketakutan dan rasa bersalah.
"Kalau dia benar laki-laki yang baik, suruh Arya segera menikahi kamu! Namun jika dia tidak bersedia segera menikahi kamu, lebih baik kamu segera menikah dengan anak teman Ayah yang jelas-jelas sudah mapan dan bisa meneruskan usaha Ayah!" Perintah Ayah Ibrahim dengan tegas.
***
Keesokan harinya,
Drrtt... Drrtt...
Panggilan masuk di handphone Rahma.
"Hallo, assalamu'alaikum sayang. Tumben telpon sepagi ini? Apa hari ini masih ada jadwal terapi?" tanya Arya penasaran.
"Tidak. Kemarin malam Ayah tanya tentang hubungan kita. Dan aku sudah mengakui jika kita ada hubungan. Aku tidak bisa lagi menyembunyikannya dari orang tuaku." Rahma menjelaskan dengan penuh keraguan.
"Lalu bagaimana respon kedua orang tuamu?" tanya Arya.
"Ayah ingin kita segera menikah!" jawab Rahma.
"Menikah?"
Arya begitu kaget dengan ucapan kekasihnya.
"Tolong kamu ajak kedua orang tuamu untuk segera meminangku. Dan setelah itu kita segera menikah. Tapi kalau kamu tidak mau, aku akan dijodohkan dengan anaknya teman ayahku." Kata Rahma sambil sesenggukan karena semalaman dia menangis dan tidak bisa tidur.
Arya begitu kalut mendengar perkataan Rahma. Dia bingung antara belum siap untuk segera menikah dan takut kehilangan gadis yang ia cintai.
Dengan terpaksa Arya menjawab "Iy...iya, aku akan segera mengajak kedua orang tuaku untuk segera meminangmu. Dan sebulan setelahnya kita akan segera menikah".
...~Happy Reading~...
...๐ธ๐ธ๐ธ...
...Mohon Maaf jika masih banyak kesalahan dalam penulisan๐๐...
...Author baru belajar menulis karya fiksi. Mohon koreksi dan dukungannya ya, dengan Like, komen dan vote ya๐ค๐๐ฅฐ...
...Dukungan kalian sangat berarti bagi Author...
...TERIMA KASIH...
__ADS_1
...๐๐...
...๐ธ๐ธ๐ธ...