Prahara Dua Hati

Prahara Dua Hati
PENYEMPURNA KEHIDUPAN


__ADS_3

"Silahkan diadzani pak" kata seorang perawat sambil menyerahkan bayi tersebut ke Arya


"Ohh iya terima kasih sus" jawab Arya


Speechless, terharu, bersyukur, bahagia, gugup, campur aduk yang dirasakan Arya. Wajar saja ini moment pertama dalam hidup dia melihat dan menggendong bayi darah daging dia sendiri. Dengan mata yang terlihat memerah dan mulai berkaca-kaca, Arya akhirnya mengadzani buah hatinya yang mungil dan lucu itu


"Bismillahirrahmanirrahim"


"Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (2x)"


"Asyhadu allaa illaaha illallaah (2x)"


"Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah (2x)"


"Hayya 'alashshalaah (2x)"


"Hayya 'alalfalaah (2x)"


"Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (1x)"


"Laa ilaaha illallaah (1x)"


Tak henti-hentinya Arya memandangi bayi kecilnya yang baru lahir itu. Sesekali terlihat Arya menciumi dan memeluk buah cintanya yang baru hadir ke dunia itu.


"Terima kasih sayang, kamu sudah hadir di kehidupan papa dan mama. Terima kasih kamu sudah datang menjadi penyempurna kehidupan kami. Papa dan mama akan selalu menyayangi, menjaga dan membahagiakan kamu hingga kelak kamu mampu berdiri sendiri hadapi dunia." Tanpa sadar Arya mengucapkan beberapa janji pada manusia kecil yang belum mengerti maksud dari perkataan papanya itu


Dengan sisa-sisa tenaga yang masih ada, Rahma berusaha terjaga untuk memperhatikan moment manis pertama kali yang dia lihat yang terjalin antara seorang manusia yang baru saja menjadi ayah dan manusia mungil yang baru saja hadir di dunia ini.


Walau merasa lemah dan sangat lelah tetapi Rahma merasakan syukur dan kebahagiaan yang luar biasa. Apa yang dia rasa kali ini tidak bisa digambarkan dengan kata-kata lagi.


"Sayang... sini, aku pengen melihat dan mencium bayi kita" ucap Rahma


Sambil terseyum Arya mendekat ke Rahma. "Ini sayang malaikat kecil kita. Lucu sekali ya. Cantik mirip kamu. Terima kasih sayang, kamu sudah berkorban banyak dan mempertaruhkan jiwa raga kamu untuk menghadirkan buah cinta kita ke dunia. Aku berjanji tidak akan pernah menyakiti, membuat kalian menderita atau pun membuat kalian menangis"


"Iya sayang sama-sama. Terima kasih juga untuk semua yang telah kamu berikan ke aku" ucap Rahma sambil berkaca-kaca matanya


Kebahagiaan begitu terpancar dari wajah sepasang suami istri yang kini telah resmi menjadi orang tua itu. Sambil ngobrol mereka mengelus-elus kulit lembutnya bayi mereka. Tiba-tiba perawat datang menghentikan obrolan asyik mereka


"Pak... rincian biaya rawat inap dan persalinannya sudah jadi. Silahkan kalau mau langsung ke bagian administrasi" ucap seorang perawat rumah sakit itu

__ADS_1


Arya segera ke bagian administrasi Rumah Sakit untuk membayar biaya rawat inap dan persalinan istrinya tersebut. Setelah semua beres, Arya yang dibantu kedua orang tuanya tersebut segera membawa Rahma dan bayinya untuk pulang ke rumah.


*Brum.. brum.." terdengar suara mobil Arya berhenti tepat di depan pintu rumah. Mbok Sri dan mas Andre segera bergegas menuju pintu


"Ceklek" pintu rumah di buka mbok Sri


"Alhamdulillah non Rahma" omongan spontan mbok Sri


Mas Andre yang begitu exited melihat keponakan barunya itu langsung meminta agar diizinkan menggendongnya.


"Ihhh lucu sekali anak ini. Ini anak siapa sih gemesin banget. Pengan aku cubit dan ku gigit. Ihhhh gemes." Terlihat begitu gemas mas Andre pada keponakannya itu


"Eh apaan sih mas. Awas aja ya kalau anakku kamu apa-apain. Awas aja kalau sampai dia nangis. Berurusan sama bokapnya ntar kamu" celetuk Arya


"Hahahaha" spontan orang-orang rumah pada tertawa melihat keanehan yang baru saja terjadi. Image cool mas Andre dan Arya yang selama ini melekat pada diri mereka, seketika hilang akibat tingkah lucu mereka yang terkesan seperti anak-anak yang lagi rebutan mainan


"Hahaha kalian ini apa-apain sih kok mendadak berubah gitu sikapnya. Seperti kalian pas masih anak-anak dulu saat lagi rebutan mainan..." mama Anti tertawa geli mengingat masa kecil kedua putranya itu


Perkataan mama Anti itu akhirnya disambut gelak tawa para penghuni rumah itu.


***


Suasana rumah terasa sangat berbeda setelah kehadiran baby Zea. Zea Amira adalah nama lengkap dari putri pertama Arya Prayoga dan Rahma Aulia. Nama itu sudah disiapkan jauh-jauh hari oleh Rahma setelah mengetahui hasil USG yang menunjukkan jika anaknya berjenis kelamin perempuan.


Semua kebutuhan baby Zea sudah dipersiapkan jauh-jauh hari dengan sangat lengkap. Bahkan taman playground pun sudah dipersiapkan oleh kakek neneknya. Maklum saja baby Zea adalah cucu pertama dari dua keluarga pengusaha besar yang bergerak dibidang fashion. Maka dari itu wajar saja dia mendapat perlakuan istimewa dari keluarganya.


***


Pagi itu,


"Ting-tung.., ting-tung.." terdengar bunyi bel rumah ada yang menekan. Tandanya ada tamu yang datang


"Ceklek" mbok Sri segera membuka pintu


"Eh... nyonya Nur dan tuan Ibrahim" dengan ramah mbok Sri menyapa kedua orang tua dari mamanya Zea itu


"Assalamu'alaikum mbok Sri apa kabar? Tak terasa sudah satu minggu kita tidak bertemu ya?" ucap bunda Nur dengan ramah


"Assalamu'alaikum mbok Sri" ucapan salam dari ayah Ibrahim

__ADS_1


Sambil tersenyum mbok sri menjawab "Wa'alaikum salam nyonya Nur dan tuan Ibrahim. Alhamdulillah kabar saya baik. Tuan dan nyonya sehat-sehat selalu kan?"


"Alhamdulillah kami sehat mbok" jawab bunda Nur


"Eh malahan keasyikan ngobrol di luar sampai saya lupa mempersilahkan untuk masuk ke rumah. Monggo silahkan masuk.., silahkan duduk dulu tuan dan nyonya. Saya panggilkan non Rahma dulu ya" dengan sangat sopan mbok Sri mempersilahkan besan keluarga Ahmad tersebut untuk duduk terlebih dahulu


Selang beberapa menit


"Bunda... ayah..., emm kangen banget sama kalian. Ini baby Zea juga kangen banget sama kakek dan neneknya" sambil menggendong baby Zea terlihat sangat bahagia ekspresi wajah Rahma dengan kedatangan orang tuanya itu


"Ayah bunda" Arya menyapa sambil bergantian mencium tangan kedua mertuanya itu


Mendengar suara yang tak asing lagi bagi mereka, akhirnya papa Ahmad, mama Anti dan mas Andre segera menuju ke ruang tamu untuk memastikan benar atau tidaknya yang datang adalah keluarga besan.


"Ya Allah ternyata keluarga besan yang datang. Kenapa tidak kabar-kabar dulu jeng?" tanya mama Anti sambil cipika-cipiki ke bunda Nur


"Iya kenapa tidak Wa dulu mas?" tanya papa Ahmad sambil menyalami besannya itu


"Hehehe tidak apa-apa mas hitung-hitung surprise" jawab papa Ibrahim sedikit bergurau


Setelah kedua keluarga itu berkumpul semua di ruang tamu. Terlihat begitu asyik mereka mengobrol dan bergurau sambil bergantian menggendong baby Zea. Kakek dan neneknya juga terlihat sangat merindukan cucu pertamanya itu karena sudah satu minggu tidak bertemu.


Jam makan siang tiba. Ayah Ibrahim dan bunda Nur dipersilahkan untuk makan siang bersama semua anggota keluarga papa Ahmad.


Keharmonisan dua keluarga itu semakin bertambah sejak hadirnya baby Zea. Kehadiran baby Zea seolah-olah menjadi air ditengah padang pasir yang tandus. Maklum saja dua keluarga yang sebelumnya tidak saling kenal itu mendadak harus mengizinkan anaknya untuk menikah. Sehingga kedekatan antar besan itu tidak begitu terbentuk. Tetapi semua berubah dratis sejak hadirnya baby Zea yang kini sudah genap berusia 6 bulan.


Baby Zea menjadi perwujudan harapan untuk menyambut usia senja kakek neneknya. Baby Zea menjadi pembuktian papa dan mamanya bahwa mereka tidak salah dalam memilih pasangan. Dan baby Zea juga menjadi penepis rasa trauma pamannya, bahwa menjalani komitmen sebuah hubungan tidak selamanya berakhir dengan luka. Kini baby Zea menjadi penyempurna kehidupan bagi kedua keluarga itu.


...~Happy Reading~...


...🌸🌸🌸...


...Mohon Maaf jika masih banyak kesalahan dalam penulisan🙏🙏...


...Author baru belajar menulis karya fiksi. Mohon koreksi dan dukungannya ya, dengan Like, komen dan vote ya🤗😘🥰...


... Dukungan kalian sangat berarti bagi Author...


...TERIMA KASIH...

__ADS_1


...🙏🙏🙏...


...🌸🌸🌸...


__ADS_2