
"Mas aku berangkat dulu ya" Rahma mencium tangan suaminya
"Pa Ma Rahma berangkat ke kampus dulu ya" sambil bergantian mencium tangan kedua mertuanya itu
"Baby Zea... mama pergi dulu ya sayang. Kamu jangan rewel nanti ya. Di rumah kan sudah ada mbak Mei dan mbok Sri yang akan mengurus Zea. Muachh" Rahma mencium anaknya sebelum berangkat ke kampus
Jam sudah menunjukkan pukul 07:00. Rahma segera bergegas melajukan mobilnya menuju sebuah Universitas tempat dia menimba ilmu.
"Bismillahirrahmanirrahim." Rahma melanjutkan do'anya dalam hati. Dalam do'a tersebut Rahma meminta pada Allah agar proses penggarapan skripsinya diberikan kelancaran dan kemudahan, serta baby Zea tidak rewel
Pagi itu jalanan begitu macet. Jam sibuk anak-anak sekolah menuju sekolahannya, para pekerja buru-buru menuju tempat kerjanya, para mahasiswa menuju ke kampusnya, dan para pedagang tergesa-gesa menuju tempat jualannya untuk menjemput rizki.
"Ya Allah macet banget haduhh. Bagaimana ini nanti kalau tidak bisa ketemu dosen pembimbingku. Harusnya bisa lebih pagi lagi aku berangkatnya tadi biar tidak telat gara-gara kejebak macet kayak gini. Haduh gimana ini" Rahma berbicara sendiri mengungkapkan kehawatirannya
Setelah 30 menit terjebak macet, akhirnya sampai juga dia di kampus. Dengan sangat terburu-buru Rahma segera menuju ke ruang dosen pembimbing. Sebelumnya, dia sudah mengatur jadwal untuk bimbingan skripsi pada jam 09:30. Tetapi kali ini dia telat 10 menit dari jadwal yang sudah ditentukan.
"Tok tok tok, assalamu'alaikum" Rahma berdiri di depan pintu
"Wa'alaikum salam" jawab Pak Akbar. Pak Akbar adalah dosen pembimbing skripsinya Rahma
"Parmisi pak. Selamat siang. Maaf pak saya telat 10 menit karena tadi di jalan macet sekali" Rahma menjelaskan alasan keterlambatannya kepada pak Akbar
"Ohh iya mbak. Lain kali jangan diulang lagi ya dan tolong lebih ontime karena jadwal saya juga sangat padat" jawab pak Akbar dengan tegas
"Iya pak, lain kali saya akan ontime" jawab Rahma
"Pak.. ini skripsi bab 3 saya" ucap Rahma sambil menyerahkan naskah skripsinya
Lembar demi lembar naskah skripsi Rahma diperiksa oleh pak dosen. Sambil mengamati isi skripsi bab 3 itu.. pak Akbar mempersilahkan Rahma untuk menjelaskannya dengan detail
"Hhmm wuhhh" tarik nafas Rahma untuk mengurangi rasa nervousnya
Setelah cukup mengumpulkan rasa percaya dirinya, akhirnya Rahma menjabarkan poin poin yang dilampirkan di bab 3 skripsinya. Di dalam babย 3 berisi tentang penjelasan detail metode penelitian skripsinya.
Setelah selesai mendengarkan penjelasan Rahma, pak Akbar kemudian mengajukan beberapa pertanyaan yang sudah dirangkumnya.
Dengan sedikit gugup, Rahma menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan dosen pembimbingnya itu.
"Dari hasil pengamatan bab 3 skripsi kamu, ada beberapa poin yang harus dimasukkan ke dalamnya. Tadi sudah saya cantumkan semua di naskah ini. Tulisan kamu yang saya coret itu adalah poin-poin yang tidak perlu untuk dimasukkan ke dalam pembahasan." Jelas pak Akbar dengan wajah datarnya
"Ohh iya pak, terima kasih atas bimbingannya dan waktunya hari ini." Ucap Rahma dengan penuh rasa hormat
"Iya sama-sama" jawab pak dosen Akbar
__ADS_1
"Pak.., kira-kira kapan saya bisa bimbingan kembali dan menyerahkan hasil revisinya?" Rahma menambahi
"3 hari lagi ya. Tapi kamu WA saya dulu. Siapa tahu saya lupa" jawab pak Akbar sambil berlalu menuju ruang kelas para mahasiswanya
***
Setelah selesai bimbingan skripsi, Rahma menuju ke perpustakaan. Dia ke perpustakaan untuk mencari buku-buku yang akan digunakan sebagai tambahan referensi di bab selanjutnya.
"Hai Ra" tiba-tiba ada yang menyapa Rahma
"Eh hai Dea. Apa kabar cint? Wah...makin cantik saja kamu sekarang De. Makin glowing hehehe" Rahma memuji teman satu kelasnya itu
"Hehehe apaan sih Ra. Tidak perlu muji-muji gitu ih. Jadi malu aku hahaha. Kamu juga makin bening aja sekarang" ucap Dea ikut memuji
Dua sahabat itu akhirnya bersama-sama mencari mencari buku di perpustakaan sambil asyik membicarakan tentang banyak hal.
Lantunan adzan tiba-tiba terdengar dari masjid kampus. Menandakan waktu shalat dzuhur sudah tiba. Para mahasiswa yang ada di perpustakaan dan di ruangan lainnya segera bergegas keluar menuju ke masjid untuk ikut shalat dzuhur berjama'ah. Rahma pun turut bergabung di shaf shalat berjama'ah itu.
Selesai shalat dzuhur ia pergi ke kantin untuk makan siang.
"Saya soto daging satu bu" Rahma memesan pada bu Saroh pemilik kantin
"Minumnya apa mbak Rahma?" tanya bu Saroh
Sambil menunggu makanan yang dipesan datang. Rahma memperhatikan suasana di sekitar kampus.
"Ramai, tapi terasa sepi. Yang lalu lalang hanya anak-anak angkatan dibawahku. Teman-teman seangkatanku sudah banyak yang di wisuda. Dari tadi, baru satu orang seangkatanku yang ku temui. Untung aja aku ngikuti saran Dewi untuk ikut wisuda kloter ke dua tahun ini. Andai saja aku baru lanjutin skripsiku di tahun depan, haduh... tidak kebayang lagi betapa aku merasa menjadi orang asing di kampus ini." Gumamnya dalam hati
Rahma yang sedang asyik melamun tiba-tiba saja dikagetkan dengan suara pelayan kantin yang mengantar pesanan ke mejanya.
"Mbak Rahma.., ini pesanannya. Silahkan.." ucap pelayan kantin
"Eh, sampai kaget saya mb hehehe. Iya terima kasih" sahut Rahma
Jam sudah menunjukkan pukul 14:00. Rahma bergegas menuju tempat parkir mobilnya.
"Bismillahirrahmanirrahim" ucap Rahma sambil memasang safety belt
Terlihat mobil Rahma melaju keluar dari kampus.
Rasa rindu kepada baby Zea semakin mengusik pikirannya. Rasanya dia ingin melajukan mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi agar bisa segera sampai rumah. Namun keinginannya itu tertahan oleh rasa trauma yang pernah ia alami akibat kecelakaan yang mengerikan kala itu.
"Brum.. brum.." mobil Rahma terdengar parkir si garansi samping rumah
__ADS_1
"Yeahh Alhamdulillah.. akhirnya sampai rumah juga. Sebentar lagi ketemu baby Zea. Rasanya sudah tidak sabar lagi pengen segera gendong si imut Zea. Ternyata jauh dari anak enggak enak banget rasanya." gumam Rahma dalam hati sembari berjalan menuju pintu rumah
"Ting tung, ting tung"
Mbok Sri yang mendengar suara bel rumah itu langsung buru-buru menuju pintu untuk memastikan siapa yang datang.
"Ya Allah non Rahma.., tadi kirain siapa yang datang hehe" ucap mbok Sri sambil tertawa
"Oooo jadi kalau aku yang datang mbok Sri tidak mau bukain pintu? Ooo bagus ya" gurauan Rahma pada mbok Sri
"Ya bukan begitu maksud saya non hehe" jawab mbok Sri
Karena sudah tidak bisa lagi menahan rasa rindunya pada Zea, segera bergegas dia menuju ke kamar atas
"Tok tok tok"
"Zea sayang assalamu'alaikum" sambil membuka pintu kamar
"Eh mama sudah datang yeahh" ucap Arya
Melihat Zea kecil yang tiduran di ranjang, reflek Rahma segera memeluk dan menciumi anaknya itu. Mama kangen banget Zea..." ucap Rahma
"Ooo sekarang sudah tidak kangen sama suaminya lagi? Seharian pergi pulang-pulang yang dikangeni Zea saja ya sekarang? Ok deh suaminya tersisih sekarang" Arya bergurau pada istrinya
"Bukan begitu sayang.., aku juga kangen banget sama kamu. Tapi kan seharian ini kita WA nan terus. Lha kalau aku sama Zea? Sayang.. porsi dan posisi kalian dihati dan hidup aku masih tetap sama dan tidak akan pernah berubah" jelas Rahma sambil bersalaman mencium tangan suaminya kemudian memeluknya
"Mas.. ternyata memanage waktu itu tidak mudah. Ambisius meraih semua yang kita inginkan dengan sekali genggaman terkadang membuat salah satu yang kita harapkan terlepas dari genggaman. Hari ini aku baru benar-benar belajar untuk bisa membagi waktu dengan baik. Antara waktu untuk keluarga dan untuk skripsiku" Jelas Rahma
Sambil mendekap erat istrinya "Iya sayang, makanya jangan pernah menyia-nyiakan waktu yang masih ada. Karena waktu itu sangat berharga. Dan jangan pernah terlalu ambisius mengejar sesuatu hal kemudian mengabaikan yang lain. Kita harus menjalani sesuatu dengan balance." Pesan Arya pada istrinya
...~Happy Reading~...
...๐ธ๐ธ๐ธ...
...Mohon Maaf jika masih banyak kesalahan dalam penulisan๐๐...
...Author baru belajar menulis karya fiksi. Mohon koreksi dan dukungannya ya, dengan Like, komen dan vote ya๐ค๐๐ฅฐ...
... Dukungan kalian sangat berarti bagi Author...
...TERIMA KASIH...
...๐๐๐...
__ADS_1
...๐ธ๐ธ๐ธ...