
🌆 AHMAD FAMILY
🏢Papa Ahmad
Nanti malam jam 8, kita kumpul
semua di ruang keluarga. Ada
hal penting yang harus Papa
sampai ke kalian semua 17:30
🏝️Mas Andre
Iya Pa 17:45
🏖️Mama Anti
Iya Mas 18:00
^^^🌌My Number^^^
^^^Iya Pa 18:10^^^
🌌Mas Arya❤️
Siap Pa 18:30
...--------------------------------------------------------------------------------...
Isi chat di grup WA keluarga suamiku.
Tumben papa ngechat seperti ini di grup. Ada apa ya?
Sedikit tergelitik hati ini, untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Tidak biasanya papa mengumpulkan semua anggota keluarga. Setiap ada hal apa pun, papa akan menyampaikan langsung saat sudah bertemu kami di rumah. Dan papa adalah orang yang jarang komen di grup.
Apakah terjadi sesuatu?
Ah, mungkin hanya perasaanku saja, yang terlalu jauh mikirnya.
Ku tepis berbagai macam pertanyaan yang menyelimutiku, setelah membaca pesan singkat yang dikirim oleh papa.
Semoga semua baik-baik saja.
Tetapi, entah kenapa ada rasa kehawatiran yang mengusik.
Brumm.. Brumm..
Lamunanku seketika terusik, dengan suara mobil suamiku yang sudah terparkir di garansi samping rumah. Segera ku turuni beberapa anak tangga, untuk menyambut kedatangan suami tercinta. Sambil menunggu suamiku masuk ke rumah, kutolehkan pandangku ke arah ruang TV. Di sana, gadis kecilku Zea terlihat sangat gembira dengan berkali-kali gelak tawanya ku dengar. Di ruang TV, Zea bermain dengan mbak Mei dan Mbok Sri.
Cklek
Seketika, pandanganku yang sejak tadi memperhatikan riuh canda tawa Zea, menjadi berpaling ke arah pintu yang sedang dibuka.
"Assalamu'alaikum." salam Arya.
__ADS_1
"Wa'alaikum salam." jawab Rahma.
"Zea mana Sayang?" tanya Arya.
"Itu, di ruang TV. Zea lagi bermain sama mbak Mei dan mbok Sri." jawab Rahma sambil mengambil tas kerja Arya untuk dibawakan.
"Ohhh, ya sudah kalau begitu. Tak mandi dulu ya. Gerah banget rasanya badanku. Aku ngajak Zea nanti saja, kalau sudah selesai mandi." jelas Arya.
"Ya, Mas."
Jam sudah menunjukkan pukul 19:30. Papa Ahmad masih belum sampai ke rumah. Semua anggota keluarga sudah berkumpul di ruang keluarga. Berkali-kali kami memeriksa jam, memastikan waktu saat ini. Sesekali kami saling pandang namun, kami tidak saling bertanya satu sama lain. Karena pasti jawabannya sama "tidak tahu."
Beberapa kali kuperiksa jam yang melingkar ditanganku. Entah jamku yang rusak, atau hanya pikiranku saja yang merasa 19:30 ke 20:00 perputaran waktunya begitu lambat.
"Eh, Pa," ucap mas Andre yang melihat kahadiran papa.
"Maaf ya, Papa pulangnya terlambat." Suaranya terdengar berat.
"Iya, tidak apa-apa Pa." ucap Arya.
"Papa, mandi sebentar." Sambil berlalu dengan langkah melemah
Setelah beberapa lama menunggu,
Papa Ahmad berjalan menuju ruang keluarga, dimana semua anggota keluarga sudah menunggu. Terlihat raut wajahnya begitu kalut. Didekatinya mama Anti, lalu duduk di sampingnya.
"Maaf ya buat kalian menunggu lama. Sebenarnya...," papa Ahmad menghela nafas, "berat Papa sampaikan ini kepada kalian. Tetapi, kalian harus mengetahui kebenarannya."
Suasana mendadak tegang. Tak ada satu pun dari kami yang menjawab perkataan papa.
Sesaat, kami semua terpaku. Tidak mengerti harus bertanya apa pada papa yang terlihat begitu kalut. Kami pun belum paham detail perkataan papa barusan.
Dengan lembut, mama Anti mengusap-usap bahu papa Ahmad untuk menenangkan. Setelah sedikit tenang, papa Ahmad melanjutkan penjelasannya
"Perusahaan kita bangkrut! Dan terpaksa semua aset kita akan dijual untuk membayar gaji karyawan". Matanya berkaca-kaca
Jlebb
Seperti ada sebilah pisau yang menghujam jantung. Penjelasan papa siang itu seakan menjadi mimpi buruk. Rasanya bibir ini kelu untuk sekedar merespon penjelasan papa, karena aku ini hanya seorang menantu.
Wajah Arya merah padam, tatapannya nanar setelah mendengar penjelasan papanya, "Apa! perusahaan Papa bangkrut? Perusahaan besar ternama yang sudah berdiri selama 20 tahun bisa bangkrut begitu saja Pa? Apa yang terjadi hingga bisa ludes seperti ini?
Arya berjalan mondar mandir dengan wajah sinisnya, "Selama ini, tidak pernah Arya temukan kendala di perusahaan. Permintaan pasar akan produk-produk kita juga tinggi. Aset perusahaan juga banyak. Bagaimana ini bisa terjadi Pa! Kenapa barang-barang pribadi kita juga harus dijual? Mau tinggal di mana kita? Arya gak mau hidup miskin Pa! Gak mau!" Suara tinggi Arya begitu jelas terdengar, hingga para ART mengetahui konflik yang terjadi di tengah keluarga majikannya ini.
Baru pertama kali ini, Arya meninggikan suara dan memperlihatkan sikap garangnya dihadapan keluarga. Perkataan Arya membuat papa Ahmad shock, merasa sangat dihakimi atas apa yang tidak ia lakukan.
Brukk
Papa Ahmad jatuh tersungkur.
"Papa, Papa ...,"
Seisi rumah menjadi panik dengan keadaan papa Ahmad. Dengan sigap, Andre dan Arya membawa membawa papanya menuju rumah sakit. Di jok belakang, tangis mama Anti dan Rahma tak henti-henti mengiringi perjalanan menuju ke rumah sakit.
"Sus, Sus, tolong Sus."
__ADS_1
Suster yang mendengar itu, lalu segera masuk memanggil para perawat pria untuk membawa menuju IGD.
"Silahkan tunggu di luar dulu ya Pak, Bu, biar pasien ditangani oleh dokter terlebih dahulu." ucap salah satu perawat.
Suasana panik dan tegang menyelimuti keluarga papa Ahmad. Terlebih lagi Arya, dia merasa sangat bersalah atas sikap yang dia lakukan terhadap papanya.
"Jika sampai terjadi apa-apa dengan papa, aku tidak akan pernah memaafkan kamu Ar!" dengan mata merah padam mas Andre menatap adiknya dan hampir menonjok muka Arya, namun dilerai oleh mama Anti.
Satu jam sudah berlalu, belum ada satu pun petugas IGD yang keluar. Tangis mama Anti dan Rahma semakin menjadi, membuat suasana semakin menegangkan.
Tak terasa dua jam sudah mereka menunggu
Ceklek
Semua anggota keluarga spontan menoleh ke arah pintu. Bergegas kami semua berdiri, setelah melihat dokter keluar dari ruang IGD.
"Bagaimana kondisi papa saya dok?" tanya mas Andre.
"Alhamdulillah ... pak Ahmad sudah melewati masa kritisnya. Akan tetapi, maaf Pak Bu, beliau mengalami gejala stroke ringan akibat tersumbatnya suplai darah pada otak. Hal itu yang menyebabkan kelumpuhan pada kaki bagian kiri pasien." jelas dokter.
Tangis mama Anti dan Rahm pecah seketika, setelah mendengar penjelasan dokter.
"Apa tidak ada tindakan medis yang bisa dilakukan untuk menyembuhkan papa saya, Dok?" tanya mas Andre antusias.
"Bisa Pak, dengan rutin terapi."
"Papa saya sudah bisa dijenguk, Dok?" tanya Arya
"Iya, bisa. Silahkan masuk. Tapi mohon maaf, pasien jangan dulu diajak bicara terlalu banyak, karena kondisinya masih sangat lemah." jelas dokter.
Semua anggota keluarga bergera bergegas menuju ruang IDG tempat papa Ahmad dirawat.
***
Setelah deretan kejadian dramatis malam itu, kehidupan keluarga Ahmad berubah total 180°. Kondisi itu yang menyebabkan kami harus tinggal di rumah kontrakan kecil, di sebuah perkampungan. Semua aset yang dimiliki keluarga Ahmad terpaksa harus di jual untuk menutup kerugian. Hanya tersisa sebuah mobil milik mas Arya, yang menjadi harapan satu-satunya bagi kami untuk meneruskan hidup dan untuk biaya pengobatan papa.
"Sayang, kalau kamu ingin meninggalkan aku, silahkan! Aku sekarang sudah tidak punya apa-apa. Aku sudah tidak bisa membahagiakan kamu dan Zea. Sudah tak berguna lagi aku ini!" Bergetar suara Arya mengucapkan itu dengan disertai tetesan-tetesan air mata.
"Tidak Mas. Aku ini istrimu, bukan selingkuhan kamu. Istri akan tetap setia menemani suaminya dalam keadaan apa pun. Berbeda dengan seorang selingkuhan. Kamu tidak perlu bicara seperti itu Mas. Aku dan Zea akan setia di samping kamu. Kita hadapi bersama semua ini ya!" Rahma memeluk suaminya dengan sangat erat, dan tangis mereka berdua beradu diantara sisa-sisa harapan yang masih mereka punya. Zea adalah alasan mereka tetap bertahan dalam semua keadaan.
Setelah kejahatan dari orang terdekat menghancurkan semua, Sebenarnya ... terbersit keinginan kami, untuk mengusut tuntas kasus penipuan yang menimpa keluarga. Akan tetapi, kami tidak memiliki cukup dana untuk membayar jasa pengacara. Entahlah, saat ini yang lebih kami butuhkan adalah ketenangan. Kami hanya bisa memasrahkan semua pada Yang Maha Kuasa, atas setiap rencanaNya.
...~Happy Reading~...
...🌸🌸🌸...
...Mohon Maaf jika masih banyak kesalahan dalam penulisan🙏🙏...
...Author baru belajar menulis karya fiksi. Mohon koreksi dan dukungannya ya, dengan Like, komen dan vote ya🤗😘🥰...
...Dukungan kalian sangat berarti bagi Author...
...TERIMA KASIH...
...🙏🙏...
__ADS_1
...🌸🌸🌸...