Pria Impian

Pria Impian
dua hati yang tersakiti


__ADS_3

setelah 2 jam pelajaran terakhir berlalu, kini Sekar dan teman-temannya sengaja pulang bareng, rencana mereka akan naik angkutan bersama setibanya di halte, ternyata benar pria yang bernama Benk itu datang dengan mengendari sepeda motor sport nya, gayanya yang cool mampu menggaet hati mana pun tapi tidak dengan Sekar, Sekar tampak acuh.


Benk meminggirkan sepeda motornya tepat di hadapan kita yg sedang menunggu angkutan umum, tepat berbarengan kak Ray indegeng menghampiri kita.


"hai sesil, mau pulang bareng ga nich" tanya Benk dengan melirik ke belakang kak Ray, dimana kak Rosid tepat di belakangnya.


Sekar menagkap tatapan Benk yg sedang mengarah kepada kak Rosid, tatapan persaingan.


ada apa ini, bukannya Riska bilang kak Rosid itu suka dengan sesil, dan Benk ada sahabat dari SMP nya kak Rosid dan kak Ray, masa Benk tak mengetahui klo sahabatnya menyukai sesil. batin Sekar dalam hati


"eh...Benk dari mana loe" tanya Ray


"gak dari mana-mana sengaja mau jemput sesil, iya kan sil" kak Ray memicingkan matanya kepada Benk, Benk bukannya tidak tau klo sebenernya Rosid menyukai sesil karna sebelumnya.


flash on


"cakep kan cewe taksiran gua, imut, semitomboy,jutek, dan apa adanya" ucap kak Ray


"cantikan juga sesil anaknya rame dan nyenengin kalem lagi" sambung kak Rosid tanpa sadar dia mengakui rasa sukanya terhadap sesil di depan kedua sahabatnya


"HAH...ga salah denger gua" tanya Benk penuh selidik

__ADS_1


Rosid yg menyadari kesalahannya tampak bersemu merah wajahnya menahan rasa malunya.


"apa sich loe salah denger kali" jawab kak Rosid yg tak bisa menghilangkan rasa gugupnya


"oh...salah denger Rey, berarti klo gua Pepet sie sesil gak ada yg marah kan ya Rey" jiwa playboy Benk muncul, naikan sebelah alisnya tersenyum ke arah Ray dengan memicinkan mata kepada Rosid


"gak apa apa lach sok aja Benk klo mau tembak aja" Rosid menimpali dengan hati yg bedesir, ia tau mau mengakui ke cemburuannya.


"oh oke gasssken" jawab Benk dengan semangat


flash offf


"E-eh ga perlu bisa pake sendiri ko Benk"


Sekar dan Riska melihat ini semua rasanya sesak dan penuh dengan tatapan ketidak sukaan, sesil yg dia ajak pun hanya mengikuti pasrah.


"sil, kita kan mau balik bareng, kok loe malah balik duluan sich" tanya Riska


"sorry ya sesilnya gua yg ater dulu, kan kasian sesilnya takut ada yg nikung" ucap Benk penuh ejekan terhadap Rosid.


biar aja loe mau sampai kapan terus menyembunyikan persaan emang enak....panas panas dah. batin Benk

__ADS_1


sesil yg sudah siap di atas motor, langsung pergi melambaikan tangannya kepada ke tiga temannya.


"gua duluan ya"


semua orang melongo menatap kepergian sesil dan Benk, seketika muka kak Rosid merah padam menahan emosi terhadap Benk, berlaga tidak tau padahal sebenarnya tau.


Sekar ga mau ambil pusing, hanya mereka yg tau dan bisa menyelesaikannya.


"kar balik bareng yuk" ajak kak Ray


"yaa klo mau pulang ya ayok kita bareng2, tok kita mau naik angkot kok"jawab Sekar dengan ketus


tin...tin..tin..


"sayank yuk kita pulang"


Sekar melongo mendengar suara yg ia kenal seperti suara Brian, Sekar langsung menengok ke arah belakang dan ternyata benar Brian datang menjemput.


"E-eh kamu jemput, tumben tapi ayo deh langsung jalan aja" ajak skar merasa tak enak" maaf semua gua pulang duluan" sambung Sekar berpamitan.


hati Ray mencelos, menatap kepergian Sekar, benar selama ini kak ras menaruh hatinya kepada Sekar.

__ADS_1


__ADS_2