Pria Impian

Pria Impian
pengaduan sekar


__ADS_3

Tidak ada hari hari yg spesial yg Sekar lalu, seperti biasa kegiatan Sekar sekolah, rumah. setiap hari sama dan itu menyebabkan ke bosanan sehingga membuat Sekar sering menganggu teman teman melalu telopon rumah hampir setia malam Sekar menelepon kesana kemari, sampai


"kar w tuh bosen deh tiap hari ketemu Lo di sekolah di rumah juga Lo gangguin Mulu" ucap Ijah tak berprasaan.


"iya gimana donk gua bosen di rumah, Lo sich di ajak nginep ga mau...ya udah deh sorry klo gua ganggu"


Tut...tutttttt...


"ich kebiasaan pundung deh" cibir Ijah di depan telepon


heemm.,..


Sekar menghela nafas panjang, keadaan seperti ini membuat menjadikan Sekar stres, tak lama bunyi telepon rumah membuyarkan lamunannya.


" Hallo Assalamualaikum"


" Walaikumsalam...apa kabar neng" sapa di sebrang sana


" kakak....apa benar ini kak Nia "


" iya betul apa kabar sayang " jawab kak Nia di kota Padang sana, ya kakak Sekar yg satu ini awalnya sedang menjalani pengabdian di salah satu pesantren di kota Padang tetapi sudaah bertahun tahun ia merasa nyaman dan melanjutkan bekerja dan kuliah di sana.


" kurang baik ka " lirih Sekar sendu


"Loch ada apa Sekar "


" Sekar di rumah setiap hari sendiri, terkadang untuk sekedar ongkos dan makan saja Sekar bingung dari mama"


" Loch kakak mu di sana tidak memperhatikan kamu "

__ADS_1


" mana ada yg peduli disini, kak nandarr jarang pulang, yg lain sibuk dengan keluarga masing, ada sesekali datang membelikan 1 kardus mie instan, pagi, siang, sore Sekar makan itu"


" astagfirullah,,,kakak pikir kamu disana terperhatikan oleh kakak mu disana, maaf Kakak tidak tau dan maaf kakak baru bisa menghubungi mu, kegiatan di pesantren sangat padat menjelanga ulangan seperti sekarang"


"iya kakak tidak apa-apa"


"apa sekarang kamu sudah makan"


"emmm, sudah"


"dirumah berati. sekarang kamu sendiri, apa tidak merasa sepi"


"bukan merasa sepi lagi kak, tapi rasa bosan dan stres yg aku rasakan juga, aku ingin bekerja tetapi setiap aku melamar tidak ada yg mau Nerima anak Masi sekolah SMA "


" loch kamu harus fokus dulu ke sekolah mu"


" ya mau gimana lagi kak, dari pada aku jadi beban keluarga"


cukup lama kakak Nia berbicara lewat sambungan telepon, ini memberikan sedikit harapa kepada Sekar.


di lain tempat, setelah menutup teleponnya kak Nia mengha nafas panjang,


aku gak percaya yg menelantarkannya, aku pikir Sekar baik baik saja ternyata mereka tak berubah.


"assalamualaikum" sapa kak Nia di depan pintu rumah pimpinan pondok, iya setelah memikirnya akhirnya kak Nia memberanikan diri untuk meminta pertolongan kepada pimpinan pondok.


"walaikumsalam...ehh ustadz virzinia" sahun pemilik rumah


"Nia aja Bu" seyum kak Nia

__ADS_1


"oh iya...ada keperluan apa ustadz Nia kemari"


"apa pak ustadz Riza ada Bu"


"ada sebentar saya pangilkan dulu"


tak lama uztad Riza selaku pimpinan pondok menghampiri kak Nia di ruang tamu.


kak Nia yg melihat kehadiran ustad Riza terseyum.


"assalamualaikum ztad"


"walaikumsalam Nia...ada yg bisa saya bantu"


"begi ztad, saya memiliki adik perempuan yg masih duduk di bangku kelas 2 SMA, nah sekarang ini dia tinggal di rumah sendiri setelah kepergian ibu kami ternyata di rumah tidak ada yg memperhatikan nya, saya khawatir dengannya apabila pergaulan di luar sana, klo boleh ustad adik saya pindah kesini dan sekolah disini supaya terperhatikan oleh saya" ucap kak Nia menjelaskan keadaan yg ada


uztad Riza menatap kak Nia yg menunduk, dan berbalik melihat kepada ibu welas yg mana adalah istrinya. Bu welas menganggukkan kepala tanda mengizinkan.


"klo begitu bawa lach adik mu kesini, ku beri keringan beasiswa untuk adik mu tak perlu membayar apapun sampai dia lulus sekolah" lirih pak ustadz seraya memberi keringanan


wajah kak Nia langsung berseri dan menatap sang pimpinan pondok dan beralih kepada Bu welas bergantian. seyumnya mengembang tanpa sadar matanya sudah berkaca-kaca.


"trimakasih ustadz dan ustadzah, kebaik kalian tak pernah ku lupa, bismilah Allah limpahkan keberkahan" lirih kak Nia menahan haru mendoakan dan merasa bersyukur memiliki lingkungan yg baik dan orang orang baik.


"amiin, sekarang pergi lach ke asrama lanjutkan kegiatanmu" sambung pak ustad seraya mengusap kepala kak Nia, karena selama ini kak Nia sudah di anggap seperti anaknya sendiri.


"baik ustad, sekali lagi trimakasih dan assalamualaikum"


sesampai di asrama kak Nia tak henti hentinya mengucap syukur kepada Allah yg telah mempermudah segalanya. kak Nia berniat nanti malam ingin menghubungi Sekar kembali.

__ADS_1


q


__ADS_2