Pria Impian

Pria Impian
2 pilihan


__ADS_3

6 bulan kemudian, dimana ujian praktek semester akhir di laksakan, Sekar tampak gugup dengan tangan dingin dan wajah yg pucat menunggu giliran di panggil, dimana hari sedang berlangsung ujian reading dan conversation, ya pesantren yg sekarang datangi adala pesantren yg modern yg menggunakan 2 bahasa b.arab dan b.inggris, maka dari itu Sekar begitu gugup karena ini ujian pertamanya, di sekolah yg dulu mana ada ujian yg di selenggarakan seperti pada umumnya saja.


"Sekar Mawangsa"


deg


degup jantuk Sekar semakin berrambah, saya pusing,mual,mules jadi satu, Sekar memiliki kecemasan tinggi ia takut tak bisa mengucapakan bahasa Inggris


"Sekar Mawangsa, are you oke..?" tanya mis M


"yes mis" jawab Sekar dengan wajah yg memutih pucat.


1jam berlalu ujian speaking English telah berlalu, di kantin kini Sekar berada senyum yg terukir di bibir manisnya masih mengukir, sedari tadi dia nampak bangga akan hasih dari ujian tadi. tak di sangka yg awalnya telihat gagap ternyata dia bisa menjawab pertanyaan dengan baik dan menjawab dengan faseh menggunakan bahasa inggris.


🌿🌿🌿🌿


3bln telah berlalu dari ujian praktek dan ujian tulis pun telah usah tinggal menunggu basilnya, Sekar berharap harap cemas pasalnya di sekolah sekarang beban yg di pikul begitu beras pertama ia adalah adik dari ustazah yg mana KA Nia seorang yg penting di pesantren, ke 2 Sekar bukan seorang yg pintar, sekar hanya murid yg biasa biasa saja, meskipun di sekolah yg lama iaa terkenal dengan kepintarannya tetapi di sekolah yg sekerang entah kemana rasa percaya diri itu sehingga mempengaruhi saya tangkapnya, hal ini yg Sekar aneh, Sekar lebih merasakan rasa cemas dan imej kakaknya iya berusaha yg terbaik tapi nyatanya dia melakukan beberapa kesalahan, sering kali Sekar mendapatkan remedial ulangan harian yg dulu hampir tak pernah mengulang ujiannya di sekolah yg lama.


"Sekar"

__ADS_1


Sekar yg tengah melamuni nasibnya, seketika buyar kala namanya di panggil oleh teman satu lentingannya.


"iya.." seraya mebalikan badannya yg awalnya sedang melihat pemandangan hamparan luas kubun cabe


"di panggil Bu ras di tunggu di aula" ucap Siska sambil pergi berlalu


sejak Sekar berpikir 'bukanya aula sekolah sedak di pakai rapat kenaikan kelas ya?? ada apa ini' perasaan Sekar mulai tak enak, dengen perasan yg kacau Sekar melangkah menuju aula


terlihat dari kejauhan Bu ras selaku wali kelas Sekar sedang berdiri di bawah tangga aula, Sekar mempercepat langkahnya menghampiri Bu ras


"Bu.." sapa Sekar setibanya di hadapan bu ras yg menunduk


"hai Sekar, ada beberapa yg ibu ingin sampaikan" Bu ras menatap Sekar serius


"hmmmm" Bu ras melah nafas panjang sambil terus menatap Sekar "begini Sekar dari hasil semua nilai ujian mu semua msh terlihat kurang Sekang ibu tanya apa kamu msh mau di kelas IPA"


"Deg"


rasanya lutut Sekar tersa lemas apa yg ia takutkan terjadi, Sekar merasa kecewa dengan dirinya sendiri, ia terlihat payah dengan mata yg mulai berembun dan suara gemetar

__ADS_1


"ke..kenapa memang Bu sampai ibu berbicara seperti ini" tanya Sekar sambil berusaha menahan air matanya jgn Samapi jatuh, klo air mata itu jatuh sudah pasti ia makin kecewa dengan dirinya terlihat lah di depan orang lain


"begi Sekar kalau kamu percaya dengan diri kamu untuk bertahan di IPA ibu bisa perjuangan tapi kalau kamu merasa tak sanggup terpaksa kamu harus pindah ke IPS "


'astaga' hancur rasanya saat orang lain pun tak percaya dengan kemampuannya apa lagi dirinya, Sekar merasa hancur sehancurnya, dilema hatinya Mash ingin bertahan tp apa dia mampu, logika menyurunyanke IPS cmn bukan keinginannya baru kali ini Sekar di hadapkan 2 keinginan yg bersebrangan.


"menurut ibu apa aku msh pantas di IPA?" kini Sekar malah bertanya tentang kemampuannay


"semua jawaban ada dalam diri kamu Sekar" tegas Bu ras


Sekar terdiam sedikit memikirkannya kembali, ia berusaha menyakinkan dirinya


semangat Sekar KLO bukan diri km yg percaya akan kemampuan mu siapa lagi kalo ini kamu harus benar-benar mengandalkan dirimu sendiri. ucap Sekar dlm hati menyemangati diri sendiri


dengan mengucap bismila Sekar mentap dalam mata Bu ras dan berucap


"bismillah Bu saya masih ingin di IPA dan saya akan berusaha sekuat tenaga untuk belajar lebih giat lagi"


Bu ras tersenyum melihat kesungguhan Sekar

__ADS_1


"baik akan ibu perjuangkan, dan kamu ingat akan janji mu"


"pasti Bu" Sekar kembali meyakinkan, bu ras kembali menaiki tangga dan Kemabli ke dalam rapat.


__ADS_2