Pria Impian

Pria Impian
dua sisi yg berbeda


__ADS_3

1 Minggu berlalu dari kejadian itu, aku kin mulai banyak diam 1 hal yg dia rekatkan, ia akan mandiri setelah ini mempercai semuanya kepada Allah dan dirinya, jelas sekarnag aku melakukan semua keringan ka Nia sambil menunggu kelelulusan aku dan teman-teman mencari info tentang bimbelku untuk masuk ke perguruan tinggi.


🌿🌿🌿🌿


di lain tempat Brian berulah, watak laki-laki ini tidak bisa hidup tanpa ada seorang wanita semenjak kepergian Sekar, Brian mulai merasa hidupnya bebas jarak dan komunikasi yg jarang dengan Sekar membuat ia bebas pergi kencana kemana yg ia inginkan. sampai dia terjerat dengan satu wanita bernama Lia


"kamu sudah kirim email blm dengan wanita itu?" ucap wanita bernama Lia yg tak lain dan tak bukan adalah kekasih Brian saat ini


"belum nanti lach...buat apa memhubunginya dia pun Taka akan membaca pesanku, dia sedang di penjara suci jadi semu kegiatan di control" kilah Brian, sebentarnya ia sedang menahan kecemasan, ia memacari Lia tanpa memutuska Sekar, karena ia berjanji pada Sekar akan menunggunya kembali dari pendidikannya.


"aku tidak mau tau sekarang juga kamu email dia" sentak Lia yg sudah mulai habis kesabarannya. ya yg Lia tau Brian tidak mempunya kontak Sekar sekarang makanya jalan satu-satunya untuk memutus hubungan adalah mengirim email. Lia tidak tau ia di jadikan pelarian sesaat oleh Brian.

__ADS_1


Brian tersentak dengan ucapan Lia dan menambah semakin diliputi rasa bersalah, tapi tak ada jalan lain ia sudah lama berkilah.


"baik lach aku akan mengirim pesan, kamu lihat sendiri aku sudah memutuskan hubungan dengannya" sambil menunjuk ponsel pintarnya ke hadapan Lia, Brian mendengus kesal.


sontak Lia menjadi tersenyum gembira mendekat dan memeluk Brian "trimakasih kamu hanya untuk ku" sambung sambil mencium bibir Brian sekilas.


"emm". hanya deheman yg bisa Brian berikan sebaga jawaban.


setelah semua membaik dan Lia sudah tak ada di dekatnya, Brian mulai menscrol layar ponsel nya mencari nama ka Nia, sebelumnya Brian memiliki kontak Sekar yg mana itu adalah nomor asrama Sekar yg mana itu nomer pribadi kak Nia, Brian langsung mengirim pesan


maafkan aku Sekar aku hanya bermain-main dengan wanita ini aku hanya serius dengan dirimu saja tapi rasa kesepiaan ini menghantuiku.

__ADS_1


Brian beranjak dari duduknya melangkah menuju kamar mandi, ia berniat mendinginkan otaknya yg lelah memikirkan ke gilaannya. tanpa Brian sadari ada bunyi notifikasi di ponselnya.


"baik" balasan dari kak Nia.


****


"boy usaha Lo makin lancar aja, ga slh sich ya bekingan Lo kan bakap Lo, hahahah" sindir Kris sahabat baik orang itu.


"emm...not bad ini yg bokap gua mau kan menjadi sukses dengan kemampuan gua sendiri, sampai gua bisa sampai dititik ini juga ada andil Lo sebagai asisten gua" jawab pria bertubu tegang dan berkarisma.


"gua seneng liat Lo Sekang hidup Lo lebih terarah, ga sebaiknya Lo cari pendamping hidup"

__ADS_1


"cih...aku blm memikirkannya" ucap Benk dengan dingin.


iya Steven Benk Michel menjelma menjadi pria yg dingin dan arogan. sekarang ia memiliki beberapa perusahaan dengan hasil kerja kerasnya sendiri. menjadi raja bisnis di kota itu.


__ADS_2