Pria Impian

Pria Impian
hari sekar


__ADS_3

3 hari kepergian ibunya, Sekar masih menjalankan rutinitas seperti biasa dengan wajah lesu ia pergi kesekolah, tidak ada lagi kecerian di wajahnya, di sekolah pun Sekar banyak diam.


Sekar adalah anak yg manja sampai usianya sekarang dia masih di suapi ibunya, keinginannya harus dituruti klo tidak dia pundung, tapi sekarang dia harus belajar mandiri. saat pulang sekolah pun tidak ada lagi hidangan yang enak, yang biasa tersaji di atas meja makan, kini dia harus berbelanja, masak baru makan. Sekar sedih karna semasa hidup ibunya dia kurang bersyukur, tak teras air mata jatuh di pipinya.


"ya Allah...aku baru sadar ternyata hidup ini sekejam ini, selama ini aku kurang bersyukur. maaf ya Allah, mah maafin sekar." sesal Sekar dalam batinnya


***


1 bulan telah berlalu, kini Sekar kehabisan uang untuk ia ongkos dan makan , kak Nandar tidak pernah pulang semenjak kepergian ibunya dia menyibukkan diri dengan kuliah dan bekerja. tak pernah sekali pun menok Sekar.


kini Sekar hanya hidup sendiri


"ya Allah gimana ini aku sudah tak punya uang" ucap Sekar monog sendiri


tok..tok..tok


" siapa yg bertamu..?" pikir Sekar


" iyaaa sebentar..."


krekkkk


"bapak ada apa datang kesini lagi???" tanya Sekar melihat bapaknya dengan tampang yg menyedihkan tak terurus


" ini uang buat kamu buat pegangan kamu," ucap bapak menyodorkan 5 lembar uang merah


"baru saja aku kebingungan untuk biaya hidupku, eh tenya ada yg memberi, ehh tapi sebentar ini uang buat brp hari nich mau bagai mana pun aku masih tanggung jawabnya." ucap Sekar dalam hati


" ini uang untuk berapa hari, klo uang ini habisa aku haru mencari bapak dimana?, mau bagai manapun aku msh tanggung jawab mu.'


"sudah Paik dulu saja uang ini untuk makan dan hidup mu sehari" jelas bapak


"iya bapak pikir uang ini cukup untu 1 bulan, untuk aku ongkos sekolah, dan makan?" tanya Sekar kembali


"kamu ini masih untuk aku ingat, sudah bapak mau pergi dulu" triak bapak dengan kesal, di berbalik dan berjalan menjauhi Sekar. entah apa yg ada di pikirannya selalu saja egois sudah tau salah.


" baik lach setidaknya, aku msh bisa melanjutkan hidupku" ucap Sekar sambil kembali kedalam bersiap pergi sekolah.


di sekolah, sepertia biasa dengan langkah gontai berjalan menyusuri lorong kelas


" kar, bete amat bawannya" tanya Ijah dengan Nanda menggoda


"bete gw, bokap w datang cuman mengasih duit, trus balik lagi, dia kira gw butuh kasih sayang apa." hardik Sekar dengan sewot


"weee slow kar, klo Lo butuh kasih sayang, cari aja sama ayang beb" canda Riska telihat garing


Sekar melirik dengan sinis


"ich, g jelas" sinis Sekar


"udah sarapan blm kar, ini gw. bawa roti" sodor Sisil dengan perhatian, memang di antara berempat Sisil yang paling perhatian.


" makasih ya sil, tau aja w belum sarapan" dengan tangan terulur sekar mengambil sepotong roti.


"sama-sama cantik...makan yang banyak biar ga kuyus"


"mau donk, sedikit donk" trio bemo datang Bimo, erlan, modles.


"iyuwww...enak aja ini buat Sekar tau" ucap sesil dengan imut


" ulu.. ulu.. imut na neng sesil" saut Bimo sambil mencolek dagu sesil.


" ich apaan sih colek-colek, emang w cewe apakah??" sesil menepis tangan Bimo


Sekar dan teman lainnya senyam senyum melihat tingkah sesil dan Bimo yg menurut mereka lucu.


" udah Bim, Lo masih modusin si sesil aja" ucap modles


" iya sich udah buruan duduk, bentar lagi masuk kelas nich" sambung erlan


"dadah cantik...kakang belajar dulu yaa, biar bisa cepet halalin kamu.." goda Bimo dengan kedipan matanya


"ich najis w siapa juga yang mau sama Lo" ucap sesil


waktu jam istirahat tiba, semua Mirit berbondong-bodong berburu jajanan di kantin


"kantin yukk...laperrr cuyyy" ajak Riska


"malesss...jam segini ngantrii banget" sambung sesil


"iichh...tapi perut w laper bangetttt gila.."


"warung belakang aja yukk" ajak Ijah


"yukkkk....apa aja dah yang penting w makan"


tring...triing...triing...


phonsel Sekar berdering


"eh Lo pada duluan deh, w terima telepon dulu, nanti w nyusul"


"oke deh, kita duluan ya kar"


"hallo.." setelah kepergian teman-temannya Sekar menyapa panggilan di sebrang telepon disana


"hallo yankk..apa kabar ? gmn keadaan kamu, maaf baru ngabariin....turut berduka cita ya sayank km yang kuat ya" . yaps yang menelepon adalah pacarnya Sekar yang sibuk dengan perkuliahannya.


"iya makasih, kabar aku baik, sehat walfiat" ucap Sekar cuek


"kamu kenapa yank, kok BT gitu aku telpon?"


"gapapa"


sekarang dengan pecarnya berna Brian memang lebih banyak gak akurnya, karna sifat Brian yang butuh ga butuh, klo ada perlunya ada, klo lagi asik lupa punya pacar.


teman segengannya Sekar menyuruh untuk putus saja dari pada makan hati, tetapi menurut Sekar Brian laki-laki yang pinter mencari Susana dan datang di waktu yang tepat, itu saja sich kelebihannya


"kamu pulang sekolah jam brp?"


"kaya biasa lach, jam 1"


"aku jemput ya.."

__ADS_1


"tumben???"


"kok gitu sich ngomongnya"


"GPP, ywdh terserah, udah dulu ya mau makan dulu laper"


"oke deh, bye"


Tut..Tut..tutttt


males banget, basa basi busuk doank, basi beneran deh Lo...kemana kemaren woyyyy, gw lagi berkabung Lo kemana...mau udahan, udahan deh loh. sesal Sekar daram diri sambil beranjak ke kantin


"kar..." dari arah depan Riska melambai


"udah pada pesen ?"


"udah abis lagi malahan "


"ich....ga nungguin gw makannya"


"kelamaan nunggu Lo mah, lagian telepon dari siapa sich"


"biasa...pesenin w mie ayam donk sil"


" biasaan deh tinggal treak doank kaya gini...Bang mie ayam 1" ucap sesil teriak di depan muka sie babang sambil cengengesan


"biasa aja neng ngomonya, mamang gak budeg" ketus sie mamang


"bahahahahhaha.." semua tertawa


"parah Lo sil 10 aja yg beli kaya Lo, bisa mati mendadak tuh sie mamang" saut Riska


"BTW, sie doi ngomong apa aja...baru nongol itu orang"


"makanya gw males tadi ngangkat"


"tapi tetep Yee di angkat jg, trus nyuruh kita duluan ke kantin...iya gaes"


"ya mau gimana, di angkat gondok, ga diangkat masalah"


"Lo sich kar ga bisa teges Sam itu makhluk, gemes banget gue, mana klo ada kita-kita ga nanya, boro-boro nanya nengok aja engga, heran deh itu sama orang, gak peka"


" gue kayanya mau udahan aja deh"


"ini neng mie ayamnya" sodor mamang mie ayam


"makasih mang"


" gua dukung kar, buang aja cowok begitu mah kaya ga ada yang lain aja"


anggukan dari Sekar mewakili jawabannya, karna kini Sekar sedah sibuk dengan mie ayam.


"ehhh, liat deh itu kak Ray keren bgt ga sich tinggi cakep, hidung mancung, kulit sawo matang, bikin uwuw"


semua mata tertuju pada kak Ray anak 3 IPA 2, perawakan yg supel dan ramah menjadi daya tarik, di tambah dengan jabatan ketua OSIS dan kapten basket, bikin cewek-cewek 1 sekolah geger. menjadi the most wanted, buat sekolah lain.


Sekar menengok sambil sibuk memasukan mie kedalam mulutnya tak sengaja mata Sekar bertemu dengan mata kak Ray, kak Ray tersenyum sambil mengangguk kepalanya.


*ngapain Lo senyum-senyum, gue kan lagi makan gakje bgt deh. batin Sekar


Tety..tett...tett*,,


bel istirahat telah usai


jam pelajaran terakhir berakhir, semua murid bersorak (ga jauh beda sama anak TK yes), ada yg lasung cus pulang, ada yg berkegiatan OSIS, ada yang sengaja nongkrong dan sekedar main basket.


Sekar indegeng terbiasa duduk di taman, biasanya yang mereka lakukan adalah bercengkrama seakan enggan untuk berpisah.


selang beberapa saat Ray indegeng melewati taman,


"Wehh bukannya balik, malah nongkrong" ucap kak Ray dengan perawakan yang menawan


"apa sich kak, tar dulu kali ini otak ngebul tau ga abis belajar kimia" saut Riska dengan jutek


"ikut KK aja yuk cari jejak ke gunung, sekalian highking"


mata Sekar langsung berbinar, karna dianta 3 teman mereka cuman Sekar sebenernya yang males pulang selain sepi di rumah sendiri juga bayangan mamah selalu membuat Sekar sedih.


"hayuuuu...jalan yukk" Sekar dengan semangat bangun dari duduknya


"semangat amat Lo neng, seneng ya Abang ajak jalan??" dengan alis yg dinaik turunkan kak Ray menggoda Sekar.


"iya, emang kenapa? ga niat ya ngajak kita?" sambung Sekar kembali jutek


"niat lahh...yuk jalan"


"gimana gaes ikut gak?"


"telat nanyanya, udah bilang iya sama ka Ray, baru tanya kita" sesil memutar mata malas


"iya deh maaf,,,klo kalian ga mau juga ya udah ga usah ikut mereka" Sekar menunduk bmerasa bersalah


"udah ayookkk cus" saut Riska


mereka ber delapan akhirnya berangkat, secara tidak langsung mereka seperti berpasangan, posisi sekolah Sekar yang dekat dengan pegunungan menjadi daya tarik sendiri, jadi klo ada kegiatan Pramuka atau pelantikan OSIS mudah mencari kegiatan salah satunya sekarang ka Ray mencari jejak untuk kegiatan pelantikan OSIS.


saat melewati sungai yg tidak terlalu deras dan tidak telalu banyak airnya tergolong surut, ya seperti air sungai digunungg yang muncul bebatuan, kak Ray iseng memercikan air ke muka Sekar


"ichh...iseng deh ka"


"serius amat Bu, jalannya nikmati donk alam yg indah ini"


"nimatin kali, situ aja yang iseng"


semuat teman-teman tergelak menertawakan Sekar dan kak Ray.


di radius 50m dengan posisi di atas, terlihat awan hitam berkumpul dan terlihat hujan,dataran tinggi dan dataran rendah. Pertemuan dataran ini menghasilkan hujan orografis.


"wahhh hujannya bisa keliatan dari sini...kerennn" Sekar takjub karna seumur hidupnya baru kali ini melihat fenomena alam. " kok bisa begitu ya, Allah tuh hebat ya, yg kita pijak ini cuaca panas, dan gersang di sana gelap dan hujannya lebat"


"biasa di gunung gini mah kar, udah kita duduk dulu sampe hujanya berenti baru kita jalan lagi" sahut Rey


" lach bisa begitu, jadi kita duduk dulu nich"

__ADS_1


"...." tak ada jawaban dari yang lain


di tempat lain di depan sekolah Sekar seorang laki-laki dengan perawakan biasa aja, muka pas-pasan dengan sombongnya membuka helem motornya, ya dia pacar Sekar, Brian niat hati menjemput pujaan hati. dengan gaya so cool nya di nunggu, selang 5 menit setelah Sekar jalan highking.


10mnt,20mnt,30mnt ,akhirnya Brian masuk ke area sekolah lebih tepatnya masuk ke area musholah, Brian ikut shalat Zuhur sambil mencari keberadaan Sekar,


banyak anak kelas 2 yang memang masuk siang hilir mudik datang, Brian mencoba bertanya


"permisi mau tanya kenal sama Sekar ga anak kelas 1"


" Sekar anak X 4 ya " jawab KK kelas


"iya kali, ga hafal gua"


"semua anak kelas X sudah pulang semua yg masuk siang semua disini anak kelas XI "


"oh gitu makasih ya"


Lach kemana sie Sekar, kan tadi gue bilang mau jemput. batin Brian mendumel


kurang lebih 45mnt di sekolah Sekar akhirnya brian tancap gas balik, sebelumnya dia sibuk menelepon phonsel Sekar tp jaringan sibuk. iyaiyalach sibung orang lagi di tengah hutan mana ada sinyal.


Brian mengetik via WhatsApp


"kamu udah pulang, aku jemput juga gimana sich, aku otw ke rumah kamu ya" send


masih centang 2 abu


kemana sich sekarrrr,,,ga di read lagi. keluh Brian, sesaat Brian bingung mau balik ke rumah jauh karena jaraknya antara rumah Sekar dan Brian memakan waktu 30mnt. tapi Karana Sekar gak bales dan dia bingung mau kemana tujuan akhir yaa pulang.


"kak Ray hujanya udah berenti" tunjuk Sekar ke arah depan


"yaw dah yok jalan lagi"


"lucu ga sich padahal hujanya masih jauh tp kenapa kita harus berenti sich ka, kan ga bakal kebagian juga hujannya klo tadi kita jalan pan sampe sana pasti hujan juga berti' cerocos Sekar yg kepo


"bawel bawa sie Sekar mah" saut kak Yogi teman segengan nya kak Ray


"kenapa kita g jalan dari tadi, sengaja karna bisanya hujan biasanya berenti menjadeda sebtar, coba sekarang kamu lihat kebawah"


Sekar memutar kepalanya dan melihat ke arah bawah yang dimana tadi dia dan teman-temannya duduk menunggu hujan berti. " oh iya sekarang disana hujan lebat ya, waahh kak Ray kayanya udah paham banget ya"


"jiah sie Sekar dia ga tau dia kuncen di gunung ini" sambung kak Ucok dengan perawan humoris nya


"bahahahahhaha" semua tertawa


20mnt mereka sudah sampai di kaki gunung yg terjal dan licin,


"hati ya jalanan sedikit licin karena td hujan, jangan berpencar ya usahakan harus terus bersama klo kelelahan bilang ya, biar kita istirahat dulu,jangan ada yang egois oke."


"oke" jawab yg lain serempak


Sekar,sesil,dan yang paling belakang kak Ray, paling depan ada kak Azam sebagai penunjuk jalan. di pertengan sesil,Sekar,dan kak Ray tertinggal jauh dari teman-teman di depannya, terdengar suaranya sepeti dekat toaoi mereka tak terlihat tertinggal jauh, Sekar yang mulai panik bertanya ke kak Ray.


"kak, temen-temen yg lain kok gak keliatan? kita kayanya ketinggal jauh deh" tanya Sekar yg mulai cemas


" mereka udah di depan lurus aja terus ikutiin jalannya, tapi kalian jangan nengok kebelakang ya"


jeng...jeng..jeng..


Sekar dan sesil cemas dan takut ada apa sebenarnya di belakang, klo di bilangin begini kan jadi malah pengen nengok memastikan ada apa sebenernya, sesil yang ngeyel karna tingkat keponya lebih besar dari rasa takunya, jadi dia nengok ke belakan


" ga ada apa2 kok kak, Jangan bikin takut deh" ucap sesil setengah berteriak karna panik


"udah lanjut jalan kedepan, tp seperti ya kita nyasar coba jalan ke bawah" kak Ray memerintah ke Sekar karna posisi Sekar di depan dan sesil di tengah


Sekar melihat kebawah medianya licin banget


" kak ini jalanya licin banget gak salah" jantuk Sekar mulai berdetak lebih kencang karna bmerasa takut, ketertinggalnya membuat dia benar-benar cemas


"bisa kok jalanya pelan-pelan Jangan sampai terpeleset, karna klo terpleset bisa fatal" ucap kak Ray dengan tenang sambil mempelajari Medan


Sekar dan sesil saling pandang dan mengangguk, mereka berdu berpegangan tangan, sampai Sekar salah menginjak dan terjatu terprisok.


" achh tolong kak...." Sekar panik karna sesil ikut terjatuh jg porsinya sesil di atas Sekar, Sekar berpegangan ke dahan pohon


"pegang dahan pohonnya yg kuat kakak tarik sebentar"


"pegang tangan kakak sil, Sekar pegang kaki sesil ya, jangan pegang Dangan yg kiri ya dan Jang melihat nya" sambung ka Ray dengan bahasa ambigunya.


"kenapa emang kak kok g boleh di pegang?"


" udah Jangan banyak tanya fokus ke selamatan kalian dulua, hitungan ketiga semua badanya berusah gerak ke atas ya, 1,2,3" triak kak Ray mengerahkan semua tenaganya.


akhirnya Sekar dan sesil terselamatkan denga baju dan Roy yg kotoran karna tanah


"ichhh yuww...baju ku kotor belok begini, ini semua gara-gara kak Ray" rengeng sesil


"kayanya kita tuh udah bener tadi jalannya harusnya kedepan aja ga usah kebawah"


sekali lagi Sekar dan sesil berpandanga, menahan kesal kepada kak Ray


udah tau bener kedepan ngapain nyuruh kita tadi jalan kebawah, mana baju gua jadi kotor begini lagi. sesal Sekar dalam hati


"udah tau bener ngapain tadi kebawah coba bikin keki deh, sengaja yaa mau ngerjaiin kita" sentak sesil


"maafin kakak, bisanya memang kebawah itu ada jalan"


"udah buruan deh jalan biar cepet ketemu yang lain, bentar lagi sore nich" ucap Sekar penuh emosi


sayup-sayup terdengar suara Riska dan yang lainnya


" kayanya bentar lagi kita ketemu mereka deh" ucap sesil semangat posisi paling depan


berjalan lurus sampai bertemu cahaya seperti mebenakan tempat mereka berjalan kegelapan dan di depan mereka cahaya terang benderang kehidupan yg indah perumpaamannya seperti itu. sampai melewati cahaya tersebut. mereka di sambut dengan teman-teman yang lainya


"sil, kar....abis ngapain di sana tadi mandi lumpur buka???? sahut Ucok sambil tertawa melihat keadaan Sekar dan sesil penuh lumpur di bajunya mereka semua tertawa


"gak lucu deh , kalian jahat banget gak nolongin kita, kita jatoh tau ga di tebing, nich gara-gara orang sok tau di sebelah Lo" ucap Sekar emosi


"diapain mereka Rey....kasian amat anak orang" tanya yogi


"udah-udah ayok kita lanjut lagi, udah beres cari jejaknya kita pulang lewat depan aja jalan lurus " sambung kak Azam dengan tenang.

__ADS_1


__ADS_2