Pria Impian

Pria Impian
keputusan


__ADS_3

besoknya sepertia biasa aku berkegiatan seperti biasa, sepulang sekolah pun aku lebih memilih lasung pulang tanpa mapir sana sini dulu mengingat tubuhnya yg begitu lelah karena kurangnya tidur malam, aku selalu di liputi rasa takut ketika di rumah.


malam tiba di suatu tempat kota Sumatra barat daerah Padang panjang , kak Nia berniat akan menelpon Sekar di jam 9 karena semua kegiatan pondok sudah selesai dan semua santri pun sudah pergi beristirahat jadi kak Nia lebih leluasa berbicara.


tepat jam 9 aku harus sudah masuk asrama dan fokus berbica hal penting ini kepada Sekar bismilah Sekar akan suka dengan pemindahan ini. batin kak Nia yakin


"sepertinya malam ini aku bengang bengong lagi, mana tadi tidur siang lama bgt lagi, alamat gak tidur lagi ini sich...hemmm" gumam Sekar sambil menghela nafas dalam.


sesungguh dia bosang dengan keadaan ini, malam di jadikan siang, siang ia jadikan malam. dan keadaan ini mebuat Sekar terlihat lesuh saat di sekolah di tambah pola makan yg tidak teratur.


tring....tring...tring...


Sekar melang kah ke ruang tamu karena rasa takutnya yg tak kunjung pergi Sekar menari kabel telepon rumah beserta pesawat teleponnya, ia beniat mengangkat telepon di dalam kamar, siapa tak usah bolak balik pikir Sekar.


"hallo... assalamualaikum"


"walaikumsalam Sekar, ini Kaka"


"oh iya kak Nia apa sudah ada solusi"


kak Nia menjelaskan segala yg menjadi niatnya untuk memboyong Sekar tinggal bersamanya di Padang, kak Nia berusaha menjelaskan secara perlahan, supaya Sekar mengerti atas maksunya


"klo aku mau aja kak, apa lagi pasti aku disana tak merasa kesepian, tapi apa Kaka sudah membicarakan masalah ini dengan kakak kakak yg lain"


"klo kamu sudah oke, ka Nia tinggal TLP kakak kakakmu yg ada di sana untuk langsung mengurus kepindahan surat surat yg di butuhkan dari sekolahmu yg sekarang"


"baik lach kak...aku tunggu kelanjutannya"


"tapi kamu bener mau kan pindah kesini bareng kakak" tanya kak Nia memeastikan


"iya kak mau" tak ada sedikit pun keraguan di hati Sekar

__ADS_1


"baik lach Kaka tutup dulu ya telponnya besok Kaka kabarin kak Maya dan ka Ray, untuk ka nandar sepertinya tak perlu karna nanti ia yg tinggal di rumah itu"


"baik kak"


di dalam kamar Sekar menerawang jauh berpikir klo ini keputusan terbaiknya setelah menerima telepon dari kak Nia tadi, ia menetap hatinya kembali, mengingat pergaulan yg semakin bebas apa lagi Brian selalu memancing hasratnya membuta Sekar sulit menahan.


aku harus yakin dengan keputusanku, kalau aku terlalu terjerumus kasihan ALM ibu di sana. batin Sekar bergemuruh, yg membuat berat disini adalah teman teman di sekolahnya yg begitu baik terhadap Sekar.


malam semakin larut tak terasa bergelut dengan pikirannya kini Sekar terlelap di atas kasur menelengkup meringkuk seperti menahan dingin.


pagi pun datang, terdengar di luar rame rame orang berbicara membuat Sekar mengerjakan mata pasalnya hari adalah hari libur sekolah Sekar berniat bangun siang,tetapi keributan di luar malah membangunkannya


tok....tok...tok..


bunyi ketukan pintu terdengar, Sekar yg masing kantung terpaksa bangun sambil terhuyung Sekar bejalan mebukakan pintu


ceklek


Sekar langsung mendongkahkan kepala mengucek ngucek matanya


"kak Ray tumben datang sepagi ini"


"jorok lu, cuci muka sana abis tuh sarapan tuh gue udah beliin sarapan"


Sekar berbalik mengejar kak Ray yg duluan masuk ke arah dapur.


"rumah tuh di bersihin donk kar, jangan di bariin kotor begini kamu kan anak perempuan"


"hemmm" mehela nafas panjang Sekar selalu kata yg sama setiap kakaknya datang


Sekar bergegas membersihan dirinya, beganti pakain dan bergerk menuju meja makan untuk sarapan.

__ADS_1


"mau apa Kaka datang kesini"


"emang gak boleh gua kesini nengokin adek yg males ini"


Sekar tak menjawab ia lebih fokus kepada makanya


"Nia kemaren malem telpon gua katanya mau ngajak Lo tinggal bareng dia, Lo mau emang"


sekarang mengangguk sambil terus mengunyah makanannya.


"Lo yakin gak apa apa tinggal disana" tanya lagi kak Ray


"sangat yakin"


"apa yg membuat Lo yakin"


"ya dari pada gua disini sendiri, dan membebani kalian"


ka Ray terteguh dengan penuturan Sekar, di sadar selama ini telah menelantarkan adik perempuannya.


"Nandar kemana?"


"gak tau, setiap malam aku sendiri Lo tau sendiri kak gua ini penakut, hampir setiap malam gua sudah tidur"


"Nandar gak pernah baik dia"


Sekar mengangguk dan menunduk dengan mata berkaca-kaca menahan air mata agar tak jatuh.


"baik klo kamu yakin dengan keputusanmu, besok gua datang kesekolah Lo, untuk mengurus berkas kepindahanmu" ka Ray menatap Sekar dan langsung memalingkan muka sesaat keadaan menjadi canggung "Sekar maafkan Kaka yg tidak bisa menjagamu" sambung kak Ray sambil beranjak dari kursi.


air mata Sekar mengalir membasahi pipi besamaan dengan kepergihan kak Ray, Sekar menangis dalam diam merasakan sakit di hatinya terhadap sikap kakaknya.

__ADS_1


__ADS_2