Pria Impian

Pria Impian
Arman


__ADS_3

malam harinya, sepertia biasa dengan kesendirian, mendengar musik k untuk mengusir ke sesepian.


ketukan pintu terdengar


tok...tok..tok..


ceklek


"hai man, tau aja gua lagi sendiri di rumah...masuk" sapa Sekar kepada KK sepupunya Arman


"lagi ngapain Loch"


"yaa..biasa begini tiduran sambil denger musik"


Arman berOH dan mangut mangut menilik ke sekitar.


"udah makan belum"


"udah sama mie, gua di stok mie 1 bulan sama ka roman,,,miris banget ga sich usus gua" cibir Sekar menyayangkan sikap KK ke 2nya.


"parah KK Lo, tapi mending sich dari pada engga sama sekali" gurau Arman, prihatin dengan kehidupan Sekar sekarang berbanding terbalik sewaktu ALM ibu Sekar ada.


tok...tok...tok


"siapa tuh...bentar ya man" sahun Sekar berjalan ke arah pintu.


ceklek


raut wajah Sekar berubah datar dan dingin tak ada sapaan atau sekedar mengucap salam, setelah membukan pintu, ia berbalik dan duduk di sofa tamu


"lagi apa, aku ganggu ya" tanya Brian gugup


Sekar menatap Brian dengan jengah, harapa demi harap selalu dia beri tanpa ada kelanjutan, Sekar memalingkan wajah tanpa mau menjawab pertanyaan Brian.

__ADS_1


"siapa yg Dateng kar kok g ada suaranya" tanya Arman dari dalam kamar.


"biasa orang ga di undang Dateng" ucap Sekar beranjak dari sofa menghampiri Arman.


tak di duga Brian mengikuti langkah Sekar masuk ke kamar.


"ohh.. elo Ian, apa kabar"sapa Arman ke pada Brian yg posisinya tepat di belakang Sekar.


Sekar yg mengetahui Brian mengikutinya tampak sedikit kaget, tetapi berusah menetralkan kembali. Sekar berbaring tanpa ikut mengobrol dengan Arman dan Brian.


"kabar baik main, sibuk kuliah aja gua mah, Lo sendiri sibuk apa"


"ya gua mah sibuk merhatiin sepupu gua ini, yg nasipnya gak ada yg merhatiin" lemparan bantal melang tepat di muka Arman. pelakunya siapa lagi Sekar.


Brian yg merasa tersindir menatap lekat kepada Sekar.


"kar, aku kesini mau ngajak kamu keluar...boleh ga man?" ucap Brian seraya bertanya kepada Arman


"ajak aja kasian tuh gabut dia" jawab Arman sambil merubah pandangan ke Sekar, memberikan isyarat untuk bersiap.


"Ian, gua titip Sekar donk gua prihatin banget sama ke adaan dia ga ada satu pun kakaknya yg peduli sama dia apa lagi bokapnya, seengganya Lo kasih dia perhatian kek...Lo tau kenapa dia tiba-tiba diam begitu dan cuek sama Lo" tutur Arman menasihati Brian yg terlihat cuek dari cerita Sekar.


"iya gua tau selama seminggu ini gua ga pernah kasih kabar dia"


"iya makanya klo emang Lo udah ga anggep dia mending lepasin biar dia gak berharap banyak sama Lo"


Arman dengan tegas berucap menatap dan mengeraskan rahang menahan emosi.


"iya man, gua usahakan cari jalan yang baik untuk masalah gua ini"


"heemm" berjalan meninggalkan Brian di kabar Arman pergi kedaour untuk sekedar minum.


Sekar yg sudah siap menghampiri Brian.

__ADS_1


"yuk jalan takut kemaleman"


Brian mengangguk, menatap Sekar yg terlihat sendu di raih ya pergelangan tangan Sekar, berdiri dari duduknya dan mengusap sayang di kepala Sekar.


"maafin" Sekar bergeming diam mentap ke arah lain "yuk kita jalan"


"man gua jalan dulu ya" sahut Brian kepada Arman yg berada di dapur


"iya hati-hati jagain sepupu gua" Arman mendoakan kepalanya saja di balik dapur.


sepanjang perjalan tak ada satu patah kata pun Ter ucap, memegang pinggang untuk sekedar keselamatan pun tak ia hiraukan, sampai tangan Brian menari salah satu tangan Sekar agar memeluk pinggangnya, supaya Sefti dalam berbocengan. Sekar melakukanya dalam diam.


di dasbor depan terlihat CPU komputer, entah untuk apa barang tersebut.


sesampainya di sebuah warnet, Brian membawa CPU tersebut bertemu temannya untuk dimintai mengecek CPU Brian yg rusak.


sekitar 1 jam berlalu Sekar sudah mulai bosan dan mengantuk waktu menunjukan jam 9 malam.


"ngantuk ya...maaf ya aku ajak kesini, tadinya aku pikir dari pada kamu bosen jadi aku ajak kesini"


Sekar mengangguk sambil menahan kantuk yg sudah tak tertahankan karna jujur saja dia bulum sempat tidur tidur dari kemarin malem kejadian ia tidak tidur semalaman.


tau gitu gua bobo cantik aja di rumah ini mah alamat gua bsk tidur di kelas lagi. Sekar merutuki nasibnya dlm hati.


tepat di jam sebelas sekara Samapi ke rumah kembali. dengan hati yg dongkol memasuki rumah, tanpa memperdulika Brian


"hey kar, kok gitu sich aku langsung pulang ya" setengah berteriak Brian berbicara


Sekar yg sudah ngantuk langsung menutup pintu tanpa menjawab pamit dari Brian.


dasar cowo sengklek di kira w patung manekin kali ya, ngapain gua di suruh ikut klo dia diemin donk, sepertinya hubungan yg g sehat ini harus gua sedahi.


"e-eh tapi first kiss w sama dia, gua udah di emek emek sama dia....achhh bodohnya Lo Sekar" gumam Sekar menjambak rambutnya kasar.

__ADS_1


Sekar anak yg polos jadi dia berat minta putus dari Brian karna itu, ia takut tak ada laki-laki lain yg mau menerimanya.


"hiks...hiks...hiks...bodoh...bodoh...bodoh" menangisi apa yg sudah terjadi. bahkan pancarn dengan Brian sudah saling melihat bentuk masing-masing tanpa melakukan lebih hanya sekedar pegang pegang. tetap saja rasa khawatir itu ada di tambah keadaan rumah Sekar yg selalu sepi.


__ADS_2