Pria Impian

Pria Impian
pertemuan pertama


__ADS_3

cahaya matahari menyorot memasuki celah jendela, tentu saja ini mungusik tidur Sekar, Sekar mengerjakan mata.pandangnya mengitari seisi kamar.


seingat gue tidur di sofa deh sambil di peluk Brian kenapa w ada di kamar. gumam Sekar tak mau ambil pusing karna ia tau pasti Brian yang memindahkannya.


Sekar melirik jam waktu menunjukkan 7.15, matanya merubah melotot


"WAwww...gue kesiangan" terika Sekar sambil berlari menuju kamar mandi


secepat kilat dengan waktu 10menit Sekar sudah terlihat rapi dengan setelan baju seragamnya,


mampus gue ini sich pasti kesiangan.


saat membuka pintu, tenyata ka Nandar sedang sama sama memegang hedel pintu.


"belum berekat sekolah loe, jam berapa ini. kebiasaan di maja sama mamah sich apa apa di siapiin jadi susah kan loe" sewot ka Nandar


Sekar memilih diam dan melakah keluar rumah dengan cepat karna sedang di kejar waktu, sambi berlari menunggu angkutan yang lewat Sekar bergumam dalam hati.


Dateng Dateng marah, ga jelas banget ka Nandar, gak tau apa tiap malem gue kesepian, merasa takut di rumah sebel banget deh. merutuki sikap ka nandar


sesampainya di sekolah, benar saja semua siswa sudah masuk ke kelas masing-masing, Sekar telat 15menit saat melewati guru piket, Sekar seolah bisa saja dan berusaha tenang, padahal dia sedang gugur karena sejauh ini dia tak pernah telat sedikit pun, makanya Sekar merasa malu dan gugup.


"hey kamu anak kelas berapa" tegor guru piket bernama pak Rudi yang mana menjabat guru olahraga


"ehh pak saya anak sepuluh empat pak" ucap Sekar sambil menundukkan kepala


"kamu telat 15 menit, bapak kasih tugas kamu minta tanda tangan absen kehadiran semua guru yang menjar pagi" pak Rudi memberikan hukuman


mampus, gua harus masuk ke semua kelas sepuluh dan kelas duabelas. benak Sekar memikirkan nasibnya


"eh kamu denger saya ga"


"e-eh iya pak, semua kelas pak? kelas duabelas juga pak"


"iya semua kelas termasuk kelas duabelas IPA dan IPS "


Sekar menatap pak Rudi yang menyeramkan map absen guru kepadanya sambil menelan ludahnya, Sekar bejalan ke arak kelas duabelas yang mana letaknya lebih dekat dengan pintu masuk sekolah.


saat menjalan hukumanya sejauh ini lancar lancar saja, sampai dia masuk kelas terakhir sang mana kelas XII IPA 1 dimana kelas kak Ray.


tok...tok..tok "assalamualaikum Bu mau minta absen kehadirannya"


se isi kelas nampak membisu semua mata tertuju pada Sekar yang berjalan di depan kelas menghampiri guru yang sedang mengajar. Sekar berusaha sebisa mungkin tidak melirik ke arah kakak kelasnya.


sampai di berbalik karna sudah selesai tugannya sekilas matanya bertemu dengan kak Ray, dan ka Ray bebicara lewat manatanya seakan akan mengatakan

__ADS_1


"ada apa kok tumben kamu telat"


sekar yang menerima sinyal tersebut mengangkat bahu dan menggeleng,sambil terus berjalan keluar kelas.


sampai kelas Sekar melawatkan setengah jam pelajaran.


"haduh lelah gue, gininbanget sich nasip gue...hiks" bisik Sekar kepada teman satu bangkunya sesil


"lagian sich molor Mulu" sinis sesil


"Sekar lain kali jangan telat lagi, kami sudah melewatkan setengah jam pelajaran saya" tegas guru matematika


"iya pa maaf" saut Sekar


siapa juga yang mau telat. ga tau apa gue setengah modar ngelawati hari ini. gumam jengah Sekar


*****


bel pulang tiba, seperti biasa semua murid bersorak tak kalah dengan anak TK.


"akhirnya selsai juga hari ini" Sekar menghembuskan kasar


"lelah sangat Bu....makanya punya alaram itu di pake jangan di set tapi lu matiin sama aja bolong..hahaha" gelak semua teman Sekar.


mereka berjalan beriringan keluar area sekolah, terlihat di warung kak Ray dan teman teman lainya sedang nongkrong, sepertinya hari ini tidak ada jam les untuk anak kelas duabelas. karna merasa akrab sesil menghampiri kar Ray


"boleh donk....kenalin nich ada sahabat kakak" sesil, Sekar, Riska, dan Ijah menatap ke arah yg kak Ray tuju.


sekilas Sekar melihat laki laki tampan, manis, tapi sepertinya urakan, karna sie pria berpenampilan baju kaos biru dipadukan dengan cela pendek robek robek.


"sesil" sambil menyodorkan tangannya


"benk cowok rasa strawberry" ucap Benk sambil menggelitik jari telujuk di dalam jabatan tangan mereka


"ich....apa tuh geli" sesil memekik dan menatap Benk yg mengedipkan sebelah mata.


"kenapa sil" ucap Ijah


"loe coba aja kenalan sama dia, aneh pecicilan" sambung sesil dengan wajah stoknya


"Ijah"


"AW...cowo teh iseng"


dilanjut Riska dan terakhir Sekar yang seperti biasa menyalami semua orang yg ada disitu dengan salam khas Sekar sampai saat mendekati Benk, Sekar sengaja melewatinya.

__ADS_1


"ehhh..kelewat kar kenalan donk sahabat plus sodara buat kakak"


Sekar mundur beberapa langkah, kali ini meyodorkan tiangnya sama seperti sesil lakukan


"Sekar" dengan coolnya Sekar memperkenalkan diri


"Benk, empat kelezatan di setiap gigitan" sambil menjabat tangan dan menncolek coleh jemarinya kejabatan sekar, Sama hal yg di terima oleh sesil dan yg lainya


"ich, loe kira coklat apa" seperti selogan salah satu jajanan wafer coklat dengan karamel dan coklat itu.


Benk yang mendengar sautan Sekar merasa ada hal beda dalam dirinya, jantungnya tiba tiba bendenyut entak apa yg ia rasakan, seperti terpesona oleh Sekar.


"weesss...keren nic Ray" ledek Benk kepada Ray, karna setau Benk Ray sedang mengincar cewe tomboy ini


" udah ada yg punya Benk" saut kak Ray sambil melirik Sekar


"gue balik duluan ya, cape nich menghadapi kenyataan tadi pagi" ucap Sekar pamit


"lach...kok pulang kar kita jalan lagi yuk ke atas, kali ini kita sungai aja ga usah ke gunung" ajak kak Ray


Sekar yang memikirkan ajakan tersebut


klo w balik di rumah pasti sendiri lagi bete, tapi gue lelah banget rasanya hari ini.


"kayanya ga ikut dulu deh ka"


"kenapa ikut aja yu kar, kita jalan jalan" sambung Benk sok Eska Esd sok kenal sok Deket.


Sekar menatap malas, dan mengalihkan pandangannya dari Benk ke kak Ray.


"gmn ya ka Sekar pengen ikut tapi sepertinya Sekar lelah sekali"


"ya udah lain kali aja kita jalannya, kamu tadi dihukum kenapa bisa kesiangan"


"biasa kak putri tidur" saut Ijah yang langsung mendaptka toyoran dari Sekar


"udah Ach duluan ya ...bye"


bek yang tak lepas dari pandangannya terhadap Sekar yang berjalan semakin jauh


nich cewe manis juga, bikin gue gemes aja.


****


hai gaes, selamat datang di karya pertama ku mohon dukungannya ya dengan komen dan like ya say.

__ADS_1


biar semangat nulisnya, terimakasih.... enjoy


__ADS_2