
"kamu mau pesen apa" tanya Brian sesampainya Sekar beberapa menit yang lalu
"aku mau makan berat laper banget dari pagi belum kan" jawab Sekar terus terang tak ada lagi kata jaim.
Brian tersenyum melihat tingkah Sekar yg apa adanya, dengan peluh dikeningnya
"oke aku pesenin chicken Cordon blue aja ya"
mengangguk sebagai jawaban dengan menarik nafas panjang Sekar merasa lelah karna pejalannya tadi yang berlari menuju tempat pertemuan dengan pacarnya.
"dapet kerjaannya" tanya Brian kembali
sambil menggeleng "belum, kamu ada kenalan ga yg butuhin tenaga kerja paruh waktu"
"kenapa sich harus kerja paruh waktu, kakak kamu kemana"
"aku gak mau ngerepotin mereka, aku cari buat sekedar makan dan ongkos sekolah aja"
"emmhhss..." Brian hanya sekedar menarik nafas tak abis pikir dengan kakaknya Sekar tak ada satu pun yg perhatikan, Brian merasa kasihan kepada kekasihnya tapi ia juga tak bisa bantu banyak karna status dia yg masih mahasiswa semester tengah.
"oke nanti aku cariin, klo ada info nanti aku kabariin kamu"
"permisi, pesanannnya" ucap pelayan cafe
"makasih mbk" saut Sekar
"makan dulu aja deh kamu, abis nich istirahat pulang buat besok aku kasih buat kamu ongkos sekolah dan makan"
Sekar hanya mengangguk sebagai jawan, karna ia tengah sibuk dengan makanannya.
__ADS_1
Brian kembali memperhatikan kekasihnya yang sedang lahap makan, ia tersenyum melihat tingkah Sekar yg makan dengan mulut penuh seperti tidak makan seminggu.
"pelan pelan makannya, tidak ada yang akan mengambil makanan mu kok"
"hehehehe" terkikik geli Sekar merasa malu sendiri.
*****
tiba di rumah Sekar bergegas membersihkan tubuhnya dari keringat yang lengket dan rasa lelalah setengah hari mencari pekerjaan, yg tidak mungkin atau terlintas pun tidak di usiannya yg masih duduk di kursi Xl SMA harus di paksa mencari pekerjaan untuk memenuhi kebutuhannya.
kini Sekar sudah lebih Segar, dengan baju piyama satin berlengan pendek dan celena pendek. merebahkan diatas kasur.
tring....tring...tring...
ponsel Sekar berbunya, Sekar beranjak dari kasurnya dan menghampiri poselnya di dalam tas.
"halo"
Sekar meliha kembali ke layar ponselnya, nomer yg belum di Seva menghubinya.
"siapa yaa"
"orang yg di tabrak tadi siang"
"hah...kapan gua nanbrak loe"
"tadi siang ketika kau sedang berlali, di depan toko pakaian"
Sekar mengingat ingat tadi siang....
__ADS_1
"oh iya, siapa kah kamu" saut Sekar yg mengingat kejadian tadi siang saat ia mau menemui Brian.
"cowok satu satunya rasa strawberry"
"hah...Benk"
"waw kau masih mengingatnya.. haha" terdengar tawa yg renyah di sebrang sana
"ngapain loe Telpon gua, dan dari mana Lo dapat nomer gue"
"wess....sabarrr tanyanya satu satu donk, gue telpon loe karna kangen" Sekar memutar bola mata malas " gue dapet nomer loe Darii....ada lach ga perlu tau"
"ich ga jelas banget"
"besok gue mau kesekolah Loe Loch"
"bodo amat emang gue pikirin"
"emang loe ga kangen sama gua kar"
"gak...males siapa Lo sodar bukan, temen bukan, kenal jg baru kemaren"
"hahahaha....gemes deh gue"
"udah dulu ya gue cape banget nich, klo ga ada yang penting w tutup" ucap Sekar kesal
"galak banget neng,, nanti cepet tua Loch, oke deh sampe jumpa besok di sekolah ya, bye"
tutututuutu Benk langsung menutup telepon,
__ADS_1
gaje bgt ini orang. gumam Sekar .