Pria Impian

Pria Impian
kabar baik


__ADS_3

di rumah Sekar nampak sedikit berbenah karna malu diliat sang kekasih karna selama ini tidak pernah bersih bersih rumah terlihat banyak debu.


"sendiri lagi kamu di rumah sayank"


"emmm" seraya menganggukkan kepalanya dengan tangan yg sibuk memegang sapu


"udah makan belum"


"gimana mau makan pulang aja baru, ga liat lagi apa ini"


"biasa aja donk non ga usah sewot...ya udah aku kedepan dulu ya beli makana" ucap Brian sambil mengacak-acak rambut Sekar


setelah bekutan dengan bersih rumah kini Sekar sedang duduk santai di sofa ruang tamu dengan Brian di sampingnya, sebelum mereka sudah mingisi perut yg lapar.


kepala Sekar yg bersanda di pundak Brian dengan tangan yg sibuk dengan ponselnya.


"kamu ga kesepian apa di rumah" tanya Brian mengelus rambut Sekar.


"yaa seperti yg kamu lihat, keadaa rumah ini kotor karna aku jarang di rumah, aku sebisa mungkin menyibukan di luar rumah kadang yg aku kerjakan di luar rumah pun tak jelas, iya itu salah satu pelariaanku sebenrnya aku tak tahan dengan keadaan ini, semua kakak dan ayahku mengacaukan ku" unek unek yg selama ini Sekar pendam keluar semua di hadapan sang kekasih, Sekar tampak berkaca-kaca menahan air mata."aku ga tau harus minta tolong siapa, aku ngerasa sendiri ga ada yg peduli makanya kemariin aku mencari kerja setidaknya cukup untuk aku bertahan hidup" lanjut Sekar dengan berusaha tegar


Brian memeluk Sekar memberikan ketenangan dan kekuatan.terdengar helan nafas Brian memikirkan hidup kekasihnya.


"oh iya masalah pekerjaan ada salah satu restoran dekat kampusku membutuhkan pegawai baru, tapi lumayan jarak tempuhnya, setelah aku tanya kepada manager Tetang upahnya tenyata di bayar harian dan aku pikir itu cukup untukmu tetapi aku ragu dengan jaraknya yg lumayan jauh dari rumahmu" ucap Sekar seraya melepaskan pelukannya


"tidak apa-apa aku akan mencobanya"

__ADS_1


"kamu yakin?"


"sangat yakin setidaknya bisa mengalihkan rasa sepi ku"


"klo kamu benar berminat besok akan ku sampaikan kepada manajer, kebetulan ia adalah kakak Kentingaku di kampus, supanya lusa kamu bisa langsung bekrja"


"baik lach" ucap Sekar bahagia" terimakasih Brian kau sudah begitu peduli kepada ku"


"hei kau ini kan kekasihku"


cup...


Sekar mengecup pipi Brian dan tersenyum dengan manis, membuat hati Brian berdesir.


sesaat Brian trus menatap Sekar dengan jarak dekat, Samapi mata itu tertuju pada bibir imut merah seperti ceri, Brian semakin mendekakatkannyaa.


sesaat Brian berhenti dan menatap mata Sekar dengan senyuman yang penuh arti Brian kembali mendekat dan ******* bibi kecil itu tanpa meminta persetujuan dari Sekar, kucupan lembut yg kini beraling menjadi kencupan kasar, Sekar menikmati lumayan tersebut karna ini bukan pertama kalinya Brian mencium Sekar. tapi memang hanya Brian lach yg mencuri ciuman pertamanya


"hah ..hah...hah" Brian melepas ciumannya dengan deru napas yg terengah-engah, mendekatkan kening ya ke kening Sekar, tersenyum. Sekar membalas senyuman itu, setelah cukup untung mengambil oksigen. Brian menyentuh bibir sekara kembali.


aku terhanyut, lidah salih membelit menukar slavina.


"akh..." aku meremang saat Brian meremas bagian tubuhku yg menonjol, tidak besar tidak kecil pas untuk di genggam, kini bibir Brian berpindah ke area tengkuk, mencumbunya hingga meninggalkan jejak kemerahan.


aku mendongkahkan kepala ke atas bersanda di sofa menikamati sentuhan demi sentuhan yg di berikan oleh Brian.

__ADS_1


tring....tring....tring


ponsel Brian berdiring, membuyarkan aktivitas mereka berdua.


"angkat dulu teleponya Ian"


Brian mengambil benda Pipin yg ada di dalam tasnya


"iya"


"...."


"oke bentar gua jalan"


Tut...Tut...Tut...


"siapa yg TLP Ian"


Brian berjalan mendekat dan menarik tangan Sekar duduk dan menarik Sekar hingga terduduk kembali tetapi kini di atas pangkuan Brian.


"sayang aku harus pergi, ada acara di kampus dan aku panitianya, kamu tak ku tinggal" ucap Brian sambil membelai pipi dan mengusap bibir Sekar dengan ibu jarinya.


"iya tak apa, pergi lach"


Brian menghembuskan nafas kasar, liat Sekar sendiri di rumah ada rasa khawatir tetapi mau bagai mana lagi kegiatan di kampus tidak bisa nunggu. Brian mengecup bibir Brian singkat dan bangun dari duduknya.

__ADS_1


"aku pergi dulu, kamu beristirahat lah"


"emm" Sekar mengangguk dan beranjak mengantarkan Brian ke depan pintu melambaikan tangan dan meliahan kepergian Brian.


__ADS_2