
di waktu subuh dimana hari ini keberangkat Sekar tepat siang nanti, seseorang bertamu dan ingin bertemu Sekar.
tok..tok..tok
Sekar yg baru saja menyelesaikan shalat subuh menunda melepas mukenanya, bergegas membuka pintu kamarnya
clek..
"Sekar di depan ada seorang pria ingin Bertemu dengan siapa dia jgn macem2 ya kamu..ingat kamu kamu akan pergi nyatren selesaikan urusan mu dengannya" ka Nia mengingatkan Sekar mengingat Sekar ini banyak sekali teman pria.
Sekar yg entak tau menau hanya menggelengkan kepala meliat ka Nia ngomel dan langsung meninggalkanya. tanpa pikir panjang Sekar langsing menghampiri tamu itu dengan masih menggunakan mukenanya.
"Aryo"
"hai Sekar maaf pagi-pagi buta begini aku datang bertamu"
"iya tak masalah....ada keperluan apa ya ?"
"tidak ada aku hanya menyampaikan pesan dari teman ku yg terlihat menyedihkan" Aryo merogoh kantong celananya ngembil sebuah surat beramplop pink
"Brian menitipakan surat ini untuk mu"
"kok bisa...bukan begitu maksud ku karena kemarin seharian aku pergi dengannya kenapa dia tidak memberikan langsung"
"entah lach,,semalam aku menginap di rumahnya Brian meminta diriku untuk menemani dan mendengar semua isi hatinya, dan saat aku ingin pulang dia menitipakan ini" karena arah rumah aryo searah tepatnya sebelum sampai kerumanya terlebih dahulu melewati rumah Sekar.
__ADS_1
"trimakasih Yo"
"tak masalah, baik klo begitu aku pamit pulang, hati-hati dalam perjalanan mu Sekar semoga kau semakin sukses disana"
"emm" Sekar mengangguk
setelah kepergian Aryo Sekar masuk kembali ke kamarnya berbaring di atas kasur sambil membuka isi amplop tersebut.
*dear Sekar
mungkin saat kamu membaca surat ini kita tak akan pernah bertemu lagi dengan waktu yg entak kapan.
aku berharap kamu bisa belajar dengan giat disana dan sukses dalam hidup mu.
aku berharap kamu selalu menjaga hati kamu untukku.
aku doa kan semoga kau betah di tempatmu yg baru
from: Brian*
Sekar tersenyum dengan mata yg berkaca-kaca, hal seperti ini yg kadang membuat Sekar ingin tetap di Bogor tapi mengingat kemarin rasanya tekat Sekar semakin bulat, Brian memang selalu menarik ulur perasaaan Sekar.
"dasar Brian lebayy...kemaren aku disini dia mengabaikan ku," ucap Sekar sambil menutup mulutnya dengan linangan air mata.
****
__ADS_1
"bro Lo udah ketemu si Sekar belum" tanya ka Ray kepada teman satu bangkunya yg rumanya berdekatan dengan rumah Sekar.
"dari tadi sich pas gua lewat rumahnya sepi, g ada kehidupan apa udah pada pergi ya" jawab ka Ilham
"kita coba datang kerumahnya aja yuk" ajak ka Ray seraya menatap Benk meminta persetujuannya, Benk yg malas dengan Ray melengos memalingkan mukanya dia sangat sebal dengan tingkah Ray seolah-olah ia kekasihnya.
"lebay banget sich, sodara bukan, kakak bukan , pacar bukan, peduli juga engga tuh si Sekar mau Lo Dateng apa engga" akhirnya Benk mengutarakan kekesalannya
Ray yg mendengarnya langsung tersadar dan gugup seketika, pasalnya apa yg di katakan Benk ada benarnya juga, Ray menggaruk kepalanya yg tak gatal seranya nyengir seperti kuda
"hehehehe"
"cih...ga usah nyengir Loch kaya kuda, udah kita balik lagi yuk...bete gw kita nongkrong kek yuk di cafe dari mikirin si Sekar Mulu"
Ray terlihat bimbang satu sisi ia masih ingin memastikan kerumah Sekar satu sisi ucapan Benk yg benar apa adanya.
Benk yg meliat Ray kebingan, langsung pergi bersama Ilham meninggalakam Ray yg Masih bengong.
sesampai didepan mobilnya Ray menggeleng kepala dengan tingkah Ray yg masih cengo di depan pintu rmh Ilham
"wey Lo mau diem disitu terus, ya udah gw sama Ilham jalan yaa" triak Benk seraya masuk dalam mobilnya
mendengar trikan Benk Ray tersadar
"ehhh iya gw ikut" benk berlali ke arah mobil
__ADS_1
mobil melaju perlahan saat melewati rumah Sekar Ray memperhatikan kedalam celah pagar, memang telihat sepi. Sekar semoga kamu baik-baik di tembat baru mu. ucap Ray dalam hati