Pria Impian

Pria Impian
emosi meluap


__ADS_3

1 tahun sudah berlalu kini Sekar sedang di sibukan dengan buku2 karena sebentar lagi ujian Nasional akan di selenggarakan. lelah, stres, dan Cape kini menghinggapi, dimana sekarang semua tmn2 sedang jalan-jalan refreshing, karena 1 bulan lagi mereka akan menghadapi ujian nasional, sedangkan Sekar sedang kurang sehat melihat bintik bintik ditubuhnya mulai banyak, ternyata ia terkena penyakit kutukan yaitu cacar. (😋menurut author itu penyakit kutukan karna setiap manusia pasti pernah merasakan sekali seumur hidup 🤭)


seluruh tubuh Sekar di penuhi oleh bintik bintik yg besar dan kecil di dalamnya terdapat cairan jika pecah akan terasa gatal dan semakin bertambah banyak.


ka Nia yg sabar merawat Sekar dengan telater memberi obat dan makannya.


"teh, maaf klo aku nyusahin terus" ucap Sekar sendu


" iya gpp yg penting kamu sehat dulu abis itu belajar lagi yg semangat, km disini harus kerja keras karna teman2 km itu dari mereka SMP jadi wajar klo mereka lebih pandai ,km yg dari luar wajar kalau kelelahan dan stres karna km harus mengejar cara mereka belajar, yg penting jgn patah sangat"


"iya teh" seraya menganggukkan kepalanya jujur Sekar KLO di izinkan untuk lari dia memilih lari dari pada harus hidup dengan penuh tekanan tp ini lach kenyataan hidup yg harus tetap berjuang untuk kelangsunga hidupnya.


seumur hidup Sekar belum pernah merasakan hidup penuh aturan dan penekanan, disini ia harus menjaga sikap dan prilakunya, Sekar terbebani dengan nama ustadzah vigina yg tak lain tak bukan adalah kakaknya sendiri, ini yg menyebabkan fokus Sekar terhadap pelajaran berkurang sehingga mempengaruhi nilainya.


'sabar Sekar sedikit lagi Samapi Kau lulus, kau bisa lepas dari ini semua, berusaha lach lebih keras lagi' gumam Sekar dlm hati menyemangati dirinya.


***


pagi ini Sekar sedang bersiap mempersiapkan pensil 2b cek,nametag cek, oke udah semua, gumam Sekar yg msh terdengar oleh adik kelasnya.


"prfff...semangat kakak sukses buat kita ya" sari menahan tawanya yg melihat tingkah Sekar.

__ADS_1


"Amiin, km jg ya semangat, kita pasti bisa melewatinya" Sekar menyemangati sari yg mana sari sendiri duduk di kelas 9 SMP.


"eemmm" sari mengangguk seraya terseyum semangat


hari pertama ujian Sekar melewati penuh kebanggaan karena sepanjang hidupnya baru kali ini mengerjakan ulangan tanpa menyontek dan tanpa bantuan guru, ada kebanggaan sendiri iya yakin adanya Allah yg menantu segala usahanya.


"gmn kara bisa gak kira-kira ngerjaiin soalnya?" Nurul bertanya ketika Sekar hendak menuruni anak tangga.


"insyaallah bisa nyun" nyuni panggilan sayang teman2 semua


"kira kira km yakin berapa persen?"


"yaa ..paling engga lulus standar SKBM lach"


"makasih nyuni"


Nurul adalah salah satu murid terpintar di kelas b.inggris yg dia kuasai menjadika ia ketua bahasa di pondok, selain itu mata pelajaran yg lain pun dia nampak menonjol, kebiasaan buruknya adalah suka tidur dimana saja.


tak terasa 4 hari telah berlalu, ujian nasional telah usai Sekar merasakan bebannnya berkurang merasa lega telah melewati ini semua niat dia setelah ini akan mencari pekerjaan saja.


"kar jalan yuk ke pasar" ajak Reno teman sekalian sekar, karna kalo ini semua anak kelas 6 di bebaskan berkegiatan, meskipun untuk keluar pondok tetap harus seizin kepala asrama, yg tak lain adalah kan Nia.

__ADS_1


Sekar nampak berpikir untuk menerima ajakan Reno, bukanya tak ingin tapi ia memikirkan uang, dia tidak punya uang memang selama ini ia tak perna pegang uang, jajan di kantin pun selalu Sekar catat itu pesan kak Nia karena kak Nia yg nanti bayar.


"emmm...pengen sich ikut tp coba nanti aku tanya dulu sama ustadzah Nia ya"


"oke kabarin ya aku ke kantin dulu"


selepas Reno pergi, aku termenung. kak Nia punya uang ga ya, kira-kira aku diizinkan gak ya, tapi selama ini aku tidak pernah minta sesuatu bukan, kebetulan kepalaku serasa mau pecah, tak salah klo aku pergi jalan-jalan. aku coba saya bicara dengan kak Nia.


aku berjalan menelusuri loronga menuju asrama kak Nia karna lewat lorong ini terasa dekat. saat aku buka pintu depan kebetulan kak Nia ada bersama adik kelas ku, aku tersenyum, aku liat kak Nia nampak jutek. tapi aku bersikukuh untuk mencoba bicara .


"kak aku boleh ngomong dulu ga" maksud hati ingin mengajak bicara di kamar pribadi ka Nia


"bicara saja disini" aku melirik ke suami adik-adik kelasku aku merasa malu. tapi aku akhirnya memberanikan meminta izin.


"kak aku boleh ga main ke pasar bareng Reno"


kak Nia tersentak dan langsung menatap aku dengan jutek


"ngapain sich, diem aja di asrama kakak ga punya uang, kamu jg jajan di kantin gak kira-kira"


hatiku mencelos, aku merasa di permalukan di depan adik-adik, aku tau mungkin aku adik yg tak tau diri sudah di urusi, disekolahkan, dan di jamin kehidupannya. tapi aku dengan sengaja menambah beban kak Nia dengan jajan yg banyak sebenarnya itu adalah bentuk stresku yg lari ke makan meskipun perutku kenyang aku memaksakan makan.

__ADS_1


setelah mendengar ucapan kak Nia aku tak berbicara lagi aku langsung balik badan dan berjalan ke luar tanpa menanggapi ucapan kak Nia, tak sopan memang.


aku duduk di depan lemari aku, aku melamun mengingat kata-kata kak Nia nyeri rasanya entah kenapa aku jadi sensitif, tak teras air mata pun jatuh di pipi ku, sampai air mata itu terus menjadi deras mengingat semua kesalahan yg aku perbuat, aku merasa jadi orang ga tau diri seharunya Sekar sadar ia hanya hidup menumpang ga sepantasnya dia minta ini dan itu, air mata ini tak bisa ku bundung lagi rasa nya yg selama ini aku tahan aku keluarkan semua,sampai sesegukan dan meraung sampai mencuri perhatian teman-teman sekeliling dan mendekat menanyakan keadaan ku, aku tak dapat mengucapkan apa-apa aku hanya menggeleng hanya mengucapkan 'ini semua salah aku, aku g tau diri' teman-teman semua nampak kebingungan 1jam aku menangis tak henti sampai kak Nia datang.


__ADS_2