Pria Impian

Pria Impian
Mencari Pekerjaan


__ADS_3

dua bulan sudah kepergian ibunya Sekar, kini Sekar semakin merasa tidak di perhatikan oleh kakaknya dan ayahnya, untuk sekedar ongkos sekolah saja Sekar tidak punya uang sepeserpun, keadaan rumah yang seperti rumah kosong, lantai teras yg sudah tak terlihat warna kramiknya karna tertutup debu. Sekar bukanya tidak bisa berbenah rumah tapi karna Sekar anak bungsunya dari lima bersaudara, jadi pekerjaan rumah memang belum terbiasa olehnya, sebab selama ini selalu di manja oleh ibunya.


hari ini Sekar tidak masuk sekolah selain tidak punya uang untuk ongkos ia juga bangun kesiangan,karna semalaman Sekar berpikir keras bagai mana caranya mencari uang. Sekar tipe orang yg ga mau merepotkan orang lain termasuk kakaknya, Sekar beranggapan klo sudah berumah tangga pasti kebutuhannya jauh lebih banyak jadi sebisa mungkin Sekar mandiri.


hari ini gua cari duit kemena ya...ok kita coba aja melamar kebeberapa toko, semangat Sekar. batin Sekar bergumam


saat Sekar keluar dari kamar mandi terlihat kak Nandar baru pulang setalah 2 Minggu lebih dia tak pulang pulang, Sekar berpapasan dengannya


"gak sekolah loe?" tanya kak Nandar dengan mengernyitkan sebelah alisnya dan di lihatnya jam diding. sudah lewat dari jam sekolah kenapa adek gue ga sekolah.batin kak Nandar


"gak punya ongkos,gimana mau pergi"


"loe kenapa ga bilang gua kan bisa kasih"


"emang selama ini Loe pulang, emang selama ini Loe tau keadaaan gue dirumah gmn, emang selama ini Loe peduli...hah??" ucap Sekar sambil menahan emosi karna dia sudah muak dengan kakak kakaknya terlebih kak Nandar yang tinggal satu rumah dengannya, tapi tak perna sekali pun ia memperhatikan Sekar sifatnya yg dingin dan arogan kepada keluarga termasuk adiknya Sekar.

__ADS_1


kak Nandar diam seribu bahasa, dia sadar tak memerhatikan adik satu-satunya. Sekar berlari kekamar dengan membating pintu dengan kasar.


"hiks ...hiks....hiks....kenapa kakak cuman bisanya marah marah tanpa tau keadaan ku"gumam Sekar sambil terisak menangis


Sekar bersiap untuk mencari pekerjaan paruh waktunya, setalah keluar ruangan ia pergi dulu kemakan ibunya yg terletak di depan rumahnya karna depan rumah Sekar terdapat kebun yang luas dan makam keluarga.


"mah Sekar mau cari uang sendiri, mudah mudah Sekar dapet pekerjaan itu ya mah..amiin"


Sekar beranjak dan mulai mencari pekerjaan, dari toko baju, restoran, toko perlengkapan sekolah tidak satu pun yang sedang membuka lowongan. sekarang bejalan gontai hari sudah siang dan terik. Sekar merasakan perutnya yang lapar karna dari sejak tadi pagi Sekar belum mesaukan makan kedalam perutnya.


tring...tring...tring..


dering ponsel Sekar berbunya, bergegas merogoh tas Selempangnya,


"iya halo" jawab Sekar sambeli terus bejalan menunduk

__ADS_1


"...."


"aku lagi cari perkejaan paruh waktu"


"...."


"dimana, oke 5menit lagi aku sampai"


braakkk...


"sorry... sorry...ga sengaja" ucap Sekar sambil menatap ponselnya dan berlalu ke arah depan.


Sekar, lagi apa dia berkeliaran di jam segini, apa dia tidak sekolah bukanya ini masih jam sekolah. gumam pria yg di tabrak Sekar.


Sekar terus berjalan cepat setengah berlali, ke arah cafe tempat janjian dengan Brian. iya yg tadi menelepon adalah Brian.

__ADS_1


__ADS_2