Pria Impian

Pria Impian
sendiri di rumah


__ADS_3

jam menunjukan 16.30, Sekar tiba di rumah dalam keadaan kotor, masuk ke rumah yang sepi tak ada sambutan yang biasa di berikan mamah, Sekar mengheh nafas, dan bergegas masuk kamar mandi.


setelah mandi, Sekar melewati dapur yang kotor dan tak terurus, akhirnya Sekar memilih bersih-bersih di sore, rasa lelah yang tadi hinggap sirna setelah melihat, melihat keadaan rumah yang bersih, Sekar merebahkan tubuhnya di atas kasur kamarnya.


"heemm... nyamannya, rumah bersih memang nyaman untuk di tempati" gumam Sekar pelan tak terasa Sekar terlelap. sampai terdengar suara azan magrib berkumandang Sekar terbangun.


"HAH..aku kesiangan???" Sekar yang belum sadar sepenuhnya, panik kesana kemari sampai dia melihat jendela yang gelap, Sekar berusaha mengingat-ingat.


"ich dodol gue ketiduran abis bersih-bersih tadi"


krukkkk


"aduh perut gue laperrr lagi dari siang belum makan" gumam Sekar


Sekar berjalan keluar kamar menuju meja makan yang bersebelahan dengan dapur. dibukaannya lemari melihat ada stok makan apa yang bisa di makan, Sekar menemukan 1 bungkus mie. di lihatnya tempat nasi tak ada nasi, di lihat tempat penyimpanan beras ada sekitar 3 gelas takar.


"baik lach mari kita masak nasi terlebih dahulu, baru memasak mie, malangnya nasibku punya kakak tapi seperti tak punya, punya ayah seperti sudah tiada..UPS" Sekar monolog sendiri menutup mulutnya dengan satu tangan yang tak sadar sudah mendoakan ayahnya yang masih ada "heheheh..maaf ayah abis dirimu tega meninggalkanku Bahkan tanah kuburan mamah masih basah, sudah pergi.. hurppp" mencibirkan mulutnya


setelah selesai makan, Sekar beranjak ke kamar kakaknya yang ke empat , sebenarnya Sekar tidak tinggal sendiri masih ada kak Nandar, tapi keberadaan entah kemana. semenjak mamah meninggalkan dia tampak depresi tugas akhir kuliahnya pun diabaikan, dia pikir cuman dia apa yang sedih.


Sekar melanjutkan kegiatannya menyalakan musik dengan kencang karna cuman di kamar kakaknya ini lach semua fasilitas lengkap.


tok...tok..tok


tok..tok...tok


samar-samar terdengar bunyi ketukan yang kercang berbarengan dengan sautan musik, Sekar buru-buru mengecilkan musik yang sedang dia purtar. mempertajam pendengaran nya


brak...brak...brak


kini ketukan pintu semakin menggelegar


Sekar beranjak dari duduknya, dan menghampiri pintu ruang tamu.


ceklek, "ehh kamu bikin kaget aja, udah kaya mau nagih hutang"

__ADS_1


"abis di ketuk baik-baik kalah sama musik" saut Brian


Brian datang kembali sebab tadi siang dia gagal bertemu sang pujaan hati.


"hehehehe...yaa maaf abis sepi di rumah sendiri, jadi yaa menciptakan keramaian..wahahaha" ucap Sekar dengan bahagia


"kamu di rumah sendiri kemana kak Nandar?"


"gak tau"


"udah makan belum?"


"udah, ada apa kamu malem-malem begini kemari"


"tadi siang aku jemput kamu, kamu udah pulang aku ke rumah, rumah tampak sepi, kamu kemana"


"ohh, tadi aku ikut mencari jejak untuk kegiatan LDKS"


"kenapa ga kabariin aku, jadi kan aku ga nunggu kamu tadi di sekolah"


"lupa...hehehhe maaf ya" bibir Sekar mengerucut bersalah


"sudah lach" ucap Brian sambil melangkah masuk dan langsung duduk di ruang tamu.


"sini duduk" perintah Brian sambil menepuk sofa di sebelahnya


"maafiin aku ya baru sempat menemuimu, awal kulia mengharuskan aku untuk kesana kemari mengerjakan tugas, malam Minggu ini kita jalan yuk"


Sekar menatap sang pacar dengan raut wajah sendu, Sekar sadar memkipun Brian menyebalkan tetapi cuman Brian yang bisa mengurangi rasa sedihnya.


Brian yang sadar dengan tatapan Sekar, menarik Sekar kedalam pelukannya.


"menangis lach jika masih ingin menangis aku disini, jika ada yang mau kamu ungkapkan dan luapkan, katakan lach, aku siap menjadi pendengar"


"hiks...hiks...hiks" tangis Sekar pecah

__ADS_1


pelukan Brian semakin erat, mencium puncak kepala Sekar, mengelus pundaknya memberikan ketenangan.


Sekar mendongka ke atas bertatapan.


"aku sekarang sendiri, aku merasa tak ada yang peduli denganku kakakku semua tak ada yg menanyakan kabarku, ayak tak pulang"


"sabar, ada aku ya meskipun tidak setiap saat aku ada di sampingmu tapi disaat kamu mau bercerita aku siap mendengarkan, kamu bisa mengirim pesan kepadaku, Tuhan tidak akan memberikan cobaan di luar kemampuan manusia itu sendiri, jadi aku yakin kamu bisa melewatinya"


Sekar mengangguk dan melepaskan pelukannya, mengusap air mata.


"sudah tak perlu menangisinya lagi kasian ibumu disana, sebaiknya banyak doakan beliau disana"


"iya, kamu mau minum apa?"


"tak usah repot-repot, disini saja peluk aku, aku sangat merindukanmu" ucap Sekar sambil menarik Sekar kedalam pelukannya lagi.


Brian menatap Sekar dan depangnya tengkuk Sekar perlahan memajukan bibirnya dan ******* bibir Sekar.


di ***** dengan perlahan dengan sayang dan rindu sudah 2minggu tak bertemu


"emmp.." di usapnya bibir Sekar yg basah


"tidur lach aku temani, aku pulang saat kamu sudah tidur"


Sekar mengangguk dan memper erat pelukannya.


tedengar suara nafas Sekar yang teratur, Brian menatap Sekar yang masih dalam pelukannya.


aku tak tau apa yang harus aku lakukan untuk menghiburmu, untuk sekedar benjaji pun aku takut, dengan kegiatan perkuliahanku saja aku sudah kerepotan. jaga dirimu baik-baik disaat aku tidak ada di sampingmu. gumam Brian dalam hati sambil mengusap wajah Sekar yang teduh.


Brian mengendong Sekar menuju kamar, di turunkan ya perlahan di atas tempat tidur, diselimuti lalu mengecup kening sekilas.


"salamat mimpi indah sayang" ucap Brian sambil berlalu keluar kamar


karna Brian suadah 2 tahun menjalin kasih dengan Sekar, jadi semua anggota keluarga Sekar sudah mengenal baik Brian dan seluk-beluk rumah ini sudah Brian hafal, keluar masuk kamar kakaknya pun sudah terbiasa.

__ADS_1


Brian berjalan menuju kamar kak Nandar mematikan musik yang masih menyala, menutup pintu kamar, dan bersiap pulang karna sudah telalu malam.


Brian pulang dengan mengunci pintu dan menaruh kunci di selipan jendela Sekar. karna posisi kamar Sekar berada paling depan, dekat dengan ruang tamu.


__ADS_2