
paginya setelah penuturan Sekar kepada Brian, hari ini Brian mengajak jalan-jalan menghabiskan waktu seharian bersaamanya.
sengaja ia bolos kuliah hanya untuk jalan-jalan dengan Sekar sebagai salam perpisahannya.
"sudah siap" tanya Brian yg menjemput Sekar di depan rumah, terlihat Sekar mengenakan mini dress merah jambu selutut dengan riasan natural rambut panjang yg di biarkan bebas menambah manis dan imut gadis itu.
ya sepulang Brian semalam, ia mengirim pesan singkat kepada Sekar untuk memgajakmya jalan hari karna sudah lama mereka tidak jalan bareng di karenakan kesibukan Brian yg baru masuk kuliah.
Sekar mengangguk sebagain tanda sebagai jawaban dan bergegas menaiki sepeda motor milik Brian, memeluk Brian dari belakang sebagai pegangan, yg sebenarnya bukan sekedar pegangan tetapi mungkin ini terakhir mereka akan menikamati beboncengan seperti ini.
hari ini Brian mengajak Sekar nonton,makan, dan berkeliling kota tak terasa waktu pun cepat berlalu.
*****
di tempat lain Benk dan antek-anteknya sedang nongkrong di sebuah cafe langanannya.
"ehh yg gua denger sie Sekar mau mau pindah ya" ucap kak Ray
"Sekar mana sich " tanya Benk yg lupalupa ingat
"itu Loch benk anak adek sekolah gua yg tomboy itu"
"ohhh..itu yg lu taksir kan" goda benk
"siapkan Loch" sahut kak Ray sambil menonjol halus dada Benk dengan senyum penuh makna
"besok Anter gua yuk ke rumah Sekar"
"ogah ngapai gua nanti jadi obat nyamuk donk" ucap Benk dengan mendelikan mata
"klo bukan Lo yg Anter gua siapa lagi, ayo lach"
"jam berapa"
__ADS_1
"jam 7 malam bagaimana?"
"oke" sahut Benk seraya melirik ke arah pintu masuk cafe ada seorang wanita seksi dengan pakain serba minim. Benk memperhatikan dari atas sampai bawah menuguk Slavina
"woyyy....biasa aja liatnya" kejut kak Rey geleng-geleng melihat tingkah Benk yg ga boleh liat cewe bening dikit langsung sosor. Benk yg seorang Casanova bukan hal yg sulit untuk memikat seorang wanita cantik.
"bentar ya gua tinggal dulu, klo Lo mau balik duluan aja" ucap Benk setengah berteriak sambil berlalu mendekat kepada wanita seksi
kak Ray yg melihat dari kejauhan tampak senyum-senyum melihat tingkah Benk yg tak pernah insyaf memainkan para wanita. Ray pun berajak dari duduknya dan melangkah ke arah pintu keluar dan melewati Benk dengan wanita seksi tersebut
"Benk jangan lupa Santy nunggu Lo Loch" ucap Ray menyeringai sambil belalu mebuka pintu keluar.
wanita seksi yg mendengan penuturan Ray pun langsung memasang wajah jutek dan pergi meninggalkan Benk tanpa sepatah kata pun
"Ach sial kau Ray...gagal malam ini aku mendapat kan mangsa baru, awas kau Ray" gumah benk yg langsung menyusul Ray.
Ray yang menyadari Benk mengikutinya di belakang berbalik.
"sial kau" Benk yg tampak kesal berjalan mendahului Ray
"bahahahahha" Ray tertawa terbahak bahak.
🌿🌿🌿🌿
"kok aku jadi sedih begini ya" Brian yg memegang tangan Sekar yg mendekapnya dari arah belakang bocengannya, dengan laju motor yg pelan seraya menikmati Susana malam
"sedih kenapa"
"iya...mau di tinggal kamu lach"
"lebay banget biasanya jg ga ada kabar biasa aja"
"beda lach klo itu kan tau orangnya ada Deket, klo kangen tinggal aku krmh kamu ini jauh perlu menyebrangi lautan dulu" hahhaha dengan tawa yg renyah Brian menyampaikan .
__ADS_1
Sekar yg ikut tertawa pun mengucapkan "aku bakal balik lagi kok ke kota ini, selama aku di sana apa kamu mau menunggu ku?"
Benk yg mendengan ucapan Sekar terdiam ia tak tau apa dia akan kuat menunggu Sekar dengan pacaran jarah jauh ini.
"aku berniat di ulangtahunmu tahun ini aku sudah merencanakan kejutan dengan teman-teman kampusku, tapi tenyata tak kusangka akan terancam batal...hahaha" ucap Brian mengalikan pembicaraan Sekar
"memang apa yg kamu persiapkan untukku"
"awalnya aku akan memberi kejutan untuk mu beserma teman temanku, aku akan datang tengah malam pas pergantian umurmu, aku masuk ke kamarmu membangunkanmu dengan mengicup pucuk kepala, dan mengajak mu melihat keluar nah disitu peran teman temanku selanjutnya"
"hahahaha sayang sekali tak akan terhujutkan , karena ulahtahunku akan aku lewati di kota yg baru aku tempati" lirih Sekar yg menyangkan momen tersebut
"begitu lach...kamu baik-baik disana ya...apa disana aku bisa meneleponmu"
"sepertinya tidak bisa karena tempat kakakku mengajar itu di sebuah bording school"
"wahhh aku bisa mati merindukanmu, internet atau apa pun tidak ada" tanya birian kembali
"entah lach aku blm tau pasti disana seperti apa"
tak terasa mereka pun telah sampai di rumah Sekar.
"aku langsung pulang ya sayang" ucap Brian
Sekar mengangguk dan menatap dalam ke arah Brian.
cup...
sebuah kecupan mendarat di bibir tipis Brian, Brian yg melihat Sekar berbalik dan akan melangkah pergi meninggalkan masuk ke rumah memegang pergelangan tangan Sekar dan Merauke tengkuknya dan ******* bibir Sekar dengan dalam.
"aku menyangimu, hati hati untuk bsk" ucap Brian seraya terlepas dari ******* bibir mereka menempelkan keningnya dengan kening Sekar.
"baik...kamu hati hati di jalan".
__ADS_1