Pria Impian

Pria Impian
padang


__ADS_3

jam menunjukan pukul 12.00 Sekar dan ka Nia sudah sampai di bandara Soekarno Hatta, Sekar memperhatikan ka Nia yg nampak Mecari seseorang


"kak cari siapa sich"


"tunggu" ka Nia trus melemparkan pandangan ke sana kemari sampai dia melambaikan tangan, Sekar memperhatikan lamabain ka Nia kepada siapa ternyata 2 orang pria yg seumuran dengan ka Nia.


kok ka Nia ngajak cowok bareng kita sich dia kan ustazah apa ga canggung gitu. pikiran Sekar sudah traveling kemana mana.


"assalamualaikum"


"walaikumsalam, udah lama nunggunya tad" jawab ka Nia kepada 2 pria tersebut


"belum lama"


"kenalkan ini adik ana tad yg akan sekolah di pesantren kita mengajar"


Sekar yg di kenalkan pun hanya tersenyum


"kelas berapa Sekar"


"kelas XI" jawab Sekar menunduk


"kelas XI tuh berarti kelas 2 SMA ya"


"na'am ustad...sok pula tak tau" kini ka Nia menimpali, Sekar melongo melihat tingka ka Nia pasalnya selama ini ka Nia hanya mau berbicara seperti itu kepada keluarga saja ternya terhadap teman-teman lelakinya pun seperti ini


"kenalkan dek ini teman Kaka mengajar di pondok kakak lebih nyaman berteman dengan 2 mahluk ini, namanya yg memakai kemeja ustad Mufid yg pakai kemeja hijau toska ustad Adnan mereka berdua mengajar mutolaah dan conversation" Sekar yg merasa asing dengan 2 mata pelajaran itu hanya mengangguk tanda sok tau. hehehe


akhirnya mereka berempat melakukan cek in,

__ADS_1


mengudara kurang lebih 2jam setengah akhirnya untuk pertama kalinya Sekar mengijakan di tanah Minang.


di badara Minangkabau, udara terasa panas dan gersang tak jauh beda di Jakarta tadi, Sekar yg biasa di udara dingin menghela nafas panjang pikirnya


alamat gua ga betah ini mah panas banget...egttt. keringat yg sudah becucuran dari tadi di balik baju gamis dan jilbab putihnya.


ka Nia yg sadar akan raut wajah Sekar yg terlihat kurang menyukai sekitar. tersenyum


"tenang dek tempat mondoknya masih harus menempuh perjalan 1 1/2 jam lagi, disana tempanya sejuk"


"hah apa 1 1/2jam lagi" kaget Sekar sambil melongo dan mata membulat


mereka bertiga tertawa melihat kelakuan Sekar


"udah yuk kita cari makan dulu dan mumpung di kota kita belanja dan jalan jalan dulu"


Sekar yg memperhatikan terlihat bingung 'bakso....kota...apa sich mereka emang di Padang ada y yg jual baso, bukanya yg ada cuman nasi Padang yaa' Sekar monolog dalam hati


Sekar mengikuti ke 3 orang dewasa di depannya yg masuk ke tenda baso pinggir jalan, Sekar duduk dan memperhatikan di atas meja ada dua tempat sambal dibukanya ada sambal merah dan ada sambal hijau.


'dih udah mirip nasi bungkus ada sambel ijo yg di goreng enak nich pake nasi anget, iya kali nasinya di bungkus kertas juga turus di lipet kaya biasa beli nasi padang' Sekar tersenyum bayangkannya


"disini emang gitu klo ngebaso pasti ada 2 sambal lado hijao dan lado merah" ucap ustad Mufid menjelaskan, dari tadi ustad ini selalu memperhatikan gerak gerik Sekar.


"oh" Sekar hanya menjawab sekenanya


setalah makan bakso ka Nia dan 2temannya mengajak ke pusat pembelajaran mirip mall tp tidak telalu besa.


"kamu ambil aja yg mau kamu beli"

__ADS_1


"HAH" Sekar bengong dan bingung


ka Nia emang punya uang, yg aku tau gajinya cmn 500rb dari mana dia punya uang. "gak usah ka baju aku masih bagus ko dan jaket aku blm memerlukannya" sambung Sekar sambil melirik salah satu jaket yg mencuri pandangannya dan ia pun tau harganya lumayan jadi Sekar memilih untuk tau diri, meskipun yg dihadapannya adalah kaka kandungnya.


kak Nia yg tau arah pandang Sekar


"ambil lach, disana udara dingin pasti kamu memerlukannya"


"gak usah teh"


"ich kamu nich sudah lach" selonong ka Nia mebawa jaket ke meja kasir dan membayar dengan uang Chas


Sekar yg merasa tak enak meringis mengingat harganya


"makasih banyak kak sebernya tak perlu seperti ini"


tak ada jawaban dari ka Nia


"sudah Sekar disini kamu mau apa aja tinggal bilang sama kakak mu ini" ucap ustad Adnan


"cih gaya antum, antum yg bayarin ya"


"ana pasti pinjamkan, klo anti kekurangan uang"


"ich dasar antum perhitungan"


Sekar terseyum melihat keakraban mereka, selaha membelikan berapa set baju dan segudah Snack jajan yg banyak, meskipun Sekar tak tau untuk apa makanan ringan sebanyak itu untuk apa pikirnya seperti mau buka warung. akhirnya ka Nia dan 2 temanya menemukan taksi gelap atau di sebut jg travel gadungan yg biasa membawa penumpang antar kota mobil yg di pakai pun Avanza, Xenia,dll. tidak telalu buruk pikir Sekar.


Sekar yg biasa ceria dan ceriwis semenjak perjalan dari Jakarta tadi mendadak jadi pendiam dia lebih banyak berbicara dlm hatinya padahal mulutnya sudah gatal ingin menanya ini dan itu, akan tetapi rasa segan dan menghormati kakanya jadi lebih memilih diam menyimpan semua keinginan taunya, tanpa di sadari mereka ber3 seperti cenayan yg tau akan arah pikiran Sekar jadi dengan senang hati mereka menjelaskan ini dah itu

__ADS_1


__ADS_2